Menu ✖

Mode Gelap
36 Orang Positif Narkoba dalam Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan Samri Shaputra Dorong Samarinda Miliki TPU di Setiap Kecamatan, Raperda Pemakaman Masuk Finalisasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Wakasat Lantas Polresta Samarinda Dukung Pengawasan Kendaraan Berat di Jalan Pustaka TP PKK Balikpapan Perkuat Digitalisasi, Bagikan Masker, dan Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

IKN NUSANTARA · 18 Mei 2026 18:00 WITA ·

Investasi IKN Tembus Rp72,39 Triliun, Otorita Sebut Nusantara Mulai Hidup sebagai Kota Masa Depan


 Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan seiring tumbuhnya ekosistem perekonomian dan investasi di kawasan Nusantara. Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berjalan seiring tumbuhnya ekosistem perekonomian dan investasi di kawasan Nusantara. Foto: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA — Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin menunjukkan perkembangan positif seiring meningkatnya kepercayaan investor terhadap proyek ibu kota baru Indonesia. Hingga pertengahan Mei 2026, total estimasi nilai investasi yang masuk ke kawasan Nusantara tercatat telah mencapai Rp72,39 triliun.

Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan Nusantara tidak hanya berjalan pada aspek fisik semata, tetapi juga mulai bergerak menuju terbentuknya ekosistem perkotaan yang hidup dan berkelanjutan.

“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia. Caranya adalah dengan bersama-sama membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujar Troy, Kamis (14/5/2026).

Ia menjelaskan, dari total investasi tersebut, sebesar Rp60,29 triliun berasal dari investasi swasta murni, sedangkan Rp12,10 triliun lainnya merupakan fasilitas publik dan penugasan kepada Kementerian/Lembaga (K/L).

Secara keseluruhan, hingga kini telah tercatat sebanyak 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha dalam skema investasi swasta murni. Selain itu, terdapat pula 15 penugasan pembangunan kepada Kementerian/Lembaga untuk mendukung percepatan pembangunan berbagai fasilitas dasar di kawasan ibu kota negara baru tersebut.

Masuknya investasi ke IKN juga memperlihatkan tingginya keterlibatan investor nasional maupun internasional. Dari total 75 PKS yang telah ditandatangani, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing yang melibatkan delapan perusahaan dari enam negara, yakni Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura. Sementara sisanya berasal dari pelaku usaha dalam negeri.

Investasi tersebut tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan hunian, infrastruktur, energi, fasilitas akomodasi, pusat olahraga, hingga kawasan komersial dan layanan publik lainnya.

Tidak hanya pembangunan skala besar, geliat ekonomi masyarakat di kawasan Nusantara juga mulai tumbuh secara bertahap. Aktivitas usaha makanan dan minuman, jasa, serta bisnis penunjang kebutuhan pekerja dan pengunjung mulai bermunculan seiring meningkatnya aktivitas di kawasan IKN.

Salah satu contoh terlihat dari hadirnya gerai makanan dan minuman merek nasional, Roti’O, yang mulai beroperasi di kawasan Nusantara. Kehadiran usaha tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa pelaku bisnis mulai melihat IKN sebagai pasar potensial di masa depan.

Leader atau Kepala Toko Roti’O di IKN, Harfi, mengaku antusiasme masyarakat cukup tinggi sejak hari pertama pembukaan gerai tersebut.

“Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Khusus untuk grand opening, ada lebih dari seratus orang yang datang. Kalau di IKN ini mungkin akan semakin ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan dan segala macam bakal ke sini. Ke depannya saya rasa akan semakin ramai,” ungkapnya.

Menurut Troy, masuknya berbagai jenis investasi, termasuk sektor usaha pendukung kebutuhan masyarakat, menjadi tanda bahwa Nusantara perlahan mulai bertransformasi dari kawasan pembangunan menjadi kota yang memiliki kehidupan ekonomi nyata.

“Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” tutupnya.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n66

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n53

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2
Trending di IKN NUSANTARA