Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

BERITA DAERAH · 26 Okt 2026 14:30 WITA ·

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker


 Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan penurunan kasus ISPA di tengah fluktuasi kualitas udara dan mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker serta menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, menyampaikan penurunan kasus ISPA di tengah fluktuasi kualitas udara dan mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker serta menjaga kesehatan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menunjukkan tren penurunan pada Oktober 2026. Di tengah kondisi kualitas udara yang masih berfluktuasi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 6.157 kasus ISPA hingga Oktober, lebih rendah dibandingkan September yang mencapai sekitar 7.772 kasus.

Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan penurunan tersebut menjadi perkembangan positif di tengah dinamika Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sempat berada pada level mengkhawatirkan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta menjaga kesehatan dan mengantisipasi dampak paparan polusi udara, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

“Alhamdulillah, meski ISPU naik turun, kasus ISPA di Balikpapan tidak ikut meningkat,” ujar Alwiati, Senin (26/10/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masyarakat dinilai mulai lebih memperhatikan upaya perlindungan diri, termasuk menggunakan masker ketika berada di luar ruangan dan mengurangi aktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

Alwiati menegaskan, penggunaan masker tetap penting sebagai langkah pencegahan, khususnya ketika kualitas udara memburuk. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan perlu terus ditingkatkan agar risiko gangguan pernapasan dapat diminimalkan.

Selain itu, kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan selama periode kualitas udara memburuk dinilai turut membantu mengurangi paparan polusi terhadap anak-anak. Dengan berkurangnya aktivitas di luar ruangan, risiko anak terpapar udara yang kurang sehat diharapkan dapat ditekan.

“PJJ saat ISPU tinggi turut memberikan dampak positif bagi kesehatan, terutama anak-anak. Penggunaan masker juga tetap kami harapkan,” katanya.

Dinkes Balikpapan juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia). Kelompok tersebut diimbau membatasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara menurun dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan serupa ditujukan kepada masyarakat usia produktif yang masih banyak melakukan kegiatan di luar rumah. Menurut Alwiati, perlindungan terhadap kesehatan pernapasan perlu menjadi perhatian bersama, bukan hanya ketika kondisi udara mencapai tingkat pencemaran yang tinggi.

Untuk memperkuat upaya pencegahan, Dinkes turut mengajak perusahaan-perusahaan di Balikpapan berpartisipasi membantu masyarakat, salah satunya melalui penyediaan masker. Dukungan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh perlindungan sekaligus meningkatkan kedisiplinan dalam menggunakan masker.

“Kami mengimbau perusahaan membantu masyarakat dengan menyediakan masker agar penggunaannya lebih disiplin, terutama saat beraktivitas di luar ruangan,” ungkapnya.

Warga Diminta Segera Berobat Jika Mengalami Gejala ISPA

Di samping upaya pencegahan, Dinkes Balikpapan mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, demam, atau sesak napas perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

Alwiati menjelaskan, masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan bersama BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan dapat dilakukan di puskesmas maupun rumah sakit agar gejala yang dialami dapat diketahui dan ditangani lebih awal.

“Jika merasa sakit, masyarakat bisa segera datang ke fasilitas kesehatan dengan menggunakan kartu JKN atau BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Menurut Alwiati, pemeriksaan sejak dini penting untuk mencegah kondisi kesehatan berkembang menjadi lebih berat, termasuk pneumonia. Karena itu, masyarakat diharapkan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengganggu, terlebih jika keluhan semakin parah atau disertai kesulitan bernapas.

Hingga saat ini, Dinkes Balikpapan menyatakan belum menemukan kasus pneumonia maupun kematian yang berkaitan dengan kondisi tersebut dalam konteks peningkatan ISPA akibat kualitas udara.

“Alhamdulillah, sejauh ini belum ada kasus pneumonia maupun kematian,” ujarnya.

Meski jumlah kasus ISPA mengalami penurunan dari sekitar 7.772 kasus pada September menjadi 6.157 kasus pada Oktober 2026, Dinkes meminta masyarakat tetap waspada. Fluktuasi kualitas udara menjadi alasan penting bagi warga untuk terus menerapkan langkah pencegahan, mulai dari menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat udara memburuk, hingga segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pernapasan.

Dinkes berharap kesadaran masyarakat dan dukungan berbagai pihak dapat terus dipertahankan sehingga kesehatan warga Balikpapan tetap terlindungi di tengah perubahan kualitas udara.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rahmad Mas’ud Rotasi 17 Pejabat Pemkot Balikpapan, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

26 Oktober 2026 - 16:30 WITA

o98

Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi

26 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o95

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:30 WITA

o96

Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o94

MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o91

GPM Balikpapan Diserbu Warga, Omzet Hari Pertama Tembus Rp56,37 Juta

26 Oktober 2026 - 13:30 WITA

o90
Trending di BERITA DAERAH