Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

BERITA DAERAH · 13 Okt 2026 15:00 WITA ·

Iswandi Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Samarinda, Tak Cukup Hanya Pelatihan dan Bantuan


 Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mendorong penguatan UMKM lokal melalui pemberdayaan berkelanjutan yang didukung kepastian pasar, akses permodalan, tempat usaha, dan standar produk. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mendorong penguatan UMKM lokal melalui pemberdayaan berkelanjutan yang didukung kepastian pasar, akses permodalan, tempat usaha, dan standar produk. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, mendorong penguatan ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal melalui sistem pemberdayaan yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya mengandalkan pelatihan keterampilan dan penyaluran bantuan, tetapi harus disertai kepastian pasar, akses permodalan, ketersediaan tempat usaha, hingga pemenuhan standar produk.

Hal tersebut disampaikan Iswandi saat memberikan keterangan kepada awak media KumalaNews.id di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2026). Ia menilai, pemberdayaan UMKM di Samarinda perlu diarahkan pada upaya membangun sistem usaha yang mampu memberikan dukungan nyata bagi pelaku usaha, mulai dari tahap produksi hingga pemasaran.

Menurut Iswandi, pelaku UMKM membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan keterampilan. Mereka juga harus memiliki akses untuk memasarkan produk, memperoleh modal usaha, serta mendapatkan ruang untuk mengembangkan bisnisnya agar mampu bertahan dan bersaing di tengah perkembangan ekonomi.

“Penguatan UMKM harus mengubah pola pemberdayaan. Bukan hanya pelatihan dan bantuan, tetapi juga memastikan adanya pembeli, modal, tempat usaha, standar produk, dan kepastian usaha,” ujar Iswandi.

Ia menegaskan, penguatan ekosistem UMKM perlu menjadi perhatian bersama, terutama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait. Dukungan yang terintegrasi dinilai penting agar pelaku usaha lokal tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan akses pasar dan persaingan dengan produk dari luar daerah.

Selain itu, Iswandi menyoroti pentingnya implementasi regulasi daerah sebagai landasan untuk memperkuat pemberdayaan UMKM. Menurutnya, peraturan yang telah disahkan harus diikuti dengan kebijakan dan program konkret sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro.

Ia menyebutkan, Kota Samarinda telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pemberdayaan, Pengembangan, dan Perlindungan Usaha Mikro. Keberadaan regulasi tersebut harus menjadi acuan dalam menyusun program kerja pemerintah daerah, termasuk memastikan dukungan anggaran yang memadai untuk menjalankan berbagai upaya pemberdayaan.

“Tugas DPRD bukan hanya membuat regulasi, tetapi juga memastikan peraturan daerah dijalankan dan diakomodasi dalam APBD,” tegasnya.

Lebih lanjut, Iswandi mendorong agar program pengembangan UMKM terintegrasi dengan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) dan badan usaha milik daerah (BUMD). Dengan begitu, kebijakan pemberdayaan tidak berjalan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah.

Ia juga menilai perlu adanya pembukaan peluang yang lebih luas bagi pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam rantai pasok pasar modern maupun kegiatan proyek pembangunan di Kota Samarinda. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.

Menurutnya, pemerintah daerah dapat berperan dalam mempertemukan pelaku UMKM dengan kebutuhan pasar, baik melalui kemitraan usaha maupun pemanfaatan peluang pengadaan barang dan jasa sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan cara tersebut, produk UMKM lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk terserap pasar dan meningkatkan kapasitas produksinya.

Iswandi berharap, penguatan ekosistem UMKM di Samarinda dapat diwujudkan melalui kebijakan yang konsisten, dukungan anggaran yang tepat sasaran, serta kerja sama lintas sektor. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan pelaku usaha, tetapi juga memberikan kepastian pasar dan mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

Dengan demikian, UMKM di Samarinda diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer

13 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n33

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n32

Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar

13 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n31

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n30

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

13 Oktober 2026 - 15:30 WITA

n29

Iswandi Dorong Penataan Zona Grosir dan Eceran Pasar Pagi Samarinda Segera Dituntaskan

13 Oktober 2026 - 14:30 WITA

n27
Trending di BERITA DAERAH