KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda mendorong agar pembinaan atlet usia dini di berbagai cabang olahraga (cabor) terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan regenerasi atlet tetap berjalan sekaligus menyiapkan talenta muda menghadapi persaingan olahraga di tingkat yang lebih tinggi.
Ketua Umum KONI Kota Samarinda, Wahyudi atau yang akrab disapa Haji Yudi, menyampaikan hal tersebut usai menghadiri pembukaan Kebun Ndesa Open Fun Swimming Kejuaraan Renang Antarpelajar Tahun 2026 di Kolam Renang Agrowisata Kebun Ndesa, Jalan Merapi RT 14, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Haji Yudi, semakin banyak kompetisi yang melibatkan atlet usia pelajar akan memberikan ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman bertanding sejak dini. Kompetisi juga menjadi sarana untuk memantau perkembangan atlet sekaligus mengukur kemampuan mereka secara bertahap.
“Event usia dini penting untuk menjaga regenerasi atlet,” ujar Haji Yudi.
Ia menilai pembinaan tidak cukup dilakukan hanya ketika atlet akan menghadapi kejuaraan besar. Proses tersebut harus dimulai sejak usia dini melalui latihan yang terarah dan kompetisi yang rutin sehingga atlet memiliki mental bertanding serta pengalaman menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Karena itu, KONI Samarinda berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh cabor di Kota Samarinda. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong klub dan organisasi olahraga untuk terus menciptakan ruang kompetisi bagi atlet muda.
“Kami terus mendukung setiap kegiatan cabor di Samarinda,” katanya.
Haji Yudi berharap pembinaan yang berjalan di Samarinda tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi daerah, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap kekuatan olahraga Kalimantan Timur di tingkat nasional. Ia menargetkan prestasi atlet Kaltim ke depan dapat semakin meningkat dan mampu bersaing untuk menembus posisi tiga besar nasional.
Menurutnya, target tersebut membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dicapai secara instan. Karena itu, pembinaan atlet usia dini harus menjadi bagian dari strategi jangka panjang dengan melibatkan cabor, klub, pelatih, pemerintah, KONI, serta dukungan keluarga atlet.
Anggaran Terbatas, Pembinaan Tetap Berjalan
Di tengah keterbatasan anggaran pemerintah, Haji Yudi mengakui penyelenggaraan dan pembinaan olahraga menghadapi sejumlah tantangan. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan proses pembinaan atlet.
Ia justru mengapresiasi keterlibatan orang tua yang ikut mendukung berbagai kegiatan olahraga secara swadaya. Dukungan tersebut membuat sejumlah kompetisi tetap dapat berlangsung dan memberikan kesempatan kepada atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
“Dengan swadaya orang tua, event tetap bisa berjalan,” ungkapnya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, KONI, pengurus cabor, klub, pelatih, dan orang tua menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan pembinaan. Setiap pihak memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan atlet sejak usia dini.
KONI Samarinda berharap konsistensi penyelenggaraan kompetisi usia dini, termasuk kejuaraan renang antarpelajar, dapat menjadi wadah untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit atlet potensial.
Dengan semakin banyaknya atlet muda yang mendapatkan kesempatan berlatih dan bertanding, regenerasi di berbagai cabang olahraga diharapkan semakin kuat. Dalam jangka panjang, mereka diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan Samarinda dan Kalimantan Timur dalam menghadapi berbagai kejuaraan nasional hingga PON mendatang.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















