KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Proses validasi dan verifikasi data peserta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 memasuki hari terakhir pada Jumat (16/10/2026). Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda kini memprioritaskan perbaikan data dan kelengkapan dokumen atlet yang dinyatakan tertolak agar tetap memiliki kesempatan memenuhi persyaratan administrasi.
Wakil Ketua IV KONI Kota Samarinda sekaligus Koordinator Pendaftaran Porprov VIII 2026, Shanty Yulviana, mengatakan tahapan penambahan atlet baru maupun pergantian atlet telah ditutup. Dengan demikian, proses pada hari terakhir difokuskan untuk menyelesaikan revisi data dan melengkapi berkas peserta yang belum memenuhi ketentuan.
“Pendaftaran atlet baru maupun pengganti sudah ditutup. Hari ini kami fokus pada revisi dan berkas yang tertolak,” ujar Shanty saat memberikan keterangan kepada awak media KumalaNews.id di KONI Kota Samarinda, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ditangani pihaknya, terdapat 36 atlet yang berkasnya dinyatakan tertolak. Sebagian besar persoalan berkaitan dengan kartu tanda penduduk (KTP) dan data kependudukan yang perlu diperbaiki atau dilengkapi sesuai persyaratan yang berlaku.
Menurut Shanty, penolakan berkas tersebut masih dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang tersedia, sepanjang alasan dan dokumen pendukungnya sesuai ketentuan. Karena itu, KONI Samarinda berupaya menyiapkan kelengkapan administrasi untuk diajukan dalam tahapan DRM.
“Berkas yang tertolak masih bisa diperjuangkan jika alasannya tepat. Kami sedang menyiapkan dokumen pendukung untuk dibawa ke DRM,” jelasnya.
Ia menambahkan, jadwal pelaksanaan DRM masih menunggu keputusan dari KONI Provinsi Kalimantan Timur. Sambil menunggu kepastian tersebut, KONI Samarinda memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memeriksa kembali berkas atlet agar tidak ada dokumen penting yang terlewat.
Upaya ini dinilai penting karena kelengkapan administrasi menjadi salah satu faktor penentu dalam proses validasi peserta sebelum mengikuti Porprov VIII Kaltim 2026. Perbaikan data diharapkan dapat membantu atlet yang memenuhi persyaratan memperoleh kejelasan status keikutsertaan.
Di sisi lain, Shanty menyebutkan bahwa proses pendaftaran atlet dan penginputan nomor pertandingan untuk kontingen Samarinda telah dilaksanakan. Berdasarkan data yang disampaikannya, KONI Samarinda telah mengajukan sebanyak 1.235 atlet, dengan sekitar 1.072 nomor pertandingan telah diinput.
Sementara itu, sebanyak 1.194 atlet telah dinyatakan lolos berdasarkan hasil verifikasi yang diterima. Data tersebut masih menjadi bagian dari proses administrasi yang terus dicermati, khususnya untuk memastikan kesesuaian antara jumlah atlet terdaftar, status verifikasi, dan kelengkapan dokumen peserta.
KONI Samarinda kini memusatkan perhatian pada penyelesaian berkas yang bermasalah sembari menunggu informasi lanjutan mengenai tahapan DRM. Koordinasi dengan pihak terkait juga diperlukan agar proses pemeriksaan dan tindak lanjut dokumen dapat berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Shanty berharap seluruh rangkaian persiapan administrasi kontingen Samarinda dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak menghambat kesiapan atlet menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Harapan kami, seluruh proses berjalan sesuai rencana, lancar, dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkasnya.
Dengan fokus pada pembenahan dokumen dan penyelesaian status verifikasi, KONI Samarinda berharap atlet yang memenuhi ketentuan dapat mengikuti Porprov VIII Kalimantan Timur 2026 sesuai aturan. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan kontingen Samarinda sebelum memasuki tahapan penyelenggaraan berikutnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















