Menu

Mode Gelap
SFA Samarinda Turunkan Atlet Lapis Kedua dan Ketiga di Kebun Ndesa Open Fun Swimming KONI Samarinda Dorong Pembinaan Atlet Usia Dini untuk Perkuat Regenerasi Menuju PON 500 Atlet Ramaikan Kebun Ndesa Open Fun Swimming, Akuatik Samarinda Dorong Kompetisi Diperbanyak Dispora Samarinda Apresiasi Kebun Ndesa Open Fun Swimming, Jadi Ajang Jaring Bibit Atlet Porprov 500 Atlet dari Tujuh Daerah Ramaikan Kebun Ndesa Open Fun Swimming 2026 di Samarinda

OLAHRAGA · 15 Agu 2026 15:00 WITA ·

500 Atlet dari Tujuh Daerah Ramaikan Kebun Ndesa Open Fun Swimming 2026 di Samarinda


 Foto bersama Sekretaris Panitia Agus Daryanto, Ketua Umum KONI Samarinda Wahyudi, dan Ketua Akuatik Indonesia Kota Samarinda Kornelius Thalar usai kegiatan Kebun Ndesa Open Fun Swimming 2026. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Foto bersama Sekretaris Panitia Agus Daryanto, Ketua Umum KONI Samarinda Wahyudi, dan Ketua Akuatik Indonesia Kota Samarinda Kornelius Thalar usai kegiatan Kebun Ndesa Open Fun Swimming 2026. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Sebanyak 500 atlet muda dari tujuh daerah ambil bagian dalam Kebun Ndesa Open Fun Swimming Kejuaraan Renang Antar Pelajar Tahun 2026 di Kota Samarinda. Ajang tersebut digelar di Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndesa Tanah Merah, Jalan Merapi RT 14, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (15/8/2026).

Kejuaraan ini mengusung konsep fun swimming sebagai ruang pembinaan bagi atlet-atlet muda, khususnya mereka yang belum memiliki pengalaman maupun prestasi di tingkat provinsi. Konsep tersebut dirancang agar atlet pemula memiliki kesempatan berkompetisi dalam suasana yang lebih menyenangkan tanpa harus berhadapan langsung dengan perenang yang telah memiliki prestasi tinggi.

Sekretaris Panitia, Agus Daryanto, mengatakan ajang tersebut menjadi salah satu upaya memberikan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan motivasi atlet muda untuk terus berlatih.

“Konsepnya fun swimming, agar semua atlet bisa menikmati pertandingan,” ujar Agus.

Ia menjelaskan, peserta yang telah memiliki prestasi di tingkat provinsi, baik melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) maupun ajang resmi tingkat provinsi lainnya, tidak diperkenankan mengikuti kelas fun swimming. Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keseimbangan kompetisi dan memberikan ruang yang lebih luas kepada atlet pemula.

Peserta kejuaraan tidak hanya berasal dari Samarinda, tetapi juga sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Tengah. Tujuh daerah tersebut meliputi Samarinda, Balikpapan, Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara, Berau, serta Barito Timur dan Palangkaraya dari Kalimantan Tengah.

“Pesertanya sekitar 500 atlet dari tujuh daerah,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, kategori fun swimming dibagi berdasarkan kelompok umur, mulai dari kelompok umur satu hingga kelompok umur lima, serta kategori pemula. Pembagian tersebut dilakukan agar peserta dapat bertanding dengan atlet yang memiliki rentang usia dan tingkat kemampuan relatif seimbang.

Selain kelas fun swimming, panitia juga menyediakan kelas prestasi yang diperuntukkan bagi pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA. Kelas ini menjadi wadah bagi atlet yang telah memiliki pengalaman dan prestasi agar tetap dapat berkompetisi tanpa mengurangi kesempatan bagi peserta pemula.

“Untuk yang sudah berprestasi, kami siapkan kelas prestasi,” jelas Agus.

Menurut Agus, Kebun Ndesa Open Fun Swimming merupakan agenda tahunan yang pada 2026 memasuki tahun kedua penyelenggaraan. Antusiasme peserta tahun ini juga disebut mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Jumlah peserta tercatat meningkat sekitar 10 hingga 12 persen dari tahun lalu. Kondisi tersebut menunjukkan minat pelajar terhadap olahraga renang sekaligus kejuaraan dengan konsep pembinaan semakin tinggi.

“Peserta tahun ini naik sekitar 10 sampai 12 persen,” ungkapnya.

Agus berharap kejuaraan tersebut dapat terus digelar pada tahun-tahun berikutnya dengan jumlah peserta yang semakin banyak dan kualitas pertandingan yang semakin baik. Ia juga berharap para atlet yang mengikuti ajang tersebut dapat menjadikan pengalaman bertanding sebagai modal untuk meningkatkan kemampuan.

“Harapannya bisa kembali digelar tahun depan,” pungkasnya.

Lebih dari sekadar pertandingan antarpelajar, Agus menilai konsep fun swimming dapat menjadi langkah awal bagi atlet muda untuk berkembang menuju level kompetisi yang lebih tinggi. Pengalaman yang diperoleh dari kejuaraan tersebut diharapkan mendorong para peserta untuk mengikuti berbagai ajang renang resmi yang masuk dalam kalender pertandingan.

Dengan demikian, semangat fun swimming tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan atlet renang muda yang mampu berprestasi di tingkat daerah hingga nasional.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

SFA Samarinda Turunkan Atlet Lapis Kedua dan Ketiga di Kebun Ndesa Open Fun Swimming

15 Agustus 2026 - 19:00 WITA

g16

KONI Samarinda Dorong Pembinaan Atlet Usia Dini untuk Perkuat Regenerasi Menuju PON

15 Agustus 2026 - 18:00 WITA

g15

500 Atlet Ramaikan Kebun Ndesa Open Fun Swimming, Akuatik Samarinda Dorong Kompetisi Diperbanyak

15 Agustus 2026 - 17:00 WITA

g14

Dispora Samarinda Apresiasi Kebun Ndesa Open Fun Swimming, Jadi Ajang Jaring Bibit Atlet Porprov

15 Agustus 2026 - 16:00 WITA

g13

Semarak HUT RI ke-81, PWI Kukar Gelar Turnamen Domino dan Biliar untuk Wartawan

14 Agustus 2026 - 09:00 WITA

f86

Berangkat Mandiri, Atlet Muaythai Kaltim Bawa Pulang 3 Emas dan 1 Perunggu

10 Agustus 2026 - 15:00 WITA

f20
Trending di BERITA DAERAH