Menu ✖

Mode Gelap
Disnaker Balikpapan Ubah Pola Pelatihan Kerja, Kini Berbasis Kebutuhan Dunia Usaha Dinkes Balikpapan Dorong Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Kanker Dishub Balikpapan Evaluasi Pengelolaan Parkir, Dorong Tertib Lalu Lintas dan Optimalisasi PAD PT BKS Kembali Terima Pengembalian Kerugian, Total Capai Rp4,2 Miliar Bunda Rina Dorong Samarinda Miliki Rumah Aman bagi Korban KDRT dan Kekerasan Seksual

BERITA DAERAH · 8 Okt 2026 22:00 WITA ·

Dinkes Balikpapan Dorong Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Kanker


 Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan untuk melakukan deteksi dini guna mencegah penyakit berkembang lebih lanjut. Foto: M. Hilmansyah. Perbesar

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, mendorong masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan untuk melakukan deteksi dini guna mencegah penyakit berkembang lebih lanjut. Foto: M. Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mendorong masyarakat meningkatkan upaya pencegahan kanker sejak dini dan tidak menunggu hingga muncul gejala. Pencegahan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui vaksinasi, pemeriksaan kesehatan rutin serta penerapan pola hidup sehat.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan deteksi dini menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui risiko maupun kondisi penyakit sebelum berkembang lebih lanjut. Masyarakat juga diminta memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mendapatkan layanan pemeriksaan yang tersedia.

“Jangan takut melakukan deteksi dini. Manfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di puskesmas,” ujar Alwiati, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, pemerintah terus mendorong berbagai langkah preventif, salah satunya melalui pemberian vaksin Human Papillomavirus (HPV) kepada anak usia sekolah dasar. Vaksinasi tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah infeksi HPV yang berkaitan dengan kanker serviks.

“Untuk mencegah kanker serviks, kami terus melakukan vaksinasi HPV pada anak usia sekolah dasar,” katanya.

Namun, Alwiati menegaskan vaksinasi bukan satu-satunya langkah pencegahan. Masyarakat tetap perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala karena sejumlah penyakit, termasuk kanker, dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Untuk perempuan, Dinkes Balikpapan mendorong pemanfaatan pemeriksaan HPV DNA dan metode deteksi dini kanker serviks lainnya. Sementara untuk kanker payudara, masyarakat diminta lebih mengenali perubahan pada tubuh dan segera berkonsultasi apabila menemukan kondisi yang tidak biasa.

Menurut Alwiati, rasa takut terhadap hasil pemeriksaan justru dapat membuat seseorang terlambat mendapatkan penanganan. Karena itu, masyarakat perlu membangun kesadaran bahwa pemeriksaan dini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan, bukan sesuatu yang harus dihindari.

Rokok Jadi Salah Satu Faktor Risiko

Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes Balikpapan turut menyoroti faktor risiko kanker yang dapat dikendalikan melalui perubahan perilaku, salah satunya kebiasaan merokok.

Upaya membangun perilaku hidup sehat dinilai perlu menyasar generasi muda, termasuk mahasiswa. Kelompok tersebut diharapkan tidak hanya memahami dampak buruk rokok bagi kesehatan, tetapi juga mampu menjadi contoh dan penggerak kampanye hidup sehat di lingkungan masing-masing.

“Mahasiswa adalah agen perubahan. Kami berharap mereka menjadi contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat,” ungkap Alwiati.

Menurutnya, upaya tersebut juga sejalan dengan penerapan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Kota Balikpapan. Lingkungan pendidikan dan perguruan tinggi dinilai memiliki posisi strategis untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus mengurangi paparan asap rokok.

Karena itu, pemerintah daerah akan terus memperkuat kolaborasi dengan masyarakat, akademisi, mahasiswa dan media dalam menyosialisasikan pentingnya KTR serta pencegahan penyakit, termasuk kanker.

Penerapan KTR juga perlu didukung dengan pengawasan dan penegakan aturan. Pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku dapat dikenakan sanksi sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Alwiati berharap mahasiswa dan generasi muda tidak berhenti pada pemahaman mengenai bahaya kanker dan rokok. Mereka diharapkan turut menyebarkan informasi mengenai pentingnya deteksi dini dan pola hidup sehat kepada keluarga maupun masyarakat.

“Mahasiswa bisa menjadi corong kampanye pencegahan kanker. Jadilah contoh dalam menerapkan perilaku hidup sehat,” pungkasnya.

Melalui penguatan pencegahan, deteksi dini, vaksinasi dan penerapan pola hidup sehat, Dinkes Balikpapan berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin meningkat. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menekan faktor risiko serta mendorong masyarakat mendapatkan penanganan lebih cepat apabila ditemukan indikasi penyakit.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Disnaker Balikpapan Ubah Pola Pelatihan Kerja, Kini Berbasis Kebutuhan Dunia Usaha

8 Oktober 2026 - 23:00 WITA

m51

Dishub Balikpapan Evaluasi Pengelolaan Parkir, Dorong Tertib Lalu Lintas dan Optimalisasi PAD

8 Oktober 2026 - 21:00 WITA

m49

PT BKS Kembali Terima Pengembalian Kerugian, Total Capai Rp4,2 Miliar

8 Oktober 2026 - 20:00 WITA

m48

Bunda Rina Dorong Samarinda Miliki Rumah Aman bagi Korban KDRT dan Kekerasan Seksual

8 Oktober 2026 - 19:00 WITA

m47

Novan Serap Aspirasi Warga, Dorong APBD Samarinda Lebih Prioritas dan Tepat Sasaran

8 Oktober 2026 - 18:00 WITA

m46

Dies Natalis Ke-12, ITK Didorong Jadi Penggerak Teknologi dan Inovasi Kalimantan

8 Oktober 2026 - 17:00 WITA

m45
Trending di BERITA DAERAH