Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Desak PLN Percepat Perbaikan Listrik dan Pertamina Atasi Kelangkaan BBM DPRD Kukar Soroti 400 Titik LPJU Rusak di Anggana, Perbaikan Jadi Prioritas DPRD Kukar Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Daerah Karhutla di Balikpapan Mulai Menurun, BPBD Catat 138 Kejadian dengan Luas 98,2 Hektare Nurul Amin Beri Dukungan dan Jersey untuk Kontingen PWI Kukar di Porwada Kaltim 2026

BERITA DAERAH · 2 Nov 2026 18:30 WITA ·

Karhutla di Balikpapan Mulai Menurun, BPBD Catat 138 Kejadian dengan Luas 98,2 Hektare


 Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa kejadian karhutla mulai menurun. Jika sebelumnya mencapai tiga hingga empat kejadian per hari, kini rata-rata hanya satu hingga dua kejadian. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, menyampaikan bahwa kejadian karhutla mulai menurun. Jika sebelumnya mencapai tiga hingga empat kejadian per hari, kini rata-rata hanya satu hingga dua kejadian. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Frekuensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Balikpapan mulai menunjukkan penurunan seiring perubahan kondisi cuaca. Meski demikian, ancaman kebakaran masih perlu diwaspadai. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 138 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 98,2 hektare selama periode musim kemarau tahun ini.

Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan intensitas kebakaran saat ini mulai berkurang dibandingkan saat puncak musim kemarau. Jika sebelumnya petugas dapat menangani tiga hingga empat kejadian kebakaran lahan dalam sehari, kini jumlahnya rata-rata berkisar satu hingga dua kejadian.

“Saat ini kejadian karhutla mulai menurun. Sebelumnya bisa tiga sampai empat kali dalam sehari, sekarang rata-rata satu hingga dua kejadian,” ujar Usman saat ditemui di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Senin (2/11/2026).

Meski jumlah kejadian mulai berkurang, luas lahan yang terbakar menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi ancaman serius bagi wilayah tersebut. Berdasarkan data BPBD, kebakaran terjadi di enam kecamatan dengan sebaran yang tidak merata.

Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan jumlah kejadian tertinggi, yakni 55 kasus. Disusul Balikpapan Selatan sebanyak 33 kejadian dan Balikpapan Utara 29 kejadian. Selanjutnya, Balikpapan Tengah mencatat 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, serta Balikpapan Kota satu kejadian.

Selain faktor cuaca dan kondisi lahan yang kering, BPBD juga menyoroti adanya dugaan pembakaran lahan secara sengaja di kawasan Kariangau, Balikpapan Utara. Peristiwa yang dilaporkan terjadi pada malam hari tersebut menjadi perhatian karena diduga tidak semata-mata disebabkan kondisi alam.

“Di kawasan Kariangau terdapat indikasi pembakaran secara sengaja yang terjadi pada malam hari. Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Balikpapan Utara untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Usman menegaskan, BPBD telah menjalin koordinasi dengan pihak kepolisian agar dugaan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu didalami oleh pihak berwenang untuk memastikan faktor pemicunya.

Di tengah tren penurunan karhutla, BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengurangi kewaspadaan terhadap potensi bencana lainnya. Berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Balikpapan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang perlu diantisipasi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu bersiap menghadapi berbagai kemungkinan. Hujan lebat berpotensi menimbulkan banjir dan genangan di sejumlah kawasan. Sementara itu, dampak kemarau panjang berupa keterbatasan pasokan air bersih juga belum sepenuhnya teratasi.

“BMKG telah menyampaikan potensi hujan dengan intensitas tinggi. Karena itu, masyarakat perlu bersiap menghadapi kemungkinan banjir maupun persoalan krisis air bersih yang belum sepenuhnya pulih,” jelas Usman.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla maupun bencana hidrometeorologi, terutama memasuki masa peralihan kondisi cuaca. Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Penurunan jumlah kejadian karhutla diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bersama. Dengan demikian, risiko kebakaran maupun dampak cuaca ekstrem di Kota Balikpapan dapat ditekan.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Desak PLN Percepat Perbaikan Listrik dan Pertamina Atasi Kelangkaan BBM

2 November 2026 - 20:00 WITA

p95

DPRD Kukar Soroti 400 Titik LPJU Rusak di Anggana, Perbaikan Jadi Prioritas

2 November 2026 - 19:30 WITA

p94

DPRD Kukar Gandeng Perguruan Tinggi Perkuat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Daerah

2 November 2026 - 19:00 WITA

p93

Nurul Amin Beri Dukungan dan Jersey untuk Kontingen PWI Kukar di Porwada Kaltim 2026

2 November 2026 - 18:00 WITA

p91

KONI Samarinda Matangkan Persiapan Porprov Kaltim, Target Pertahankan Juara Umum

2 November 2026 - 17:30 WITA

p88

Perkuat Sektor Perikanan, Anggana Dorong Koperasi dan SPBU Nelayan hingga Optimalisasi TPI

2 November 2026 - 17:00 WITA

p90
Trending di BERITA DAERAH