KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong upaya pencegahan kanker serviks melalui program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) bagi aparatur sipil negara (ASN) perempuan dan keluarga di lingkungan pemerintah kota. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tahun 2026, yang dilaksanakan melalui kolaborasi Pemkot Balikpapan, Korpri, PT Bio Farma, dan tenaga kesehatan.
Asisten III Bidang Administrasi Pembangunan Pemkot Balikpapan, Andi Sri Juliarty, mengatakan program vaksinasi tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan ASN sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
Hal itu disampaikannya saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan dalam kegiatan vaksinasi HPV, Senin (26/10/2026). Ia menegaskan, kesehatan menjadi modal utama bagi ASN untuk menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
“Atas nama Pemkot Balikpapan, kami mengapresiasi Korpri, PT Bio Farma, tenaga kesehatan, dan panitia yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Andi Sri Juliarty.
Menurutnya, pengabdian Korpri tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga perlu diiringi kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan pegawai beserta keluarganya. Karena itu, program vaksinasi HPV diharapkan menjadi salah satu langkah nyata untuk membangun lingkungan kerja yang sehat dan produktif.
Andi menjelaskan, kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan dengan infeksi HPV. Upaya pencegahan melalui vaksinasi, edukasi kesehatan, serta pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mengurangi risiko penyakit tersebut.
“Menjaga kesehatan tidak harus menunggu sampai sakit. Kita perlu membiasakan pencegahan dan memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa vaksinasi HPV bukan satu-satunya langkah untuk mencegah kanker serviks. Masyarakat tetap perlu mengikuti edukasi kesehatan serta menjalani pemeriksaan atau skrining sesuai usia dan rekomendasi tenaga kesehatan.
Andi meminta peserta mengikuti tahapan vaksinasi sesuai jadwal yang ditentukan. Bagi peserta yang memerlukan beberapa dosis, penyelesaian rangkaian vaksinasi perlu diperhatikan agar pemberiannya sesuai dengan rekomendasi medis.
“Kami berharap peserta mengikuti edukasi dan menuntaskan rangkaian vaksinasi sesuai jadwal,” tegasnya.
Selain itu, seluruh kepala perangkat daerah diminta turut menyosialisasikan program tersebut kepada ASN di lingkungan kerja masing-masing. Informasi mengenai persyaratan peserta, jadwal pelaksanaan, biaya apabila ada, serta tahapan vaksinasi lanjutan perlu disampaikan secara jelas agar program dapat dimanfaatkan secara optimal.
419 Peserta Telah Mendapatkan Vaksinasi HPV
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan sekaligus Ketua Panitia HUT ke-55 Korpri, Alwiati, mengatakan vaksinasi HPV merupakan bagian dari upaya pencegahan penyakit yang perlu dilakukan secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya menyasar perempuan usia produktif, tetapi juga anak-anak melalui program imunisasi di sekolah.
Ia menjelaskan, pemberian vaksin HPV bagi anak sekolah mencakup siswi kelas 5 dan 6 sekolah dasar serta kelas 9, sesuai dengan program dan ketentuan imunisasi yang berlaku.
“Vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah infeksi yang dapat menyebabkan kanker serviks,” kata Alwiati.
Ia menyebutkan, kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang disampaikannya, pada 2022 diperkirakan terdapat sekitar 660 ribu kasus kanker serviks di dunia dengan sekitar 350 ribu kematian.
Sementara di Indonesia, pada tahun yang sama diperkirakan terdapat sekitar 36 ribu kasus baru dan 21 ribu kematian akibat penyakit tersebut. Angka ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.
Karena itu, menurut Alwiati, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui beberapa langkah, termasuk vaksinasi HPV dan pemeriksaan HPV DNA. Vaksinasi bertujuan memberikan perlindungan terhadap tipe HPV penyebab penyakit, sedangkan pemeriksaan HPV DNA digunakan untuk mendeteksi keberadaan materi genetik HPV berisiko tinggi.
“Selain vaksinasi HPV, kami juga melaksanakan skrining HPV DNA untuk mendukung deteksi dini,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program vaksinasi di lingkungan Pemkot Balikpapan, Alwiati menyampaikan bahwa sebanyak 419 peserta telah mendapatkan vaksin HPV, termasuk peserta yang telah menyelesaikan hingga dosis ketiga. Selain itu, terdapat 75 peserta baru yang mengikuti vaksinasi.
“Total sudah 419 peserta mendapatkan vaksinasi, termasuk yang telah menyelesaikan dosis ketiga. Ada juga 75 peserta baru,” jelasnya.
Alwiati berharap program tersebut dapat meningkatkan partisipasi ASN perempuan dalam upaya pencegahan kanker serviks. Ia juga mendorong peserta untuk tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan meskipun telah mendapatkan vaksinasi, karena skrining tetap diperlukan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Korpri, penyedia vaksin, dan tenaga kesehatan, program ini diharapkan dapat memperluas akses terhadap layanan pencegahan kanker serviks sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan ASN dan keluarga.
Dalam kesempatan yang sama, Andi Sri Juliarty turut mengingatkan ASN dan jajaran Pemkot Balikpapan agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut disampaikan menyusul kondisi kualitas udara di Balikpapan yang masih terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Pemkot Balikpapan berharap peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dapat dilakukan secara menyeluruh, baik melalui pencegahan penyakit seperti kanker serviks maupun perlindungan diri dari paparan udara yang kurang sehat.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















