Menu

Mode Gelap
IKN Gandeng Unhas, Perkuat SDM dan Riset untuk Bangun Kota Masa Depan Tokoh Pers Kaltim Berpulang, Bang Sukri Tinggalkan Jejak Kuat bagi Media Siber Duka Dunia Pers Kaltim, Ketua JMSI Mohammad Sukri Wafat DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas Konser HKBP Semarakkan IKN, Perkuat Kebersamaan

BERITA DAERAH · 13 Nov 2025 09:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Soroti Tantangan Pelestarian Budaya di Era Modern


 Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan kepada media terkait pandangan Disdikbud Kukar yang menilai perubahan gaya hidup dan pengaruh global membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari akar tradisi. Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan kepada media terkait pandangan Disdikbud Kukar yang menilai perubahan gaya hidup dan pengaruh global membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari akar tradisi.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Arus modernisasi dan kemajuan teknologi dinilai membawa tantangan baru bagi upaya pelestarian budaya daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menilai, perubahan gaya hidup dan pengaruh global telah membuat sebagian generasi muda mulai menjauh dari akar tradisi.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan bahwa pelestarian budaya di masa kini tidak cukup hanya dengan menjaga bentuk fisik atau ritual tradisi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Budaya tidak boleh hanya jadi kenangan. Harus hidup dan relevan dengan kehidupan masyarakat sekarang,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).

Puji menilai, banyak nilai luhur dalam budaya Kutai yang mulai terlupakan karena kalah oleh arus budaya populer global. Tantangan terbesar, menurutnya, bukan pada hilangnya tradisi, tetapi pada menurunnya rasa bangga dan kepedulian masyarakat terhadap budaya sendiri.

Ia menegaskan, pelestarian budaya tidak berarti menolak kemajuan. Justru, teknologi seharusnya menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada dunia. Dengan pendekatan kreatif seperti film, musik, dan konten digital, nilai-nilai tradisi bisa dikemas lebih menarik bagi generasi muda.

“Kalau budaya hanya disampaikan secara konvensional, sulit menjangkau anak muda. Tapi lewat media digital, kita bisa memperluas jangkauan dan membuat budaya tetap hidup,” jelasnya.

Puji juga mengingatkan bahwa identitas budaya merupakan kekuatan sosial yang harus dijaga. Tanpa kesadaran kolektif untuk mencintai budaya sendiri, masyarakat akan kehilangan akar dan jati diri di tengah modernisasi yang serba cepat.

“Budaya itu bukan sekadar simbol. Ia adalah cermin karakter dan kepribadian masyarakat. Kalau kita kehilangan budaya, kita kehilangan arah,” tegasnya.

Ia berharap semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas seni, hingga masyarakat umum, dapat berperan aktif menjaga keberlanjutan budaya daerah. Dengan begitu, nilai-nilai lokal Kutai Kartanegara dapat terus hidup dan berkembang tanpa tergerus zaman.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tokoh Pers Kaltim Berpulang, Bang Sukri Tinggalkan Jejak Kuat bagi Media Siber

17 April 2026 - 11:00 WITA

sukri001

Duka Dunia Pers Kaltim, Ketua JMSI Mohammad Sukri Wafat

17 April 2026 - 08:00 WITA

ucapan duka

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas

16 April 2026 - 13:00 WITA

ikn120098

DPRD Samarinda Apresiasi Kajari Lama, Dorong Kinerja Lebih Baik Di Era Baru

16 April 2026 - 11:00 WITA

ikn900008851

Sekda Samarinda Optimistis Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

smd999876

Pisah Sambut Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Ditegaskan

16 April 2026 - 09:00 WITA

smd8989898
Trending di BERITA DAERAH