KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Penurunan debit air baku di sejumlah sumber utama mulai terpantau, meski kondisi tersebut hingga kini belum mengganggu kapasitas produksi maupun pelayanan air bersih kepada pelanggan.
Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan debit air baku memang mulai mengalami penurunan. Namun, kondisi tersebut masih berada dalam batas yang dapat dikendalikan sehingga perusahaan belum mengambil kebijakan untuk mengurangi produksi air bersih.
“Defisit air sudah mulai ada, tetapi masih dalam batas wajar,” kata Yudhi, Kamis (13/8/2026).
Saat ini, PTMB masih mempertahankan produksi pada kapasitas 100 persen. Di tengah potensi kemarau yang berlangsung lebih panjang, perusahaan juga terus menghitung kembali ketersediaan air baku dan kebutuhan pelayanan masyarakat untuk memastikan distribusi tetap berjalan normal.
Yudhi mengatakan PTMB akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengevaluasi pola pengambilan air baku. Langkah tersebut diperlukan agar pemanfaatan sumber air tetap terukur sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan di tengah penurunan debit.
Salah satu sumber yang menjadi perhatian adalah Waduk Manggar. Dalam kondisi normal, pengambilan air dari waduk tersebut berada di kisaran 1.150 liter per detik. Namun, apabila kondisi sumber air terus menurun, angka tersebut berpotensi disesuaikan menjadi sekitar 1.050 liter per detik.
Untuk menutup potensi kekurangan pasokan, PTMB juga mulai menyiapkan sejumlah sumber air alternatif. Salah satunya dengan memaksimalkan pemanfaatan embung serta mengusulkan izin produksi air dari Embung Wain menggunakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile.
“Air dari Embung Wain akan kami usulkan untuk diolah dengan IPA mobile,” ujar Yudhi.
Selain debit, penurunan juga mulai terlihat pada ketinggian muka air baku. Yudhi menyebut kondisi normal berada di atas 10 meter, sementara berdasarkan pemeriksaan terbaru, ketinggian air kini berada di kisaran 9 meter lebih.
Meski terjadi penurunan, kondisi tersebut belum membuat PTMB mengurangi kapasitas produksinya. Pelayanan kepada masyarakat masih berlangsung normal dan perusahaan berupaya mempertahankan produksi pada level maksimal selama kondisi sumber air masih memungkinkan.
PTMB juga menyiapkan skenario distribusi apabila pasokan air baku semakin terbatas atau kebutuhan masyarakat meningkat. Armada mobil tangki akan dioptimalkan untuk membantu memasok air ke wilayah yang membutuhkan.
Menurut Yudhi, penggunaan mobil tangki menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan secara cepat apabila terdapat wilayah yang mengalami gangguan pasokan akibat keterbatasan sumber air.
“Kalau kebutuhan tambahannya cukup dengan tangki, akan kami distribusikan menggunakan mobil tangki,” katanya.
Ia menegaskan, keputusan untuk mengurangi produksi air bersih tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa. PTMB akan terlebih dahulu melihat perkembangan debit sumber air, kebutuhan pelanggan serta hasil koordinasi dengan pihak terkait.
Pengelolaan air selama musim kemarau, kata dia, harus dilakukan secara hati-hati dan terukur. Di satu sisi, pelayanan kepada masyarakat harus tetap dipertahankan, sementara di sisi lain keberlanjutan sumber air baku juga harus dijaga.
Memasuki puncak musim kemarau, PTMB menempatkan kesiapan sumber air alternatif sebagai salah satu strategi utama untuk menjaga kontinuitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Balikpapan.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengantisipasi penurunan debit air baku sekaligus memastikan kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi. Dengan pemantauan sumber air, optimalisasi embung, koordinasi dengan BWS, serta kesiapan distribusi menggunakan mobil tangki, PTMB berupaya menjaga pelayanan tetap berjalan di tengah tekanan musim kemarau.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















