KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Swim & Dive First Academy (SFA) Samarinda memastikan kesiapan para atletnya mengikuti Kebun Ndesa Open Fun Swimming Kejuaraan Renang Antarpelajar Tahun 2026 di Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndesa, Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (15/8/2026).
Kejuaraan tersebut menjadi salah satu agenda yang dimanfaatkan SFA Samarinda untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet muda, khususnya perenang yang masih minim jam terbang. Dalam keikutsertaan tahun ini, SFA sengaja menurunkan atlet lapis kedua dan ketiga agar mereka terbiasa menghadapi atmosfer kompetisi.
Pelatih Kepala sekaligus Pendiri SFA Samarinda, Jonathan Gultom, mengatakan seluruh atlet yang diturunkan telah dipersiapkan melalui program latihan sesuai kelompok pembinaan masing-masing.
“Anak-anak SFA sudah siap mengikuti event ini,” ujar Jonathan.
Ia menjelaskan, program latihan SFA dibagi dalam beberapa kelas, yakni kompetisi, development, dan pemula. Atlet kelas kompetisi menjalani latihan dua kali sehari, yakni pagi dan sore, sedangkan kelas development serta pemula mengikuti latihan satu kali sehari.
Pembinaan tersebut mencakup atlet dengan rentang usia cukup luas, mulai dari sekitar 4,5 tahun hingga 17 tahun. Menurut Jonathan, pembagian kelas diperlukan agar program latihan dapat disesuaikan dengan usia, kemampuan, serta tingkat pengalaman masing-masing atlet.
“Usia atlet kami mulai dari 4,5 tahun hingga 17 tahun,” jelasnya.
Jonathan menyebut Kebun Ndesa Open Fun Swimming tahun ini diikuti peserta dari berbagai daerah. Selain klub dan atlet dari Samarinda, peserta juga datang dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Timur hingga Kalimantan Tengah.
Kondisi tersebut dinilai memberikan keuntungan bagi atlet karena mereka dapat bertemu dengan perenang dari berbagai daerah sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi karakter pertandingan yang berbeda.
Utamakan Pengalaman Bertanding
Jonathan menegaskan, SFA tidak menjadikan kejuaraan kali ini semata-mata sebagai ajang mengejar medali. Fokus utama adalah memberikan kesempatan kepada atlet yang belum banyak mengikuti perlombaan untuk meningkatkan keberanian dan pengalaman bertanding.
Karena itu, atlet lapis kedua dan ketiga yang diturunkan mayoritas berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga awal Sekolah Menengah Pertama (SMP). Beberapa atlet tingkat SMA juga masuk dalam kelompok tersebut karena masih dalam tahap mengembangkan kemampuan renang secara serius.
“Target kami memberikan yang terbaik, bukan juara di semua nomor,” katanya.
Menurut Jonathan, pengalaman mengikuti pertandingan sejak usia dini penting dalam membentuk mental atlet. Atlet yang terbiasa mengikuti kompetisi akan lebih siap ketika nantinya tampil pada kejuaraan dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Selain kemampuan teknis, SFA juga memberikan perhatian terhadap kondisi fisik atlet selama mengikuti pertandingan. Jonathan mengingatkan para atlet untuk menjaga keseimbangan antara latihan, istirahat, dan asupan nutrisi.
Ia menyebut atlet yang menjalani latihan dengan intensitas tinggi membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar proses pemulihan tubuh berjalan optimal. Asupan makanan juga harus diperhatikan dengan memenuhi kebutuhan protein dan karbohidrat secara seimbang.
“Setelah latihan, atlet harus cukup istirahat dan menjaga nutrisi,” ungkapnya.
Dorong Dukungan untuk Pembinaan Atlet Muda
Jonathan berharap pembinaan renang usia dini di Samarinda mendapat dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kota Samarinda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda.
Menurutnya, kompetisi seperti Kebun Ndesa Open Fun Swimming memiliki peran penting sebagai wadah untuk menemukan sekaligus mengembangkan bibit atlet renang. Kejuaraan rutin juga memberikan kesempatan bagi klub untuk mengukur perkembangan atlet melalui pertandingan nyata.
“Di sinilah lumbung bibit atlet Samarinda dan Kaltim,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan lebih banyak klub dan peserta. Kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, pengelola venue, dan klub dinilai penting agar ekosistem pembinaan renang dapat berkembang secara berkelanjutan.
Dengan semakin banyaknya kompetisi dan pembinaan sejak usia dini, SFA Samarinda optimistis akan semakin banyak perenang muda yang memiliki pengalaman, mental bertanding, serta kemampuan untuk bersaing di tingkat daerah hingga nasional.
“Semoga event seperti ini terus didukung dan rutin digelar,” pungkas Jonathan.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















