Menu ✖

Mode Gelap
36 Orang Positif Narkoba dalam Operasi Sarang Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan Samri Shaputra Dorong Samarinda Miliki TPU di Setiap Kecamatan, Raperda Pemakaman Masuk Finalisasi Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan Wakasat Lantas Polresta Samarinda Dukung Pengawasan Kendaraan Berat di Jalan Pustaka TP PKK Balikpapan Perkuat Digitalisasi, Bagikan Masker, dan Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi

IKN NUSANTARA · 15 Okt 2026 19:00 WITA ·

Kongres XX PDHI Digelar di IKN, Perkuat Sinergi Kesehatan Hewan dan Kedaulatan Pangan


 Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membuka Kongres XX Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara, Kamis (15/10/2026). Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, membuka Kongres XX Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Kantor Bersama 3, KIPP Nusantara, Kamis (15/10/2026). Foto: Humas Otorita IKN.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi lokasi pembukaan Kongres XX Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) yang berlangsung di Kantor Bersama 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara, Kamis (15/10/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Dokter Hewan Mewujudkan Kedaulatan Pangan Nasional” ini menjadi wadah bagi para dokter hewan, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk memperkuat peran profesi veteriner dalam mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, serta perlindungan satwa dan lingkungan.

Kongres tersebut mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia untuk membahas tantangan dan peluang dalam bidang kesehatan hewan. Selain menjadi forum organisasi profesi, kegiatan ini juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan kesehatan yang berkaitan dengan manusia, hewan, dan lingkungan.

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik pelaksanaan kongres di Nusantara. Menurutnya, kehadiran PDHI memiliki arti penting dalam mendukung pembangunan IKN, khususnya melalui kontribusi dokter hewan terhadap kesehatan hewan, peningkatan produksi pangan, dan pelestarian lingkungan.

Basuki juga menyoroti potensi pengembangan peternakan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitar IKN. Ia menceritakan upayanya memelihara ayam dengan harapan hasilnya kelak dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat di wilayah Sepaku.

“Saya memelihara ayam dengan harapan, jika berhasil, hasilnya bisa diberikan kepada desa-desa di Sepaku untuk membantu penanganan stunting,” ujar Basuki.

Ia berharap, pengetahuan dan pengalaman para dokter hewan dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan hewan sekaligus mendukung ketersediaan sumber pangan bergizi bagi masyarakat.

Apresiasi terhadap penyelenggaraan kongres juga disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Nuryani Zainuddin. Ia menilai Kongres XX PDHI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi perjalanan profesi dokter hewan sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan nasional.

Nuryani turut mengapresiasi Pengurus Besar PDHI dan Otorita IKN yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara organisasi profesi, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk menjawab tantangan di sektor peternakan dan kesehatan hewan.

“Kongres ke-20 PDHI merupakan momentum penting bagi perjalanan organisasi profesi dokter hewan Indonesia. Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraannya,” kata Nuryani.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PDHI, M. Munawaroh, menyampaikan terima kasih kepada Otorita IKN atas dukungan terhadap pelaksanaan kongres di Nusantara. Ia berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat peran dokter hewan sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antaranggota dari berbagai daerah.

Munawaroh juga mengajak para peserta dan pihak terkait untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan IKN secara akurat kepada masyarakat.

“Atas nama PDHI, saya mengucapkan terima kasih kepada Otorita IKN yang telah memfasilitasi kongres ini. Kami juga mengajak semua pihak memberitakan perkembangan IKN secara benar,” ungkapnya.

Selain agenda kongres, rangkaian kegiatan di KIPP Nusantara turut diisi dengan sosialisasi zoonosis dan animal rescue atau penyelamatan satwa. Kegiatan ini membahas upaya pencegahan penyakit yang dapat menular antara hewan dan manusia serta penanganan satwa dalam kondisi darurat yang mengancam keselamatannya.

Salah satu materi yang dibahas adalah mitigasi risiko zoonosis saat terjadi kebakaran hutan. Dalam kondisi tersebut, satwa dapat berpindah dari habitat alaminya dan berpotensi lebih sering berinteraksi dengan manusia maupun hewan domestik. Situasi ini perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko penularan penyakit lintas spesies.

Pembahasan tersebut menekankan pentingnya pendekatan One Health, yakni konsep yang mengintegrasikan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Pendekatan ini membutuhkan dukungan surveilans, penilaian risiko bersama, komunikasi kepada masyarakat, serta penanganan terpadu yang melibatkan berbagai sektor.

Materi animal rescue juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Pengetahuan mengenai penyelamatan satwa dan hewan peliharaan dalam situasi darurat, termasuk kebakaran hutan, diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan serta mendorong penanganan yang lebih tepat terhadap satwa terdampak.

Melalui Kongres XX PDHI dan sosialisasi zoonosis serta animal rescue, Otorita IKN bersama para pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam bidang kesehatan hewan, ketahanan pangan, dan perlindungan lingkungan. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Nusantara yang berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem dan kesehatan masyarakat.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Otorita IKN Teken Kerja Sama Investasi Rp3,7 Triliun, Bangun Hunian ASN dan Fasilitas Kota

14 Oktober 2026 - 19:00 WITA

n53

Otorita IKN Buka Kanal Aspirasi RDTR Kawasan Penyangga, Masyarakat Bisa Beri Masukan hingga 22 Oktober

12 Oktober 2026 - 10:00 WITA

n12

IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan

9 Oktober 2026 - 12:30 WITA

m63

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Delegasi REAAA Kagumi Perkembangan Nusantara, Soroti Konsep Kota Berkelanjutan

5 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m2

Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Penataan Tahura Bukit Soeharto

1 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l65
Trending di IKN NUSANTARA