KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Markaca, menggelar reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di Perum PKL Sungai Kapih RT 16, Kamis (8/10/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan usulan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat.
Reses yang dihadiri warga dan sejumlah tamu undangan itu tetap berlangsung meski kawasan setempat mengalami pemadaman listrik. Kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk mengikuti kegiatan dan menyampaikan berbagai kebutuhan di lingkungan mereka.
Ketua RT 16 Perum PKL Sungai Kapih, Joni Rumapea, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Markaca beserta rombongan. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan penting bagi warga untuk berdialog langsung dengan anggota DPRD mengenai persoalan dan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para ketua RT di sekitar kawasan Sungai Kapih, staf dan pengurus partai, serta awak media yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Joni menjelaskan, reses merupakan agenda anggota DPRD untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna menyerap aspirasi yang nantinya dapat diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah.
“Reses menjadi kesempatan bagi anggota Dewan untuk turun ke lapangan dan menerima langsung usulan serta aspirasi warga,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Joni turut menyinggung sejumlah usulan pembangunan yang sebelumnya telah menjadi prioritas masyarakat, salah satunya pembangunan parit di kawasan Wijaya I dan Wijaya II. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan lingkungan dan meningkatkan kenyamanan warga.
Namun, rencana pelaksanaan sejumlah program tersebut menghadapi penyesuaian akibat kebijakan pemerintah pusat yang berdampak pada pengurangan anggaran. Kondisi itu membuat masyarakat perlu bersabar karena program yang telah diusulkan belum seluruhnya dapat direalisasikan sesuai harapan.
“Pembangunan parit di Wijaya I dan Wijaya II sebelumnya sudah kami prioritaskan. Namun, ada penyesuaian anggaran sehingga pelaksanaannya perlu menunggu,” kata Joni.
Ia berharap usulan pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat tersebut dapat kembali diperjuangkan pada 2027. Menurutnya, keberlanjutan program sangat penting agar aspirasi yang telah disampaikan warga tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi dapat diwujudkan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah.
Joni juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan menjaga semangat kebersamaan, termasuk ketika menghadapi kondisi yang kurang mendukung seperti pemadaman listrik saat kegiatan berlangsung.
“Dalam kondisi apa pun, kita harus tetap bersyukur dan bersabar. Mudah-mudahan program yang menjadi prioritas warga dapat diperjuangkan kembali pada 2027,” tuturnya.
Reses tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi dan masukan dari masyarakat kepada Markaca. Berbagai usulan yang disampaikan diharapkan menjadi bahan pertimbangan dalam memperjuangkan kebutuhan warga, terutama terkait pembangunan infrastruktur lingkungan di kawasan Sungai Kapih dan sekitarnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















