KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Markaca, menyerap aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Perum PKL Sungai Kapih RT 16, Kamis (8/10/2026) malam. Meski kegiatan berlangsung di tengah pemadaman listrik dan minim penerangan, warga tetap antusias hadir untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, terutama terkait pembangunan dan perbaikan parit atau drainase.
Dalam suasana malam yang gelap dan cukup banyak nyamuk, Markaca menyampaikan permohonan maaf karena harus mempersingkat sambutannya. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mengurangi pentingnya kegiatan reses sebagai sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.
“Meski waktunya singkat, yang terpenting aspirasi masyarakat malam ini harus dicatat dan diperjuangkan,” ujar Markaca.
Ia menjelaskan, persoalan pembangunan dan perbaikan parit masih menjadi salah satu kebutuhan yang banyak disampaikan warga. Sejumlah usulan terkait drainase sebenarnya telah diajukan, tetapi pelaksanaannya terkendala keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi.
Markaca menyebutkan, kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda mengalami penurunan dari sebelumnya sekitar Rp5,7 triliun menjadi Rp3,8 triliun. Berkurangnya anggaran tersebut berdampak terhadap kemampuan pemerintah daerah dalam melaksanakan sejumlah program pembangunan.
“APBD yang semula Rp5,7 triliun, sekarang sekitar Rp3,8 triliun. Hampir Rp2 triliun berkurang,” jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Markaca berharap kondisi keuangan daerah dapat membaik pada tahun anggaran 2027. Dengan demikian, berbagai kebutuhan masyarakat yang belum tertangani dapat kembali diusulkan dan direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan reses harus dicatat dan dimasukkan ke dalam sistem perencanaan pemerintah daerah. Menurutnya, pencatatan tersebut menjadi salah satu tahapan penting agar usulan masyarakat dapat diproses dalam perencanaan pembangunan.
“Semua usulan harus masuk dalam sistem informasi pemerintah daerah. Jika tidak tercatat, usulan itu tidak bisa diproses untuk dikerjakan,” tegasnya.
Markaca juga menyampaikan bahwa sejumlah aspirasi dari kegiatan reses sebelumnya telah mendapat perhatian, termasuk penanganan gorong-gorong dan perbaikan parit di beberapa titik. Meski demikian, ia mengakui kebutuhan pembangunan drainase masih cukup besar dan memerlukan penanganan berkelanjutan.
Menurutnya, saluran drainase yang memadai sangat penting untuk membantu mengalirkan air dan mengurangi risiko genangan, terutama di kawasan permukiman yang kerap menghadapi persoalan tersebut.
“Prioritas saya ke depan tetap parit, karena kebutuhan drainase di sejumlah titik masih belum terpenuhi,” katanya.
Ia mencontohkan, pengerjaan parit di beberapa lokasi sudah mulai dilakukan, meskipun belum seluruhnya dilengkapi penutup. Kondisi itu, kata dia, tidak terlepas dari keterbatasan anggaran yang tersedia sehingga pembangunan perlu dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan penanganan persoalan utama.
“Alhamdulillah, pengerjaan sudah berjalan meski belum semuanya tertutup. Kalau anggaran belum tersedia, kita harus bersabar sambil mengatasi persoalan utamanya,” ungkap Markaca.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meminta warga menyampaikan secara jelas lokasi dan kebutuhan pembangunan yang masih mendesak. Informasi itu diperlukan agar aspirasi masyarakat dapat dicatat secara terperinci dan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
“Kalau masih ada yang perlu diperbaiki, silakan sampaikan. Semua akan saya catat dan perjuangkan,” ujarnya.
Markaca menegaskan, reses merupakan bagian dari tanggung jawab anggota DPRD untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus memperjuangkan kebutuhan warga melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah.
Ia berharap, meskipun kondisi anggaran masih terbatas, persoalan infrastruktur dasar di lingkungan permukiman, khususnya parit dan drainase, tetap mendapat perhatian agar kebutuhan masyarakat dapat ditangani secara bertahap dan tepat sasaran.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















