Menu ✖

Mode Gelap
Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027 Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla Ahmad Yani Dorong Evaluasi Instalasi Listrik Pascakebakaran di Tenggarong, DPRD Siap Koordinasi dengan PLN

BERITA DAERAH · 20 Mar 2025 15:15 WITA ·

Miliki Ratusan Hektare Lahan, Desa Bukit Pariaman Hasilkan 3 Sampai 4 Ton Produk Pertanian Sekali Panen


 Miliki Ratusan Hektare Lahan, Desa Bukit Pariaman Hasilkan 3 Sampai 4 Ton Produk Pertanian Sekali Panen Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, merupakan salah satu desa di Kutai Kartanegara (Kukar) yang memiliki luas wilayah daratan yang cukup besar.

Pasalnya, Desa Bukit Pariaman memiliki tanah yang cukup subur serta potensi di sektor pertanian menjadi keunggulan di desa tersebut.

Dalam hal itu, Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi menyebut, luas lahan pertanian yang dimiliki wilayahnya sekitar 600 hektare.

Dimana lahan tersebut ditanami oleh berbagai tanaman palawija, sayuran dan padi yang dapat menghasilkan beberapa ton sekali panen.

“Lahan 600 Hektare itu dimanfaatkan untuk perkebunan dan persawahan,” ungkap Sugeng Riyadi, Kamis (20/03/2025).

“Tak hanya itu, para petani disini kalau sekali panen bisa hasilkan 3 sampai 4 ton,” sambung Sugeng Riyadi.

Sugeng Riyadi juga mengungkapkan bahwa, untuk pengairan persawahan di Desa Bukit Pariaman ini masih menggunakan sistem tadah hujan, sehingga para petani hanya mampu melakukan panen 2 kali dalam setahun.

Menurutnya, jika cuaca dan curah hujan bagus, para petani dapat menghasilkan hingga 4 ton dalam sekali panen.

Namun, jika cuaca tidak mendukung para petani dapat mengalami gagal panen.

“Berbeda dengan daerah luar, kita masih mengandalkan tadah hujan dan tergantung sama cuaca,” beber Sugeng Riyadi.

Dengan adanya beberapa kendala tersebut tak ayal membuat para petani kehilangan semangat untuk terus bercocok tanam.

Pasalnya, dengan keuletan dan ketekunan para petani, membuat Desa Bukit Pariaman ini menjadi salah satu daerah penyumbang padi terbesar di Kutai Kartanegara.

Meski memiliki keterbatasan, namun para petani di Desa Bukit Pariaman terus berusaha untuk memaksimalkan sektor pertanian dengan intervensi dari Pemerintah Desa dan pihak lainnya.

“Walaupun ditengah keterbatasan kita masih melakukan yang terbaik, sehingga berhasil menjadi salah satu desa yang menyumbang beras terbesar di Kukar,” ujar Sugeng Riyadi.

“Semoga kedepannya pemerintah melalui OPD terkait bisa memberikan bantuan, sehingga bisa ditingkatkan lagi produksi pertanian kita,” tutup Sugeng Riyadi.(ADV/DiskominfoKukar)

Penulis : Indirwan | Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83

Ahmad Yani Dorong Evaluasi Instalasi Listrik Pascakebakaran di Tenggarong, DPRD Siap Koordinasi dengan PLN

16 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n79

DPRD Samarinda Beri Edukasi Mahasiswa Untag tentang Fungsi dan Kewenangan Legislatif

16 Oktober 2026 - 15:30 WITA

n82
Trending di BERITA DAERAH