KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menegaskan bahwa pelaksanaan Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda Masa Persidangan I Tahun 2026 dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Samarinda ke-358 dan Hari Jadi Pemerintah Kota Samarinda ke-66 tetap berlangsung khidmat meskipun dilaksanakan dengan menerapkan prinsip efisiensi anggaran.
Hal tersebut disampaikan Helmi Abdullah saat dikonfirmasi media Kumalanews.id usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Kota Samarinda yang digelar pada Rabu (21/1/2026) malam.
“Yang jelas, tadi sudah disampaikan bahwa dengan adanya kebijakan efisiensi ini kita menyesuaikan pelaksanaannya. Namun, hal tersebut tidak mengurangi nilai kekhidmatan. Kita tetap menyelenggarakan peringatan hari jadi dalam bentuk rapat paripurna,” ujar Helmi.
Ia menjelaskan, penyesuaian pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Oleh karena itu, terdapat sejumlah kegiatan pendukung yang tidak dilaksanakan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, esensi dan makna peringatan Hari Jadi Kota Samarinda tetap terjaga.
“Ada beberapa kegiatan yang memang tidak dilaksanakan, karena kita harus menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Prinsipnya, kita tetap menjaga substansi dan makna peringatannya,” jelasnya.
Menurut Helmi, langkah efisiensi tersebut juga merupakan bentuk dukungan DPRD Kota Samarinda terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam pengelolaan anggaran. Selain itu, kebijakan ini diharapkan dapat menjadi contoh kepada masyarakat bahwa penggunaan anggaran publik dilakukan secara bijak, efektif, dan bertanggung jawab.
“Ini juga sebagai bentuk dukungan kita terhadap program pemerintah pusat, sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa pengelolaan anggaran harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab,” tegas politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Selain membahas peringatan hari jadi, Helmi Abdullah juga menyampaikan pesan khusus terkait momentum peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang berdekatan dengan pelaksanaan rapat paripurna. Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Samarinda untuk memaknai peringatan keagamaan tersebut sebagai sarana memperkuat nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
“Momentum Isra Mi’raj ini harus kita maknai sebagai hari untuk saling menghargai. Bagi kita sebagai warga muslim dalam melaksanakan kegiatan keagamaan juga tidak berlebihan, serta tetap menjaga sikap saling menghormati,” tuturnya.
Ia juga berharap umat beragama lainnya dapat menghormati pelaksanaan kegiatan keagamaan umat Islam, sehingga tercipta suasana yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Kota Samarinda.
“Harapan kita, saudara-saudara dari agama lain juga dapat menghormati kegiatan warga muslim dalam peringatan Isra Mi’raj. Intinya, momentum ini dimaknai untuk mempersatukan warga Samarinda dalam keberagaman, demi terciptanya kedamaian, saling menghargai, dan saling menghormati,” pungkas Helmi Abdullah.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady ©2026

















