KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sungai Kunjang, Yakob Pangedongan, menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun 2026 di Jalan M. Said, Gang Kita, Blok Q Nomor 12, RT 29, Kelurahan Lok Bahu, Kamis (8/10/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dan persoalan di lingkungan tempat tinggal mereka. Aspirasi yang disampaikan mencakup pembangunan infrastruktur, perbaikan drainase dan akses jalan, peningkatan fasilitas pendidikan, hingga penyediaan ruang bermain yang layak bagi anak-anak.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah usulan mengemuka sebagai kebutuhan yang diharapkan dapat diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran pemerintah daerah. Masyarakat berharap aspirasi tersebut tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti secara bertahap sesuai skala prioritas.
Susanto, warga RT 29 Blok O, mengusulkan pembangunan dan perbaikan turap parit di wilayahnya. Menurutnya, kondisi parit yang belum tertata dengan baik perlu mendapat perhatian agar aliran air tetap lancar dan risiko genangan saat hujan dapat diminimalkan.
Ia berharap pembangunan turap dapat memperkuat struktur parit sekaligus menjaga fungsinya dalam mengalirkan air di kawasan permukiman.
Aspirasi serupa disampaikan Lilis, warga Blok R. Ia meminta perbaikan saluran drainase, termasuk pembangunan turap pada bagian yang rawan rusak atau mengalami longsor. Selain itu, ia mengusulkan pengecoran jalan lingkungan agar akses warga menjadi lebih aman dan nyaman untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Sementara itu, Junaidi, warga Blok O, berharap program pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan sebelumnya dapat dilanjutkan hingga tuntas. Ia menilai kesinambungan pembangunan penting agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
“Harapannya, program pembangunan yang sudah direncanakan bisa dilanjutkan hingga selesai sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan warga,” ungkapnya.
Selain infrastruktur, warga turut menyoroti kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan. Mereka berharap lingkungan sekolah semakin layak, aman, dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Masyarakat juga meminta evaluasi terhadap pungutan atau biaya tertentu di lingkungan sekolah yang dinilai kurang penting dan berpotensi membebani orang tua siswa. Warga berharap setiap pungutan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, transparan, serta tidak memberatkan keluarga peserta didik.
Aspirasi lainnya berkaitan dengan penyediaan ruang bermain anak di kawasan permukiman. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk memberikan ruang yang aman bagi anak-anak untuk bermain, bersosialisasi, dan mengikuti kegiatan positif tanpa harus pergi jauh dari tempat tinggal mereka.
Warga juga mengusulkan perbaikan akses jalan menuju pemakaman umum. Kondisi jalan yang memadai diharapkan dapat memudahkan masyarakat ketika mengantarkan jenazah maupun melakukan ziarah, termasuk saat cuaca kurang mendukung.
Menanggapi beragam masukan tersebut, Yakob Pangedongan menyampaikan bahwa setiap aspirasi akan menjadi bahan perhatian untuk diperjuangkan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku pada masing-masing bidang.
Ia menegaskan, usulan masyarakat perlu disesuaikan dengan skala prioritas, kewenangan pemerintah, serta kemampuan anggaran daerah agar dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan kebutuhan warga Kelurahan Lok Bahu dapat terinventarisasi dengan baik dan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas infrastruktur, pelayanan pendidikan, dan fasilitas umum di lingkungan permukiman.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















