KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mendorong sektor perhotelan dan restoran di Kota Tepian terus berkembang serta mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian dan pendapatan daerah.
Hal tersebut disampaikan Helmi usai menghadiri Pelantikan Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Samarinda Periode 2026-2031 di Hotel Five Premier, Jalan Bhayangkara Nomor 58, Kelurahan Bugis, Kecamatan Samarinda Kota, Rabu (7/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Helmi menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus PHRI Samarinda yang baru dilantik di bawah kepemimpinan Leni Marlina. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda dalam mengembangkan sektor pariwisata, perhotelan, dan kuliner.
“Selamat kepada pengurus PHRI di bawah kepemimpinan Ibu Leni Marlina. Semoga semakin maju dan bersinergi dengan Pemkot Samarinda,” ujar Helmi.
Menurut Helmi, sektor hotel dan restoran memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Meningkatnya aktivitas pemerintahan, kegiatan masyarakat, maupun kunjungan dari luar daerah dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap tingkat hunian hotel dan aktivitas usaha restoran.
Namun, ia juga menyoroti kondisi pendapatan daerah dari sektor terkait yang hingga September 2026 berada di kisaran Rp166 miliar. Angka tersebut disebut mengalami penurunan dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp200 miliar.
Helmi menilai salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Kebijakan itu berdampak pada berkurangnya sejumlah kegiatan, terutama kegiatan pemerintahan yang bersifat seremonial dan selama ini turut menggunakan jasa hotel maupun restoran.
“Ada penurunan dibandingkan tahun lalu karena dampak efisiensi pemerintah,” jelasnya.
Ia berharap kebijakan pemerintah pusat terkait dana transfer ke daerah ke depan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan.
Menurutnya, meningkatnya aktivitas pemerintahan akan memberikan efek berantai terhadap sektor perhotelan dan restoran. Berbagai kegiatan seperti rapat, pertemuan, pelatihan, hingga agenda pemerintahan lainnya berpotensi melibatkan pelaku usaha hotel dan restoran di Samarinda.
“Kalau kegiatan pemerintah kembali meningkat, hotel-hotel di Samarinda juga akan banyak terlibat,” katanya.
PHRI Diminta Perkuat Promosi
Selain mendorong dukungan kebijakan pemerintah, Helmi meminta PHRI Samarinda lebih aktif mempromosikan potensi hotel dan restoran di Kota Tepian. Promosi dinilai penting untuk menarik lebih banyak tamu dari luar daerah sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi lokal.
Menurutnya, Samarinda memiliki peluang untuk mengembangkan sektor jasa dan pariwisata seiring dengan semakin banyaknya aktivitas ekonomi di Kalimantan Timur.
Dengan promosi yang lebih optimal dan dukungan berbagai pihak, Helmi optimistis tingkat kunjungan serta hunian hotel dapat meningkat. Kondisi tersebut pada akhirnya diharapkan turut mendongkrak pendapatan pelaku usaha dan daerah.
“Saya yakin pendapatan sektor hotel dan restoran bisa meningkat,” ujarnya.
Hotel Baru Buka Peluang Kerja
Selain berkontribusi terhadap perekonomian daerah, pertumbuhan sektor perhotelan juga dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Samarinda.
Helmi menyebut, setiap pembangunan hotel baru berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah tertentu. Ia mencontohkan, satu hotel dapat merekrut sekitar 10 hingga 20 pekerja, sehingga bertambahnya jumlah hotel akan membuka peluang kerja baru.
“Satu hotel bisa merekrut sekitar 10 sampai 20 orang. Kalau hotel bertambah, peluang kerja juga bertambah,” tuturnya.
Karena itu, Helmi berharap pengelola hotel yang baru maupun yang telah beroperasi dapat memprioritaskan masyarakat lokal, khususnya generasi muda Samarinda, dalam proses perekrutan tenaga kerja.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan kompetensi dan keterampilan sesuai kebutuhan industri perhotelan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai penting agar tenaga kerja lokal tidak hanya mengisi posisi staf, tetapi juga memiliki peluang menduduki jabatan yang lebih strategis.
“Anak muda Samarinda harus mempersiapkan kompetensinya agar bisa mengisi posisi strategis,” pungkas Helmi.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, PHRI, pelaku usaha, dan masyarakat, Helmi berharap sektor perhotelan dan restoran Samarinda dapat terus tumbuh, membuka lebih banyak lapangan kerja, sekaligus memberikan kontribusi yang semakin optimal terhadap perekonomian dan pendapatan daerah.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















