Menu

Mode Gelap
Progres 70 Persen, SMPN 29 Balikpapan Ditargetkan Rampung November 2026 Pemkot Balikpapan Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Akses Pendidikan Diperluas Haornas 2026, KORMI Balikpapan Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup Masyarakat Patroli Udara Temukan Titik Api Baru di Deliniasi IKN, 275 Hotspot Terdeteksi DAD Kaltim Sampaikan Ucapan Selamat Untuk Syaharie Jaang, Doakan Kesehatan dan Kelancaran Pengabdian

IKN NUSANTARA · 10 Apr 2026 11:00 WITA ·

IKN Perkuat Peran Kader Kesehatan, Targetkan Penurunan Kasus DBD 50 Persen


 IKN Perkuat Peran Kader Kesehatan, Targetkan Penurunan Kasus DBD 50 Persen Perbesar

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mendorong peran kader kesehatan sebagai ujung tombak pengendalian malaria dan demam berdarah dengue (DBD) di kawasan IKN. Upaya ini diwujudkan melalui Pelatihan Kader Pencegahan Malaria dan DBD yang digelar di Multifunction Hall Kantor Bersama 4, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Kamis (9/4/2026).

Pelatihan tersebut diikuti pengelola hunian dan tim K3 dari berbagai paket pekerjaan di wilayah KIPP IKN. Mereka disiapkan menjadi kader kesehatan yang berperan dalam edukasi masyarakat, pengendalian lingkungan, serta pencegahan penyakit di lingkungan kerja masing-masing.

Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menegaskan bahwa pengendalian penyakit menular tidak bisa lagi bertumpu pada sektor kesehatan semata. “Pengendalian malaria dan DBD tidak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan. Peran masyarakat menjadi kunci utama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles, sedangkan DBD oleh Aedes aegypti. Menurutnya, pengendalian vektor menjadi langkah penting dalam mencegah penularan. “Jika vektornya dapat dikendalikan, maka penularan dapat dicegah,” tambahnya.

Suwito juga mengungkapkan bahwa wilayah KIPP IKN saat ini sudah tidak memiliki penularan malaria lokal. Namun demikian, kasus DBD masih menjadi tantangan yang harus diantisipasi bersama. Otorita IKN pun menargetkan penurunan kasus DBD hingga 50 persen melalui penguatan sistem kewaspadaan dini serta peningkatan peran masyarakat, terutama di kawasan hunian dan area konstruksi yang berisiko tinggi akibat genangan air.

Sementara itu, perwakilan Kementerian Kesehatan, Bambang Siswanto, menekankan pentingnya pendekatan berbasis masyarakat dalam pengendalian penyakit menular. “Saat ini kami menggencarkan program Kampung Bebas Jentik untuk mengendalikan vektor penyakit seperti malaria dan DBD,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengendalian jentik nyamuk harus menjadi tanggung jawab bersama. “Ini bukan hanya tugas sektor kesehatan, tetapi juga pemerintah daerah dan masyarakat,” tegasnya.

Program tersebut telah diujicobakan di sejumlah daerah, termasuk di Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara. Dalam implementasinya, peran utama berada pada camat, kepala desa, dan pemerintah daerah, sementara tenaga kesehatan bertindak sebagai pendamping teknis. Pemerintah juga tengah menyusun konsep kawasan bebas jentik untuk area khusus seperti kawasan industri dan kawasan IKN.

Di lapangan, tantangan pengendalian penyakit juga muncul seiring pesatnya aktivitas pembangunan. Area konstruksi menjadi titik rawan berkembangnya nyamuk akibat genangan air. Dalam sesi diskusi, peserta pelatihan turut berbagi pengalaman dalam mengantisipasi risiko tersebut.

Reza, dari HSE Paket Proyek Yudikatif, mengungkapkan pihaknya telah menerapkan langkah pencegahan sejak awal. “Kami menerapkan HSE induction bagi pekerja baru, termasuk screening kesehatan, riwayat penyakit, dan asal daerah pekerja,” jelasnya.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, mulai dari Balai Karantina Kesehatan Kelas I Balikpapan, Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara, hingga RSUD Sepaku, yang membahas surveilans migrasi, pengendalian vektor, serta penanganan kegawatdaruratan malaria dan DBD.

Sebagai tindak lanjut, Otorita IKN akan membentuk tim kader kesehatan melalui surat keputusan resmi. Peserta pelatihan akan ditetapkan sebagai kader kesehatan IKN dan diharapkan mampu menjalankan peran edukasi, pengendalian vektor, serta pencegahan penyakit secara berkelanjutan.

Melalui langkah ini, Otorita IKN menegaskan komitmen pembangunan kesehatan berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif demi mewujudkan kawasan IKN yang bebas dari malaria dan DBD.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Patroli Udara Temukan Titik Api Baru di Deliniasi IKN, 275 Hotspot Terdeteksi

10 September 2026 - 18:00 WITA

i53

Karhutla di Sejumlah Titik IKN Padam, OIKN Perkuat Patroli Cegah Api Kembali Muncul

9 September 2026 - 19:00 WITA

i47

OIKN Laporkan Perusahaan Sawit Ke Aparat Hukum Terkait Karhutla Di IKN

8 September 2026 - 17:30 WITA

i33

Karhutla Di Deliniasi IKN Berjarak 30–40 Kilometer Dari Kawasan Inti

8 September 2026 - 16:30 WITA

i32

Otorita IKN Soroti Dugaan Pembukaan Lahan di Tengah Kebakaran Tahura Bukit Soeharto

6 September 2026 - 09:00 WITA

i9

Karhutla di Sekitar IKN Ditangani dari Udara, 10 Kali Water Bombing Dilakukan

5 September 2026 - 17:30 WITA

i5
Trending di IKN NUSANTARA