Menu

Mode Gelap
SFA Samarinda Turunkan Atlet Lapis Kedua dan Ketiga di Kebun Ndesa Open Fun Swimming KONI Samarinda Dorong Pembinaan Atlet Usia Dini untuk Perkuat Regenerasi Menuju PON 500 Atlet Ramaikan Kebun Ndesa Open Fun Swimming, Akuatik Samarinda Dorong Kompetisi Diperbanyak Dispora Samarinda Apresiasi Kebun Ndesa Open Fun Swimming, Jadi Ajang Jaring Bibit Atlet Porprov 500 Atlet dari Tujuh Daerah Ramaikan Kebun Ndesa Open Fun Swimming 2026 di Samarinda

BERITA DAERAH · 13 Agu 2026 18:00 WITA ·

APBD 2027 Samarinda Diproyeksikan Rp3,4 Triliun, Pemkot Prioritaskan Pelayanan Dasar


 Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengatakan PAD menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Untuk 2027, Pemkot Samarinda menargetkan PAD sekitar Rp1,3 triliun sebagai salah satu penopang APBD. Perbesar

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengatakan PAD menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah. Untuk 2027, Pemkot Samarinda menargetkan PAD sekitar Rp1,3 triliun sebagai salah satu penopang APBD.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melanjutkan pembahasan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027. Dalam rapat tersebut, pemerintah memproyeksikan APBD 2027 mencapai Rp3,4 triliun dengan fokus utama pada penguatan pelayanan dasar bagi masyarakat.

Pembahasan berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Kamis (13/8/2026). Selain membahas komposisi belanja, rapat juga mengevaluasi proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan arah pembangunan yang akan menjadi prioritas pada tahun anggaran mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, mengatakan PAD masih menjadi salah satu instrumen penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah. Pemerintah menargetkan PAD 2027 berada di kisaran Rp1,3 triliun, yang menjadi salah satu penopang utama APBD.

“PAD kita sekitar Rp1,3 triliun, sehingga total APBD diproyeksikan sekitar Rp3,4 triliun pada 2027,” ujar Neneng usai rapat.

Menurutnya, optimalisasi PAD akan terus dilakukan melalui penguatan berbagai sumber pendapatan daerah. Peningkatan kapasitas fiskal dinilai penting agar pemerintah memiliki ruang yang lebih besar dalam membiayai program-program pelayanan publik.

Fokus pada kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur

Neneng menjelaskan, arah kebijakan pembangunan 2027 pada dasarnya tidak mengalami perubahan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Namun, pemerintah akan memperkuat alokasi anggaran untuk sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Salah satu prioritas utama adalah pembiayaan layanan kesehatan, termasuk keberlanjutan program pembiayaan sekitar 51 ribu peserta BPJS yang ditanggung Pemerintah Kota Samarinda.

Selain kesehatan, sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur dasar juga tetap menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027.

“Kita lebih fokus pada pelayanan dasar, terutama kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan manfaat anggaran dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama melalui peningkatan kualitas layanan publik.

Proyek baru berskala besar belum menjadi prioritas

Meski pembangunan infrastruktur tetap berlanjut, Neneng memastikan Pemkot Samarinda tidak merencanakan proyek-proyek baru berskala besar pada 2027. Pemerintah memilih menyelesaikan berbagai pekerjaan yang telah berjalan agar manfaatnya dapat segera dinikmati masyarakat.

Menurutnya, penyelesaian proyek yang masih berlangsung lebih penting dibanding memulai pembangunan baru yang berpotensi membebani kemampuan fiskal daerah.

“Yang menjadi prioritas adalah menyelesaikan pekerjaan yang sudah berjalan,” katanya.

Pendekatan tersebut juga dilakukan untuk memastikan distribusi manfaat pembangunan lebih merata sekaligus menghindari munculnya proyek mangkrak akibat keterbatasan anggaran.

Teras Samarinda Tahap III belum masuk agenda

Terkait kelanjutan pembangunan Teras Samarinda Tahap III, Neneng menegaskan proyek tersebut belum menjadi bagian dari prioritas pembangunan 2027. Meski merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya, tahap baru tersebut dinilai masih dapat ditunda hingga kondisi fiskal daerah lebih memungkinkan.

Pemerintah, kata dia, memilih mengarahkan anggaran pada penyelesaian program yang telah berjalan serta memperkuat layanan dasar dibanding memulai proyek baru.

“Kita selesaikan dulu yang ada. Fokus kita tetap pelayanan masyarakat,” pungkas Neneng.

Pembahasan PPAS 2027 masih akan berlanjut antara Banggar DPRD dan TAPD sebelum ditetapkan sebagai dasar penyusunan APBD Kota Samarinda. DPRD dan pemerintah berharap struktur anggaran yang disusun mampu menjaga keseimbangan antara kemampuan keuangan daerah dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Meriahkan HUT RI, PWI Kukar Satukan Anggota Lewat Lomba dan Kebersamaan

15 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g9

Evakuasi Korban Kecelakaan di Samarinda Berujung Pemukulan Wakapolsek

14 Agustus 2026 - 23:00 WITA

g6

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Samarinda Segera Masuk Tahap Pembahasan RAPBD

14 Agustus 2026 - 22:00 WITA

g5

DPRD Samarinda Dorong Penguatan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran 2027

14 Agustus 2026 - 21:00 WITA

g4

APBD Samarinda 2027 Diproyeksi Rp3,3 Triliun, Andi Harun Tekankan Efisiensi dan Belanja Prioritas

14 Agustus 2026 - 19:00 WITA

g1

DPRD dan Pemkot Samarinda Sepakati KUA-PPAS 2027, Penyusunan APBD Masuk Tahap Berikutnya

14 Agustus 2026 - 18:00 WITA

f99
Trending di BERITA DAERAH