KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Samarinda bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melanjutkan pembahasan belanja dalam Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Pembahasan tersebut sekaligus menyoroti upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Kamis (13/8/2026). Pembahasan dilakukan untuk memastikan arah kebijakan anggaran 2027 dapat disusun sesuai kemampuan keuangan daerah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
Wakil Ketua II DPRD Kota Samarinda, Ahmad Vananzda, mengatakan pembahasan bersama TAPD tidak hanya berkutat pada komposisi belanja, tetapi juga mengevaluasi target PAD yang akan menjadi salah satu pijakan dalam penyusunan APBD 2027.
“Kita membahas PAD sekaligus belanja,” ujar Ahmad.
Menurutnya, secara umum DPRD dapat menerima penjelasan pemerintah daerah terkait rencana belanja yang dituangkan dalam PPAS 2027. Sejumlah pos belanja, termasuk belanja modal dan belanja lainnya, dinilai masih berada dalam koridor kebutuhan pembangunan Kota Samarinda.
Ahmad mengatakan DPRD lebih menaruh perhatian pada bagaimana anggaran yang tersedia dapat diarahkan untuk membiayai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Belanja pemerintah diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan administrasi pemerintahan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Belanja yang menyentuh masyarakat harus diperkuat,” katanya.
Dalam pembahasan PAD, Ahmad menjelaskan terdapat perbedaan target yang sebelumnya disampaikan pemerintah daerah dan DPRD. Pemkot Samarinda mengusulkan target PAD sekitar Rp1,2 triliun, sementara DPRD mendorong agar target tersebut dapat ditingkatkan hingga Rp1,5 triliun.
Setelah mempertimbangkan kemampuan daerah dalam merealisasikan pendapatan serta berbagai masukan dari TAPD, pembahasan kemudian mengarah pada angka Rp1,3 triliun sebagai target PAD yang dinilai lebih realistis untuk 2027.
“Kita ambil jalan tengah, menjadi Rp1,3 triliun,” jelas Ahmad.
Meski demikian, DPRD tetap mendorong pemerintah kota untuk mencari dan mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan yang potensial. Salah satu yang menjadi perhatian adalah optimalisasi program parkir berlangganan yang dinilai dapat menjadi instrumen untuk meningkatkan penerimaan daerah apabila dikelola secara efektif.
Ahmad menegaskan DPRD siap memberikan dukungan terhadap program tersebut apabila pemerintah daerah meminta dukungan lembaga legislatif. Menurutnya, peningkatan PAD membutuhkan komitmen bersama, termasuk dari masyarakat sebagai pengguna layanan pemerintah.
“Kami siap mendukung peningkatan PAD,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut anggota DPRD dapat menjadi contoh dalam penerapan program parkir berlangganan apabila kebijakan tersebut nantinya diberlakukan. Langkah itu dinilai dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Ahmad menambahkan, peningkatan PAD tidak dapat hanya dilakukan dengan menaikkan target setiap tahun. Pemerintah juga harus memastikan sumber-sumber pendapatan yang ada benar-benar dikelola secara optimal, transparan, dan tidak membebani masyarakat secara berlebihan.
Menurutnya, tren PAD Kota Samarinda dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan kecenderungan meningkat. Target yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,1 triliun pada 2025, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp1,2 triliun pada 2026, dan kini didorong mencapai Rp1,3 triliun pada 2027.
DPRD melihat tren tersebut masih memungkinkan untuk terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya apabila optimalisasi sumber pendapatan dilakukan secara konsisten.
“Bukan tidak mungkin 2028 bisa mencapai Rp1,5 triliun,” ungkap Ahmad.
Pembahasan Banggar bersama TAPD selanjutnya akan menjadi bagian dari tahapan penyusunan APBD Kota Samarinda Tahun Anggaran 2027. DPRD berharap seluruh program dan belanja yang nantinya disepakati memiliki dasar perencanaan yang jelas serta disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Dengan peningkatan PAD yang dibarengi pengelolaan belanja secara efektif, DPRD berharap APBD 2027 dapat memberikan dampak lebih besar terhadap pembangunan dan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Samarinda.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















