KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Persoalan drainase menjadi salah satu aspirasi utama yang disampaikan warga kepada Anggota DPRD Kota Samarinda, Suparno, saat menggelar Reses Masa Persidangan III Tahun 2026.
Kegiatan reses berlangsung di GIAZIMA Resto, Cafe, & Carwash, Jalan Kapten Soedjono AJ, Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Minggu (4/10/2026) malam.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keluhan mengenai kondisi drainase di wilayah Kelurahan Selili, khususnya RT 23 dan RT 25 di kawasan Gang Bakti. Warga meminta adanya normalisasi dan pembenahan drainase untuk mengantisipasi terjadinya genangan hingga banjir saat musim penghujan.
Suparno mengatakan persoalan drainase perlu mendapat perhatian karena kawasan Selili merupakan salah satu wilayah permukiman yang cukup padat. Menurutnya, salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah melakukan normalisasi sekaligus pelebaran drainase agar mampu menampung debit air ketika curah hujan meningkat.
“Solusinya salah satunya pelebaran drainase. Saat ini baru beberapa titik di jalan utama yang diperlebar, sementara di dalam gang belum,” ujar Suparno.
Ia menyebut rencana pelebaran drainase di kawasan permukiman dapat diupayakan pada tahun mendatang. Namun, pelaksanaannya perlu didahului komunikasi dengan masyarakat, terutama apabila pelebaran membutuhkan sebagian lahan atau halaman milik warga.
Menurut Suparno, kesediaan masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar pembenahan drainase dapat dilakukan secara optimal dan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
“Perlu dibicarakan bersama masyarakat jika pelebaran drainase membutuhkan sebagian lahan pribadi,” katanya.
Dari tingkat lingkungan, Ketua RT 23 Agus dan Ketua RT 25 Amad pada prinsipnya menyambut baik rencana normalisasi drainase tersebut. Meski demikian, pembahasan lebih lanjut tetap akan dilakukan bersama warga untuk menentukan bentuk penanganan yang dapat disepakati bersama.
Selain mendorong penanganan melalui pemerintah, Suparno mengajak masyarakat memanfaatkan kondisi musim kemarau untuk melakukan pembersihan drainase secara gotong royong. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi penyumbatan akibat sampah maupun sedimentasi sebelum curah hujan kembali meningkat.
“Mumpung masih kemarau, mari bersihkan drainase di lingkungan masing-masing sebelum musim penghujan,” tuturnya.
Suparno juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan kondisi cuaca saat ini. Berkaca pada tingginya curah hujan dalam beberapa tahun terakhir, potensi genangan dan banjir perlu diantisipasi sejak dini.
“Jangan terlena, curah hujan tahun-tahun sebelumnya cukup tinggi dan kondisi serupa bisa kembali terjadi,” tegasnya.
Selain persoalan drainase, Suparno menyoroti kondisi aliran anak sungai yang berasal dari sisi Sambutan dan bermuara menuju kawasan Sungai Mahakam. Menurutnya, aliran tersebut memiliki jalur yang berliku dan di sejumlah titik telah dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, seperti kamar mandi maupun tambahan bangunan.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menghambat kelancaran aliran air. Ketika curah hujan tinggi, debit air dari anak sungai dapat meningkat dan meluber ke kawasan permukiman karena kapasitas drainase atau parit tidak lagi mampu menampung aliran air.
“Debit air anak sungai meningkat saat hujan deras, sementara drainase tidak mampu menampungnya,” jelas Suparno.
Ia berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat. Pembenahan drainase, normalisasi saluran serta kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan dinilai perlu dilakukan secara bersama-sama sebelum memasuki periode hujan dengan intensitas tinggi.
Dengan langkah tersebut, potensi genangan di kawasan Selili, khususnya RT 23 dan RT 25 Gang Bakti, diharapkan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga yang tinggal di kawasan tersebut.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















