KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Suasana haru mewarnai acara pisah sambut Kapolresta Samarinda dari pejabat lama Kombes Pol. Hendri Umar, S.I.K., M.H., kepada pejabat baru Kombes Pol. Eko Novan Prasetyo Puspito, S.I.K., M.Si. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi Hendri Umar untuk menyampaikan rasa terima kasih sekaligus mengenang perjalanan pengabdiannya selama kurang lebih dua tahun di Kota Tepian.
Kegiatan berlangsung di Hotel Fugo Samarinda, Jumat (30/10/2026) malam, dengan dihadiri Wali Kota Samarinda Andi Harun, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat.
Mengawali sambutannya, Hendri mengaku bahwa perpisahan tersebut menjadi momen yang cukup berat baginya. Bahkan, ia mengungkapkan telah mempersiapkan diri bersama sang istri agar dapat menyampaikan sambutan tanpa larut dalam suasana emosional.
Menurutnya, kesedihan yang dirasakan bukan semata-mata karena harus meninggalkan jabatan, melainkan lantaran berpisah dengan keluarga besar Polresta Samarinda yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan tugasnya.
“Menangis bukan karena sedih atau sebab lainnya, tetapi karena saya harus meninggalkan keluarga besar yang selama kurang lebih dua tahun ini sangat saya cintai dan banggakan,” ungkap Hendri.
Ia kemudian mengenang awal perjalanan tugasnya di Samarinda pada Desember 2024. Saat pertama kali menerima amanah sebagai Kapolresta Samarinda, Hendri mengaku sempat memperkirakan tantangan tugas yang dihadapi tidak akan terlalu berat. Hal itu didasari pengalaman sebelumnya saat menjabat sebagai Kapolresta Malang, Jawa Timur.
Namun, setelah mulai menjalankan tugas, ia menyadari bahwa Samarinda memiliki karakteristik dan dinamika yang jauh berbeda dari perkiraannya. Berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menuntut kesiapan, fokus, serta kesungguhan seluruh jajaran kepolisian.
“Satu sampai dua minggu pertama ternyata tidak seperti yang saya bayangkan. Hampir setiap hari saya pulang malam karena dinamika Samarinda luar biasa kompleks dan memiliki karakteristik tersendiri,” tuturnya.
Hendri menjelaskan, posisi Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur sekaligus pusat aktivitas pemerintahan dan perekonomian menjadikan kota ini memiliki peran strategis. Berbagai aktivitas masyarakat, kegiatan bisnis, agenda pemerintahan, hingga kunjungan dari berbagai daerah turut memengaruhi dinamika kehidupan perkotaan.
Selain menjadi pusat berbagai aktivitas di Kalimantan Timur, Samarinda juga merupakan salah satu barometer perkembangan wilayah di Pulau Kalimantan. Kondisi tersebut membuat situasi keamanan daerah membutuhkan perhatian dan pengawasan secara berkelanjutan.
Ia menambahkan, berbagai persoalan yang berkembang di tingkat lokal maupun nasional dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi kamtibmas. Karena itu, jajaran Polresta Samarinda dituntut mampu bergerak cepat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selama memimpin Polresta Samarinda, Hendri mengaku menghadapi beragam tantangan, mulai dari pengamanan aksi unjuk rasa, penanganan tindak kriminalitas, hingga sejumlah kasus menonjol yang membutuhkan perhatian khusus.
Beberapa di antaranya berkaitan dengan perselisihan antarkelompok, persoalan dendam lama, hingga penemuan bom molotov yang menjadi bagian dari dinamika penanganan keamanan di Kota Samarinda.
“Berbagai tantangan tugas ternyata ada di Samarinda. Mulai dari persaingan antarkelompok, dendam lama, penemuan bom molotov, hingga kasus kejahatan lainnya yang sebelumnya tidak pernah saya prediksi,” jelasnya.
Meski menghadapi berbagai tantangan tersebut, Hendri mengaku bersyukur dan bangga pernah mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Polresta Samarinda. Baginya, pengalaman selama bertugas di Kota Tepian menjadi perjalanan pengabdian yang penuh pembelajaran, baik dalam menjalankan tugas kepolisian maupun membangun hubungan dengan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Polresta Samarinda yang selama ini telah bekerja keras dan memberikan dukungan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, berbagai capaian kepolisian dalam menjaga keamanan daerah merupakan hasil kerja bersama, bukan keberhasilan seorang pemimpin semata.
Ia menegaskan, soliditas, kedisiplinan, loyalitas, serta semangat kebersamaan seluruh personel menjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian.
Tak lupa, Hendri memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun beserta jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah, unsur TNI, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini telah mendukung tugas Polresta Samarinda.
Secara khusus, ia turut mengapresiasi kepemimpinan Andi Harun yang dinilainya memiliki wawasan luas dan pemikiran strategis dalam membangun daerah. Hendri bahkan mengaku selalu berupaya mempersiapkan diri dengan mengikuti berbagai informasi dan perkembangan terkini sebelum berdiskusi dengan Wali Kota Samarinda.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang baik antara kepolisian dengan pemerintah daerah menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan di Kota Samarinda.
Menjelang akhir sambutannya, Hendri berharap hubungan kekeluargaan dan sinergi yang telah terbangun selama masa tugasnya dapat terus dipertahankan. Ia juga berharap seluruh jajaran Polresta Samarinda memberikan dukungan penuh kepada Kapolresta yang baru, Kombes Pol. Eko Novan Prasetyo Puspito, dalam melanjutkan tugas dan pengabdian kepada masyarakat.
Baginya, meninggalkan Samarinda bukan sekadar mengakhiri masa jabatan, tetapi juga berpisah dengan lingkungan kerja dan masyarakat yang telah memberikan banyak pengalaman serta kenangan berharga.
“Saya sangat bangga pernah menjadi Kapolresta Samarinda. Ini merupakan pengalaman dan amanah yang luar biasa bagi saya,” tutupnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















