Menu

Mode Gelap
Kebakaran Lahan di Samarinda Naik Lima Kali Lipat, 90 Persen Dipicu Aktivitas Manusia Kemarau Panjang Ganggu Dua IPA, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki Untuk Warga Balikpapan Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan SAMS Sepinggan, Penumpang Turun 30 Persen Pantai Dusit Markoni Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan Balikpapan Penataan Lantai Enam Dan Tujuh Pasar Pagi Samarinda Gunakan Partisi, Pemkot Tunggu Data Pedagang

OLAHRAGA · 15 Agu 2026 18:00 WITA ·

KONI Samarinda Dorong Pembinaan Atlet Usia Dini untuk Perkuat Regenerasi Menuju PON


 Ketua Umum KONI Samarinda, Wahyudi atau Haji Yudi, usai menghadiri pembukaan Kebun Ndesa Open Fun Swimming 2026 di Samarinda Utara, Sabtu (15/8/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Umum KONI Samarinda, Wahyudi atau Haji Yudi, usai menghadiri pembukaan Kebun Ndesa Open Fun Swimming 2026 di Samarinda Utara, Sabtu (15/8/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda mendorong agar pembinaan atlet usia dini di berbagai cabang olahraga (cabor) terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan regenerasi atlet tetap berjalan sekaligus menyiapkan talenta muda menghadapi persaingan olahraga di tingkat yang lebih tinggi.

Ketua Umum KONI Kota Samarinda, Wahyudi atau yang akrab disapa Haji Yudi, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri pembukaan Kebun Ndesa Open Fun Swimming Kejuaraan Renang Antarpelajar Tahun 2026 di Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndesa, Jalan Merapi RT 14, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (15/8/2026).

Menurut Haji Yudi, semakin banyak kompetisi yang melibatkan atlet usia pelajar akan memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman bertanding sejak dini. Kompetisi juga menjadi sarana untuk memantau perkembangan atlet sekaligus mengukur kemampuan mereka secara bertahap.

“Event usia dini penting untuk menjaga regenerasi atlet,” ujar Haji Yudi.

Ia menilai pembinaan tidak cukup dilakukan hanya ketika atlet akan menghadapi kejuaraan besar. Proses tersebut harus dimulai sejak usia dini melalui latihan yang terarah dan kompetisi yang rutin sehingga atlet memiliki mental bertanding serta pengalaman menghadapi berbagai situasi pertandingan.

Karena itu, KONI Samarinda berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh cabor di Kota Samarinda. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong klub dan organisasi olahraga untuk terus menciptakan ruang kompetisi bagi atlet muda.

“Kami terus mendukung setiap kegiatan cabor di Samarinda,” katanya.

Haji Yudi berharap pembinaan yang berjalan di Samarinda tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap kekuatan olahraga Kalimantan Timur di tingkat nasional. Ia menargetkan prestasi atlet Kaltim ke depan dapat semakin meningkat dan mampu bersaing untuk menembus posisi tiga besar nasional.

Menurutnya, target tersebut membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dicapai secara instan. Karena itu, pembinaan atlet usia dini harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dengan melibatkan cabor, klub, pelatih, pemerintah, KONI, serta dukungan keluarga atlet.

Anggaran Terbatas, Pembinaan Tetap Berjalan

Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, Haji Yudi mengakui penyelenggaraan dan pembinaan olahraga menghadapi sejumlah tantangan. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan proses pembinaan atlet.

Ia justru mengapresiasi keterlibatan orang tua yang ikut mendukung berbagai kegiatan olahraga secara swadaya. Dukungan tersebut membuat sejumlah kompetisi tetap dapat berlangsung dan memberikan kesempatan kepada atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“Dengan swadaya orang tua, event tetap bisa berjalan,” ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, KONI, pengurus cabor, klub, pelatih, dan orang tua menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan. Setiap pihak memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan atlet sejak usia dini.

KONI Samarinda berharap konsistensi penyelenggaraan kompetisi usia dini, termasuk kejuaraan renang antarpelajar, dapat menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial.

Dengan semakin banyaknya atlet muda yang mendapatkan kesempatan berlatih dan bertanding, regenerasi di berbagai cabang olahraga diharapkan semakin kuat. Dalam jangka panjang, mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan Samarinda dan Kalimantan Timur dalam menghadapi berbagai kejuaraan nasional hingga PON mendatang.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Padel Mulai Dilirik KONI Samarinda, Diproyeksikan Jadi Cabor Andalan

1 September 2026 - 19:00 WITA

h53

Bukan Sekadar Otot, Ini Aspek yang Dinilai Juri di JOS Fitness Open Bodycontest 2026

23 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h12

PBFI Kaltim Dorong Kompetisi Fitness Jadi Wadah Lahirkan Atlet Berprestasi

23 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h11

Dimas Wira Jadikan JOS Fitness Open Body Contest 2026 Batu Loncatan ke Kompetisi Lebih Tinggi

23 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h10

JOS Fitness Open Body Contest Diharapkan Jadi Kawah Atlet Fitness Kaltim

23 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h9

PBFI Samarinda Perkuat Pembinaan Atlet, Bidik Juara Umum Porprov Kaltim

23 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h8
Trending di OLAHRAGA