KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Rangkaian persiapan Erau Adat Kuta Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mulai berlangsung di Kota Raja Tenggarong. Menjelang pelaksanaan Erau pada 20 hingga 28 September 2026, Kerabat Kesultanan menggelar ritual Beluluh Awal Sultan di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Beluluh Sultan menjadi salah satu prosesi penting dalam rangkaian adat Erau. Ritual ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi Kesultanan, tetapi juga menandai dimulainya rangkaian pesta adat dan budaya masyarakat Kutai Kartanegara.
Prosesi Beluluh menjadi momentum untuk menyambut pelaksanaan berbagai kegiatan Erau yang akan berlangsung selama sembilan hari. Rangkaian tersebut nantinya menghadirkan berbagai kegiatan adat, seni, dan budaya yang menjadi bagian dari warisan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
Ketua DPRD Kutai Kartanegara Ahmad Yani mengatakan, pelaksanaan Beluluh Sultan yang berjalan dengan baik menjadi momentum awal untuk menyambut seluruh rangkaian Erau.
Ia berharap pelaksanaan Erau tahun ini dapat memperoleh dukungan dari seluruh pihak, terutama masyarakat Kutai Kartanegara. Menurutnya, keterlibatan masyarakat diperlukan agar pesta adat tersebut dapat berlangsung dengan baik sekaligus menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Ahmad Yani menilai Erau tidak hanya berkaitan dengan pesta rakyat atau perayaan budaya. Lebih dari itu, Erau menjadi ruang untuk memperkuat hubungan sosial dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Makna tersebut juga tercermin melalui tema Erau 2026, yakni “Raja Menjamu Rakyatnya”. Tema ini menggambarkan semangat berbagi dan kebersamaan antara raja, pemimpin, masyarakat yang memiliki kemampuan, serta seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Ahmad Yani, semangat berbagi tersebut menjadi bagian penting yang dapat dihidupkan melalui pelaksanaan Erau. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga dan memaknai tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Mari jadikan Erau momentum memperkuat kebersamaan dan semangat berbagi,” ujar Ahmad Yani.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kutai Kartanegara untuk bersama-sama menjaga kelestarian adat dan budaya yang menjadi bagian dari identitas daerah.
Dukungan masyarakat dinilai penting agar nilai-nilai yang terkandung dalam setiap rangkaian Erau tetap hidup dan tidak berhenti pada pelaksanaan seremonial. Nilai tersebut diharapkan dapat terus dipahami, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Dengan dimulainya ritual Beluluh Awal Sultan, persiapan menuju pelaksanaan Erau Adat Kuta 2026 memasuki tahapan penting. Seluruh rangkaian diharapkan menjadi ruang pertemuan antara tradisi, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan budaya Kutai Kartanegara.
Erau Adat Kuta Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 28 September 2026 di Tenggarong, Kutai Kartanegara, dengan berbagai rangkaian adat, seni, dan budaya.
Pewarta : Fairuzzabady Editor : Fairuzzabady @2026

















