KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat masih dalam kondisi aman. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga pangan akibat musim kemarau dan fenomena El Nino yang berisiko memengaruhi produksi serta distribusi komoditas dari daerah pemasok.
Kewaspadaan tersebut diperlukan karena sebagian kebutuhan pangan masyarakat Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Gangguan produksi di wilayah penghasil maupun kendala distribusi berpotensi memengaruhi ketersediaan barang dan memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, mengatakan beras dan cabai menjadi dua komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus. Pemerintah terus memantau perkembangan pasokan sekaligus memperkuat komunikasi dengan distributor untuk menjaga kelancaran distribusi dan kestabilan harga di pasar.
“Kondisi saat ini perlu diantisipasi karena sedang terjadi El Nino dan musim kemarau. Kami berharap distributor tidak memainkan harga dan tetap menjaga ketersediaan pasokan,” ujar Haemusri, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, komunikasi dengan distributor menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan stok dan pasokan dari daerah penghasil. Melalui koordinasi tersebut, pemerintah dapat mengantisipasi lebih awal apabila terjadi gangguan produksi atau distribusi yang berpotensi memengaruhi kebutuhan pangan di Balikpapan.
Untuk komoditas beras, Haemusri menyebut persediaan yang tersedia saat ini mencapai sekitar 1.500 ton. Stok tersebut diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Januari mendatang.
“Untuk beras, stok kita sekitar 1.500 ton dan diperkirakan mencukupi sampai Januari,” katanya.
Meski ketersediaan beras masih tergolong aman, Pemkot Balikpapan tidak ingin hanya bergantung pada persediaan yang ada. Kelancaran pasokan dari daerah penghasil tetap menjadi perhatian, terutama apabila kondisi cuaca berdampak terhadap hasil panen dan ketersediaan komoditas pangan.
Selain beras, cabai juga menjadi salah satu komoditas yang diwaspadai karena harganya relatif mudah mengalami perubahan. Faktor cuaca, tingkat produksi, serta kelancaran distribusi dapat memengaruhi pasokan cabai ke pasar dan berdampak langsung terhadap harga jual kepada masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Disdag Balikpapan menyiapkan koordinasi melalui rapat pembahasan barang kebutuhan pokok dan barang penting. Pertemuan tersebut akan membahas kesiapan pasokan sekaligus merumuskan langkah pengendalian harga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Upaya tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pemerintah menghadapi momentum hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan sejumlah bahan pokok. Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat, pengawasan terhadap ketersediaan barang dan perkembangan harga dinilai perlu diperkuat.
Koordinasi lintas sektor bersama distributor diharapkan dapat membantu pemerintah mendeteksi lebih dini potensi gangguan pasokan. Dengan demikian, langkah penanganan dapat segera dilakukan sebelum kondisi tersebut berdampak lebih luas terhadap harga kebutuhan pokok di pasar.
Selain memperkuat koordinasi distribusi, Pemkot Balikpapan juga memiliki opsi intervensi melalui program pangan murah. Program ini dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama ketika terjadi tekanan harga pada komoditas tertentu.
Pemkot Balikpapan berharap para distributor turut berperan menjaga stabilitas pasokan dan harga dengan memastikan distribusi berjalan lancar serta tidak melakukan praktik yang dapat merugikan konsumen.
Dengan ketersediaan beras yang diperkirakan mencukupi hingga Januari, pemantauan harga secara berkala, dan penguatan koordinasi dengan daerah pemasok, pemerintah berupaya menjaga stabilitas pangan di Balikpapan. Langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menekan risiko kenaikan harga akibat dampak El Nino dan musim kemarau sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















