KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dinilai harus menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian masyarakat, bukan sekadar perayaan seremonial.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Arie Wibowo, menyampaikan pandangan tersebut saat ditemui awak media Kumalanews.id, Senin (10/8/2026). Menurutnya, makna kemerdekaan harus dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, baik dari sisi kesejahteraan maupun kemampuan untuk berdiri di atas kekuatan sendiri.
Arie menilai kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan kebebasan secara politik, tetapi juga menyangkut kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup dan menentukan masa depannya secara mandiri.
“Yang penting merdeka lahir dan batin,” ujar Arie.
Menurut Arie, semangat kemandirian menjadi semakin penting di tengah kondisi keuangan pemerintah yang menghadapi berbagai tantangan. Ia menyebut situasi tersebut tidak hanya terjadi di tingkat daerah, tetapi juga menjadi bagian dari kondisi ekonomi yang lebih luas.
“Kemandirian itu wajib,” tegasnya.
Arie mengatakan, masyarakat tidak dapat sepenuhnya menggantungkan masa depan kepada pemerintah. Sebaliknya, pemerintah dan masyarakat perlu membangun pola hubungan yang saling mendukung, dengan masyarakat memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi dan sumber penghidupannya sendiri.
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk terus meningkatkan kemampuan, kreativitas, serta keberanian dalam memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia.
“Jadi kita sendiri harus mandiri,” katanya.
Arie juga menilai perkembangan teknologi dan digitalisasi memberikan peluang besar bagi masyarakat untuk membangun kemandirian ekonomi. Kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, meningkatkan keterampilan, hingga menciptakan sumber pendapatan baru.
Namun, menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan perkembangan digital secara produktif menjadi hal penting agar masyarakat tidak tertinggal oleh perubahan zaman.
Dalam konteks tersebut, momentum HUT ke-81 RI dinilai tepat untuk melakukan refleksi mengenai sejauh mana kemerdekaan telah mendorong masyarakat menjadi lebih mandiri.
Arie berharap semangat “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” dapat diwujudkan melalui masyarakat yang memiliki daya saing, mampu mengembangkan potensi diri, serta tidak mudah bergantung kepada pihak lain.
“Kemerdekaan yang hakiki itu dengan mandiri diri sendiri,” pungkasnya.
Ia menegaskan, peringatan HUT RI seharusnya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Momentum kemerdekaan perlu menjadi pengingat bahwa pembangunan dan kesejahteraan merupakan tanggung jawab bersama, sementara kemandirian masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi tantangan ekonomi dan perubahan di masa mendatang.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















