KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, secara resmi melepas ratusan peserta off-roader dalam ajang Blusukan Alam Kukar (Blukar) 2026 yang digelar di halaman Kantor Dispora Kukar, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dengan rute perjalanan dari Kecamatan Tenggarong Seberang menuju Kecamatan Tabang.
Dalam sambutannya, Aulia menyampaikan bahwa kegiatan Blukar tahun ini mengusung konsep overland, yang lebih menekankan pada perjalanan menikmati alam dibandingkan medan ekstrem.
“Kami ingin peserta bisa menikmati langsung keindahan alam Kukar. Beberapa titik yang dilalui juga merupakan kawasan wisata yang memiliki daya tarik tersendiri,” ujarnya.
Ia menilai, konsep tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi peserta untuk menikmati panorama alam, sekaligus mengenal potensi wisata yang tersebar hingga wilayah pedalaman.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar, Aji Ali Husni, menjelaskan bahwa Blukar merupakan kegiatan tahunan yang kini memasuki pelaksanaan kelima. Berbeda dari sebelumnya, tahun ini rute diperluas hingga Kecamatan Tabang.
“Biasanya kegiatan seperti ini belum pernah menjangkau Tabang. Padahal wilayah seperti Kenohan, Kembang Janggut, hingga Tabang memiliki potensi alam dan budaya yang luar biasa,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada olahraga otomotif, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan sport tourism melalui kolaborasi antara Dispora dan Dinas Pariwisata.
Selama tiga hari dua malam, para peserta akan menempuh perjalanan panjang melintasi sejumlah kecamatan, mulai dari Tenggarong, Sebulu, Muara Kaman, hingga desa-desa di Kenohan seperti Sebelimbingan, Tuana Tuha, Teluk Muda, Lamin Telihan, dan Lamin Pulut. Di setiap titik, peserta akan disambut masyarakat setempat dengan pertunjukan seni tradisional.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Desa Pulau Pinang di Kecamatan Kembang Janggut hingga tiba di Bulusen, Kecamatan Tabang sebagai titik akhir hari pertama. Peserta dijadwalkan tiba pada sore hari dan langsung berkemah di kawasan Lamin Gio.
Pada malam hari, kegiatan diisi dengan interaksi bersama masyarakat dan menikmati pertunjukan seni lokal. Selanjutnya, di hari kedua, peserta akan menjelajahi kawasan sekitar Tabang, termasuk perkebunan dan destinasi air terjun yang menjadi lokasi berkemah berikutnya.
Aji Ali Husni menambahkan, kegiatan ini menuntut kemandirian peserta, termasuk dalam penyediaan perlengkapan pribadi serta jaminan keselamatan seperti BPJS.
“Peserta harus mandiri karena konsepnya petualangan alam. Panitia lebih berperan sebagai fasilitator,” tegasnya.
Melalui kegiatan Blukar 2026, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat di wilayah pedalaman semakin dikenal luas, sehingga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















