Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Soroti Kinerja BPKAD, Iswandi: Anggaran Besar Harus Sejalan dengan Hasil Nyata Presiden Sahkan Desain Kawasan Legislatif IKN, MPR Apresiasi Konsep Megah dan Berwibawa IKN Cetak Talenta Digital Sejak Dini, Guru Dilatih Robotika untuk Siapkan Generasi Masa Depan Mahasiswa Pingsan di Tengah Aksi Ricuh di DPRD Samarinda, Polisi Pastikan Penanganan Cepat Otorita IKN Gelar Pelatihan Menulis Cerita Anak, Tanamkan Semangat Kartini Sejak Dini

BERITA DAERAH · 20 Apr 2026 18:00 WITA ·

DPRD Samarinda Soroti Amburadulnya Data Pedagang Pasar Pagi, Minim Transparansi Disorot


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan keterangan terkait ketidaksesuaian data pedagang Pasar Pagi yang dinilai masih bermasalah dan belum transparan. Persoalan ini dinilai berpotensi menghambat penataan pasar serta merugikan para pedagang. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, memberikan keterangan terkait ketidaksesuaian data pedagang Pasar Pagi yang dinilai masih bermasalah dan belum transparan. Persoalan ini dinilai berpotensi menghambat penataan pasar serta merugikan para pedagang. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswand, menyoroti ketidaksesuaian data pedagang Pasar Pagi yang dinilai masih bermasalah dan belum transparan. Persoalan ini dinilai berpotensi menghambat penataan pasar serta merugikan para pedagang.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan keterangan kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026). Ia mengungkapkan, dari total 2.505 pedagang yang tercatat, hanya 1.930 orang yang memiliki legalitas resmi.

“Dari total 2.505 pedagang, yang memiliki legalitas hanya 1.930. Sementara kios yang disewakan sebanyak 575, itu berdasarkan database yang ada,” ujarnya.

Ia merinci, dari jumlah pedagang yang memiliki legalitas tersebut, terdiri dari berbagai kategori administrasi, di antaranya pemilik SKTUB sebanyak 1.768 orang, KPP 36 orang, Wisansi 28 orang, KK 82 orang, serta nondata 16 orang. Selain itu, terdapat pula 272 pedagang dengan status penyewa.

Iswand juga menyoroti realisasi penempatan pedagang yang dinilai belum optimal. Dari target tahap pertama sebanyak 1.804 kios, hingga kini baru terealisasi 1.469 unit.

“Rinciannya, lantai 2 sebanyak 277 kios, lantai 3 ada 295 kios, lantai 4 sebanyak 343 kios, lantai 5 sebanyak 275 kios, lantai 6 ada 165 kios, dan lantai 7 sebanyak 114 kios. Totalnya baru 1.469 dari target 1.804,” jelasnya.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pedagang lain yang belum terakomodasi secara jelas dalam sistem pendataan, termasuk kategori yang disebut sebagai “salapak” berdasarkan data terakhir.

Lebih jauh, ia juga mengkritik minimnya keterbukaan dari Dinas Perdagangan Kota Samarinda dalam memberikan data yang dibutuhkan DPRD.

“Saya sudah beberapa kali meminta data ke Kepala Dinas Perdagangan, tapi tidak pernah diberikan. Alasannya selalu menunggu arahan wali kota,” tegasnya.

Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan pola pengambilan keputusan yang terlalu terpusat. Bahkan, ia mengaku sempat menyampaikan kritik tersebut secara terbuka dalam forum Musrenbang Kota Samarinda.

“Terlihat seperti one man show. Semua keputusan harus menunggu arahan wali kota,” tambahnya.

Iswand berharap ke depan pemerintah dapat lebih transparan dalam penyajian data serta memperkuat koordinasi antarinstansi, agar penataan Pasar Pagi dapat berjalan optimal dan tidak merugikan para pedagang.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Soroti Kinerja BPKAD, Iswandi: Anggaran Besar Harus Sejalan dengan Hasil Nyata

21 April 2026 - 15:00 WITA

wndai909090909

Mahasiswa Pingsan di Tengah Aksi Ricuh di DPRD Samarinda, Polisi Pastikan Penanganan Cepat

21 April 2026 - 13:00 WITA

demo098712

PWI Kukar dan Kejari Perkuat Sinergi, Dorong Informasi Hukum Yang Akurat dan Berimbang

21 April 2026 - 12:00 WITA

pwi0971

Samri Dukung Kebijakan WFA ASN, Tekankan Disiplin dan Profesionalitas

21 April 2026 - 10:00 WITA

sam90987 1

Iswandi: Hari Kartini Harus Diwujudkan Dalam Kebijakan Nyata Untuk Perempuan

21 April 2026 - 09:30 WITA

wandi070

Samri: Makna Hari Kartini Perlu Dikembalikan Pada Esensi Perjuangan

21 April 2026 - 09:00 WITA

sam90987
Trending di BERITA DAERAH