Menu

Mode Gelap
Ketua DPD RI Tinjau Progres Kawasan Legislatif IKN, Gedung DPD Capai 14,2 Persen IKN Jadi Arena Adu Inovasi 94 Tim Mahasiswa di KRTI 2026 Kodam VI/Mulawarman Gelar Bakti Kesehatan, Ratusan Warga Dapat Pemeriksaan Gratis Bazar TNI Hadirkan Sembako Murah dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Kaltim-Kaltara Dinkes Balikpapan Pantau ISPA di Tengah Kabut Asap, Kasus Capai 4.125

BERITA DAERAH · 7 Agu 2026 15:00 WITA ·

DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan


 Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan pemulihan psikologis korban dan proses hukum harus berjalan beriringan agar anak korban kekerasan memperoleh perlindungan menyeluruh serta hak atas keadilan. Grafis: Kumalanews.id. Perbesar

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, menegaskan pemulihan psikologis korban dan proses hukum harus berjalan beriringan agar anak korban kekerasan memperoleh perlindungan menyeluruh serta hak atas keadilan. Grafis: Kumalanews.id.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kota Samarinda mengingatkan bahwa kekhawatiran terhadap kondisi psikologis anak tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan proses hukum dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak. Sebaliknya, pemulihan mental korban dan penegakan hukum harus berjalan beriringan agar anak memperoleh perlindungan secara menyeluruh sekaligus mendapatkan hak atas keadilan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, kepada Kumalanews.id, Jumat (7/8/2026), saat menanggapi masih adanya orang tua yang memilih tidak melanjutkan laporan karena khawatir anak mengalami tekanan psikologis selama proses penyelidikan hingga persidangan.

Menurut Novan, setiap kasus yang telah memenuhi unsur pidana harus tetap diproses sesuai ketentuan hukum. Di sisi lain, negara juga memiliki kewajiban memberikan perlindungan kepada korban agar proses hukum tidak memperburuk kondisi psikologis anak.

“Proses hukum harus tetap berjalan, sementara korban wajib mendapatkan pendampingan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Samarinda telah menyiapkan berbagai layanan pendampingan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA). Pendampingan tersebut meliputi layanan psikologis, pemeriksaan medis, hingga pendampingan selama korban menjalani tahapan penanganan perkara.

Menurut Novan, keberadaan psikolog, tenaga medis, dan pendamping profesional menjadi bagian penting untuk memastikan anak tetap merasa aman selama mengikuti proses hukum. Dengan demikian, orang tua tidak perlu khawatir apabila harus melaporkan dugaan kekerasan yang dialami anak.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap anak kepada UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak maupun aparat penegak hukum. Laporan tersebut, kata dia, akan ditindaklanjuti sesuai prosedur, baik masih berada pada tahap penanganan awal maupun telah memasuki proses pidana.

“Masyarakat tidak perlu ragu melapor karena mekanisme pendampingan sudah tersedia,” ujarnya.

Novan menegaskan bahwa pemulihan psikologis korban dan proses penegakan hukum bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru harus berjalan secara bersamaan agar korban memperoleh perlindungan yang utuh, sementara pelaku tetap dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia menilai masih adanya kasus yang berhenti di tengah jalan akibat tekanan keluarga, rasa malu, atau kekhawatiran terhadap kondisi mental korban menjadi tantangan dalam upaya perlindungan anak. Oleh karena itu, seluruh pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, perlu memperkuat kolaborasi agar setiap korban memperoleh pendampingan yang memadai.

Komisi IV DPRD Kota Samarinda berharap semakin banyak masyarakat yang berani melapor apabila mengetahui atau mengalami dugaan kekerasan terhadap anak. Dengan dukungan layanan psikologis, medis, dan bantuan hukum yang telah disiapkan pemerintah, korban diharapkan dapat menjalani proses hukum secara aman tanpa kehilangan haknya untuk mendapatkan keadilan.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kodam VI/Mulawarman Gelar Bakti Kesehatan, Ratusan Warga Dapat Pemeriksaan Gratis

22 September 2026 - 16:00 WITA

k83

Bazar TNI Hadirkan Sembako Murah dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat Kaltim-Kaltara

22 September 2026 - 15:30 WITA

k82

Dinkes Balikpapan Pantau ISPA di Tengah Kabut Asap, Kasus Capai 4.125

22 September 2026 - 15:00 WITA

k81

Kabut Asap Karhutla Ganggu 409 Penerbangan di 18 Bandara Kalimantan

22 September 2026 - 14:30 WITA

k80

Kejari dan PWI Kukar Sepakat Bentuk FORWAKA, Perkuat Sinergi Pers dan Kejaksaan

22 September 2026 - 14:00 WITA

k78

Andi Harun Ungkap Penataan SOTK Samarinda Sudah 80 Persen, Target Berlaku di APBD 2027

22 September 2026 - 13:30 WITA

k77
Trending di BERITA DAERAH