Menu ✖

Mode Gelap
Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027 Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla Ahmad Yani Dorong Evaluasi Instalasi Listrik Pascakebakaran di Tenggarong, DPRD Siap Koordinasi dengan PLN

IKN NUSANTARA · 12 Mei 2026 09:00 WITA ·

DPRD Jateng Pelajari Pengembangan Pariwisata dan UMKM di IKN, Otorita Siapkan Nusantara Jadi Destinasi Kelas Dunia


 Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Senin (11/5/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara. Perbesar

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah pada Senin (11/5/2026). Dok: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menerima kunjungan kerja Komisi B dan Komisi E DPRD Jawa Tengah di Kantor Otorita IKN, Senin (11/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi ajang diskusi, studi banding, sekaligus pertukaran gagasan terkait pengembangan sektor pariwisata, penguatan UMKM, pemberdayaan masyarakat lokal, hingga pengelolaan tenaga kerja di kawasan IKN.

Dalam pertemuan itu, Otorita IKN memaparkan arah pembangunan Nusantara yang tidak hanya difokuskan sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai destinasi wisata unggulan berkelas dunia yang berbasis lingkungan dan budaya lokal.

Konsep tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk IKN yang menempatkan Nusantara sebagai kawasan pariwisata berkelanjutan melalui pengembangan wisata ramah lingkungan, wisata edukasi, hingga retret kebugaran yang mengedepankan kearifan lokal.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menegaskan bahwa pembangunan IKN dirancang untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia yang mampu memberikan dampak luas bagi daerah-daerah di sekitarnya.

“Kita akan menjadi superhub ekonomi Indonesia dari barat ke timur. Prinsipnya IKN akan mendongkrak ekonomi Indonesia,” ujar Bimo dalam pemaparannya.

Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata di IKN juga akan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi kawasan. Karena itu, berbagai fasilitas penunjang terus dipersiapkan guna mendukung kenyamanan dan pengalaman wisatawan.

Saat ini, Otorita IKN telah menyediakan peta visitasi wisata melalui aplikasi IKNOW yang memuat berbagai informasi layanan wisata secara interaktif. Aplikasi tersebut menyediakan informasi destinasi wisata, layanan transportasi umum, hingga panduan perjalanan atau travel guidebook yang dapat diakses masyarakat dan wisatawan.

Selain itu, sejumlah fasilitas wisata strategis juga tengah dikembangkan di kawasan IKN, seperti convention center, fasilitas kesehatan terpadu, pusat budaya Islam, pusat informasi wisatawan, pusat kuliner, botanical garden, hingga pusat kebudayaan Nusantara.

Sementara itu, beberapa destinasi wisata alam yang telah menjadi daya tarik dan mulai banyak dikunjungi masyarakat di antaranya Gunung Parung, Sungai Hitam Bekantan, Mangrove Mentawir, Goa Tapak Raja, dan Bukit Bangkirai.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sri Hartini, mengaku tertarik mempelajari konsep pembangunan IKN yang memadukan aspek ekonomi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara bersamaan.

“Kami sangat tertarik bagaimana konsep pembangunan pariwisata dan lingkungan di sekitar IKN, termasuk pemberdayaan masyarakat lokal, pelestarian budaya, dan penguatan UMKM. Kebetulan kami juga sedang menggarap raperda penanganan lahan kritis, sehingga mudah-mudahan kami bisa belajar dan bertukar pikiran bersama,” kata Sri.

Ia menilai pendekatan pembangunan di IKN dapat menjadi referensi penting bagi daerah lain, khususnya dalam menciptakan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Selain membahas pengembangan pariwisata, pertemuan tersebut juga menyoroti peluang keterlibatan masyarakat lokal dan pelaku UMKM dalam pembangunan IKN. Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk membuka ruang partisipasi bagi masyarakat agar pertumbuhan ekonomi di Nusantara dapat dirasakan secara inklusif.

Kunjungan kerja DPRD Jawa Tengah kemudian ditutup dengan peninjauan lapangan ke sejumlah kawasan pembangunan strategis di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, termasuk Istana Negara dan kawasan glamping yang kini mulai menjadi salah satu destinasi favorit pengunjung di Nusantara.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan

15 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n66

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n53

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2
Trending di IKN NUSANTARA