Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

BERITA DAERAH · 24 Okt 2026 14:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Ajak Perusahaan Ikut Lestarikan Bangunan Bersejarah


 Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kutai Kartanegara yang menyimpan nilai sejarah dan menjadi bagian penting dari warisan budaya daerah. Foto: Indirwan. Perbesar

Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin menjadi salah satu bangunan bersejarah di Kutai Kartanegara yang menyimpan nilai sejarah dan menjadi bagian penting dari warisan budaya daerah. Foto: Indirwan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana mendorong keterlibatan perusahaan swasta dalam pelestarian bangunan dan situs bersejarah di sejumlah kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat upaya menjaga warisan budaya daerah agar tetap terawat dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang, terutama di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Muhammad Saidar, mengatakan pelestarian peninggalan sejarah membutuhkan dukungan berbagai pihak, tidak hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi situs bersejarah dinilai dapat membantu pemeliharaan bangunan maupun lingkungan di sekitarnya.

Menurut Saidar, sejumlah peninggalan bersejarah tersebar di berbagai kecamatan di Kukar dan membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi dengan sektor swasta menjadi salah satu peluang untuk menjaga kondisi fisik bangunan sekaligus mempertahankan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.

Salah satu contoh terdapat di Kecamatan Sangasanga. Di wilayah tersebut, terdapat bangunan peninggalan Belanda yang kini dimanfaatkan sebagai kantor perusahaan dan tetap mendapatkan perawatan.

Keberadaan bangunan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan bangunan bersejarah dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian. Namun, pemanfaatannya tetap perlu memperhatikan kondisi fisik dan nilai sejarah agar karakter asli bangunan tidak hilang.

Saidar berharap pola serupa dapat diterapkan oleh perusahaan lain yang beroperasi di wilayah dengan potensi peninggalan sejarah. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya menjalankan aktivitas usaha, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menjaga warisan budaya yang berada di sekitarnya.

“Ke depan, kami berharap perusahaan yang beroperasi di wilayah dengan objek bersejarah dapat ikut membantu pemeliharaannya,” ujar Saidar, Sabtu (24/10/2026).

Ia menjelaskan, upaya pelestarian juga dilakukan melalui koordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan, terutama apabila ditemukan objek yang mengalami kerusakan atau membutuhkan penanganan khusus.

Jika terdapat kerusakan pada bangunan maupun situs bersejarah, Disdikbud Kukar akan menyampaikan laporan kepada pihak Balai agar dapat ditindaklanjuti oleh tim ahli. Langkah tersebut diperlukan karena penanganan cagar budaya harus memperhatikan karakteristik dan ketentuan pelestarian yang berlaku.

Selain dukungan pemerintah dan perusahaan, komunitas lokal juga memiliki peran penting dalam menjaga peninggalan sejarah. Di Sangasanga, misalnya, komunitas setempat turut membantu merawat sejumlah objek bersejarah meskipun belum mendapatkan dukungan anggaran khusus.

Menurut Saidar, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelestarian, terutama pada lokasi yang belum memiliki petugas pemeliharaan secara khusus. Kepedulian komunitas juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga peninggalan sejarah di lingkungan masing-masing.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Balai Pelestarian Kebudayaan, komunitas lokal, dan sektor swasta, Disdikbud Kukar berharap pemeliharaan bangunan bersejarah dapat berjalan lebih optimal.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kondisi fisik bangunan dan situs, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah serta identitas budaya Kutai Kartanegara. Dengan dukungan berbagai pihak, peninggalan masa lalu diharapkan tetap terjaga dan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.

 

ADV Diskominfo Kutai Kartanegara
Pewarta : Indirwan
Editor  : Rudy M
@2026
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rahmad Mas’ud Rotasi 17 Pejabat Pemkot Balikpapan, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

26 Oktober 2026 - 16:30 WITA

o98

Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi

26 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o95

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:30 WITA

o96

Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o94

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker

26 Oktober 2026 - 14:30 WITA

o92

MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o91
Trending di BERITA DAERAH