KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, terus mendorong pelestarian dan pengembangan kebudayaan melalui kegiatan ekspresi budaya di ruang publik. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng komunitas seni dan budaya untuk membuka ruang kreativitas bagi para penggiat seni sekaligus mendekatkan aktivitas kebudayaan kepada masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Muhammad Saidar, mengatakan bidang kebudayaan memiliki lima program utama yang berorientasi pada pemajuan kebudayaan daerah. Program tersebut mencakup pengelolaan kebudayaan, kesenian tradisional, pelestarian cagar budaya, serta sejumlah program lain yang mendukung keberlangsungan kebudayaan di Kukar.
Menurut Saidar, ekspresi budaya menjadi salah satu kegiatan yang mendukung visi dan program Bupati Kukar dalam mengembangkan kebudayaan daerah. Melalui kegiatan ini, pemerintah memberikan kesempatan kepada komunitas dan penggiat seni untuk menampilkan kreativitas, menjaga tradisi, serta menghidupkan ruang publik melalui aktivitas yang positif.
Salah satu kegiatan yang mendapat dukungan Disdikbud Kukar berlangsung di Taman Musik Tenggarong. Di lokasi tersebut, komunitas Takiru secara rutin menggelar kegiatan seni dan budaya setiap malam Minggu sebagai wadah bagi masyarakat untuk menikmati sekaligus mengenal beragam ekspresi kebudayaan lokal.
“Untuk saat ini, kegiatan yang kami dukung berada di Taman Musik bersama komunitas Takiru. Mereka rutin menggelar kegiatan budaya setiap malam Minggu,” ujar Saidar, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan di Taman Musik Tenggarong tidak hanya menjadi ruang bagi komunitas untuk menampilkan karya seni, tetapi juga mendorong pemanfaatan fasilitas publik sebagai tempat berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat. Dengan adanya kegiatan rutin tersebut, ruang publik diharapkan semakin hidup dan memiliki nilai tambah bagi aktivitas sosial serta kebudayaan.
Selain di Tenggarong, kegiatan ekspresi seni dan budaya juga berlangsung di Kecamatan Loa Kulu. Para penggiat seni yang tergabung dalam komunitas setempat turut melaksanakan kegiatan kebudayaan secara rutin sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga dan mengembangkan seni lokal.
Meski memiliki tujuan yang sama, dukungan terhadap kedua kegiatan tersebut berasal dari sumber yang berbeda. Kegiatan komunitas Takiru di Taman Musik Tenggarong mendapat dukungan anggaran dari Disdikbud Kukar, sedangkan kegiatan seni dan budaya di Loa Kulu didukung melalui kegiatan dari pemerintah desa setempat.
Perbedaan sumber dukungan tersebut tidak mengurangi peran kedua komunitas dalam mengembangkan aktivitas kebudayaan di tengah masyarakat. Sebaliknya, keterlibatan berbagai pihak menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas seni, dan masyarakat.
Saidar menegaskan, keberadaan komunitas menjadi bagian penting dalam upaya pemajuan kebudayaan. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga diperlukan keterlibatan para penggiat seni agar kegiatan kebudayaan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui dukungan terhadap kegiatan ekspresi budaya, Disdikbud Kukar berharap semakin banyak komunitas yang aktif menampilkan kreativitas dan melestarikan tradisi daerah. Ruang publik juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat pertunjukan, interaksi sosial, serta pengenalan seni dan budaya kepada generasi muda.
Ke depan, sinergi antara pemerintah dan komunitas seni diharapkan terus berkembang sehingga kegiatan kebudayaan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menjaga identitas lokal, memperkuat kecintaan terhadap tradisi, dan mendorong pemajuan kebudayaan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















