KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengajak masyarakat untuk terus melestarikan budaya lokal, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga kerukunan antarwarga. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri pergelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kelurahan Bukuan ke-65 yang dirangkai dengan Bersih Desa Tahun 2026, Selasa (27/10/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola SDN 004, Jalan Nahkoda RT 14, Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, itu dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, mantan lurah, seniman, serta warga Bukuan dan sekitarnya. Pergelaran tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi yang telah tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Andi Harun mengapresiasi panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, pergelaran wayang kulit dan tradisi Bersih Desa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang penting untuk dipertahankan.
Ia mengingatkan bahwa keberadaan tradisi merupakan bagian dari identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itu, generasi muda perlu mengenal sejarah daerahnya agar memahami perjalanan dan perkembangan lingkungan tempat mereka tumbuh.
“Acara seperti ini harus terus dilestarikan. Generasi muda perlu mengetahui sejarah Palaran, termasuk sejarah kelurahannya,” ujar Andi Harun.
Ia juga mendorong pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk menghimpun serta mendokumentasikan sejarah lokal. Informasi mengenai asal-usul wilayah, cerita masyarakat, perjalanan pemerintahan, hingga perkembangan kelurahan diharapkan dapat disusun menjadi buku sejarah yang bisa menjadi sumber pengetahuan bagi generasi mendatang.
Menurutnya, dokumentasi sejarah penting untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan Kota Samarinda. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mengenal budaya melalui pertunjukan, tetapi juga memahami nilai dan sejarah yang melatarbelakanginya.
Selain pelestarian budaya, Andi Harun menekankan pentingnya menjaga nilai gotong royong yang menjadi bagian dari tradisi Bersih Desa. Ia mengatakan, partisipasi masyarakat tidak harus diwujudkan melalui sumbangan uang, tetapi juga dapat berupa makanan, tenaga, maupun bantuan lain sesuai kemampuan masing-masing.
“Gotong royong jangan sampai hilang. Tidak harus dengan uang, bisa melalui makanan atau tenaga. Yang penting, ada kepedulian terhadap kampung sendiri,” tegasnya.
Ia menilai, semangat saling membantu menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat hubungan antarwarga. Dengan kebersamaan, berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan dapat terus berjalan tanpa membebani satu pihak saja.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun turut menyoroti perkembangan Kecamatan Palaran yang menjadi salah satu kawasan pertumbuhan ekonomi dan industri di Samarinda. Menurutnya, aktivitas perusahaan di wilayah tersebut perlu diiringi dengan kontribusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan membahas mekanisme dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Untuk mendukung upaya tersebut, camat dan lurah diminta menyusun perencanaan kebutuhan kegiatan masyarakat secara terukur agar koordinasi dengan dunia usaha dapat berjalan lebih baik.
Melalui perencanaan yang matang, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat dikelola secara lebih terarah. Pemerintah Kota Samarinda juga akan mempertimbangkan bentuk kontribusi untuk mendukung peringatan hari jadi kelurahan dan kegiatan tradisi masyarakat pada tahun-tahun mendatang.
Selain membahas kebudayaan dan pemberdayaan masyarakat, Andi Harun mengingatkan warga mengenai kondisi kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air bersih. Ia menyebut pemerintah telah melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk membantu wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Pemerintah, lanjutnya, juga mengkaji kemungkinan pemanfaatan sumber air alternatif melalui pengeboran di daerah yang membutuhkan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat ketika ketersediaan sumber air baku mengalami penurunan.
Menutup sambutannya, Andi Harun berharap peringatan Hari Jadi Kelurahan Bukuan ke-65 dapat terus menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas daerah, menjaga tradisi, dan meningkatkan kepedulian sosial masyarakat.
Ia mengajak warga untuk menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kedamaian, merawat lingkungan, serta mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pergelaran wayang kulit dan tradisi Bersih Desa, nilai-nilai budaya dan gotong royong diharapkan tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi muda. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, kegiatan kebudayaan juga diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kehidupan sosial masyarakat Kelurahan Bukuan dan Kecamatan Palaran.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















