Menu ✖

Mode Gelap
Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota Pemkot Balikpapan Dorong Digitalisasi Data Bansos, Tekan Risiko Salah Sasaran 131 Paguyuban Jadi Kekuatan Balikpapan, Bagus Susetyo Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Lestarikan Budaya ISPA Tembus 3.100 Kasus, Dinkes Balikpapan Imbau Warga Waspadai Paparan Asap Karhutla Aris Mulyanata Imbau Warga Samarinda Tidak Membakar Sampah Sembarangan

BERITA DAERAH · 14 Okt 2026 14:00 WITA ·

Aris Mulyanata Soroti Rencana Peninggian Jalan Grand City, Warga Keledang Mas Khawatir Banjir


 Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, menyoroti rencana pembongkaran gerbang akses dan peninggian jalan sekitar 80 sentimeter di kawasan Grand City yang dikhawatirkan berdampak terhadap warga Perumahan Keledang Mas, Samarinda Seberang. Ia mendorong kajian dan sosialisasi bersama agar pembangunan tidak mengganggu akses warga maupun meningkatkan risiko banjir di lingkungan permukiman. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, menyoroti rencana pembongkaran gerbang akses dan peninggian jalan sekitar 80 sentimeter di kawasan Grand City yang dikhawatirkan berdampak terhadap warga Perumahan Keledang Mas, Samarinda Seberang. Ia mendorong kajian dan sosialisasi bersama agar pembangunan tidak mengganggu akses warga maupun meningkatkan risiko banjir di lingkungan permukiman. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata, menyoroti rencana pembangunan akses jalan di kawasan perumahan Grand City yang dikhawatirkan berdampak terhadap warga Perumahan Keledang Mas, Kecamatan Samarinda Seberang. Rencana pembongkaran gerbang akses dan peninggian ruas jalan sekitar 80 sentimeter menjadi perhatian masyarakat karena dinilai berpotensi memengaruhi akses keluar-masuk warga serta aliran air di lingkungan permukiman.

Persoalan tersebut disampaikan Aris kepada awak media, Rabu (14/10/2026), menyusul adanya aduan masyarakat yang meminta DPRD Kota Samarinda memfasilitasi audiensi terkait rencana pembangunan tersebut. Warga berharap rencana pekerjaan yang dilakukan pengembang dapat dikaji lebih lanjut dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Aris menegaskan, DPRD tidak menolak investasi maupun pembangunan kawasan perumahan. Namun, ia mengingatkan agar setiap rencana pembangunan tetap memperhatikan hak masyarakat sekitar, terutama menyangkut akses jalan, kenyamanan lingkungan, dan potensi dampak terhadap permukiman.

“Investasi dan pembangunan tentu kita dukung. Namun, jangan sampai kepentingan masyarakat yang terdampak justru terabaikan,” ujar Aris.

Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga ialah rencana pembongkaran gerbang akses Perumahan Keledang Mas. Selain itu, rencana peninggian jalan sekitar 80 sentimeter dari kondisi badan jalan saat ini juga menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait perubahan aliran air di kawasan permukiman.

Warga khawatir perubahan elevasi jalan tersebut dapat memengaruhi sistem drainase dan meningkatkan risiko genangan hingga banjir apabila tidak disertai perencanaan teknis yang memadai. Karena itu, dampak pembangunan terhadap lingkungan sekitar perlu dikaji sebelum pekerjaan direalisasikan.

Aris menyebutkan, warga telah menyampaikan surat pengaduan kepada DPRD Kota Samarinda agar persoalan tersebut mendapat perhatian dan ditindaklanjuti. Menanggapi hal itu, ia berencana mendorong pembahasan lebih lanjut dengan melibatkan pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan pengembang.

“Warga sudah menyampaikan aduan. Kami akan berupaya menindaklanjutinya agar persoalan ini mendapat kejelasan,” katanya.

Ia menjelaskan, aspek perizinan pengembang tidak sepenuhnya berada dalam kewenangan Komisi I DPRD Kota Samarinda. Meski demikian, DPRD dapat mendorong koordinasi dengan komisi terkait serta instansi pemerintah yang berwenang untuk memperoleh penjelasan mengenai rencana pembangunan, termasuk dampaknya terhadap akses jalan dan kondisi lingkungan permukiman.

Selain itu, Aris menekankan pentingnya sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat sebelum pembangunan dilaksanakan. Menurutnya, warga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana pekerjaan, perubahan kondisi jalan, dampak yang mungkin timbul, serta langkah mitigasi yang disiapkan pengembang.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang disampaikannya, pembangunan tersebut masih dalam tahap rencana dan belum dilaksanakan. Karena itu, masih terdapat kesempatan bagi pihak pengembang, pemerintah, dan masyarakat untuk berdialog serta mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak.

“Karena masih berupa rencana, sosialisasi harus dilakukan dengan baik. Jangan sampai pembangunan berjalan, tetapi warga sekitar justru dirugikan,” tegasnya.

Aris berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi terbuka dan pembahasan yang melibatkan seluruh pihak terkait. Kajian teknis mengenai akses jalan, sistem drainase, serta potensi banjir juga perlu menjadi pertimbangan sebelum keputusan pembangunan diambil.

Dengan koordinasi dan perencanaan yang matang, pembangunan kawasan perumahan diharapkan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan hak warga atas akses yang memadai, kenyamanan lingkungan, serta keamanan permukiman dari potensi genangan dan banjir.

 

ADV DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Dorong Digitalisasi Data Bansos, Tekan Risiko Salah Sasaran

14 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n57

131 Paguyuban Jadi Kekuatan Balikpapan, Bagus Susetyo Ajak Warga Perkuat Kerukunan dan Lestarikan Budaya

14 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n55

ISPA Tembus 3.100 Kasus, Dinkes Balikpapan Imbau Warga Waspadai Paparan Asap Karhutla

14 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n56

Aris Mulyanata Imbau Warga Samarinda Tidak Membakar Sampah Sembarangan

14 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n48

Deni Hakim Anwar Dorong Integrasi Data OPD, Cegah Jalan Samarinda Dibongkar Berulang

14 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n45

Penempatan Lapak Pasar Pagi Samarinda Dievaluasi, Pedagang Usulkan Lokasi Berdekatan

14 Oktober 2026 - 15:30 WITA

42
Trending di BERITA DAERAH