Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

BERITA DAERAH · 25 Okt 2026 16:00 WITA ·

Rahmad Mas’ud Ajak Warga Balikpapan Rutin Periksa Kesehatan, Deteksi Dini Cegah Penyakit


 Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud didampingi Wakil Wali Kota Bagus Susetyo dan Ketua IDI Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty menyerahkan piagam penghargaan kepada dokter berprestasi pada puncak peringatan HUT ke-76 IDI di BSCC Dome Balikpapan, Minggu (25/10/2026). Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud didampingi Wakil Wali Kota Bagus Susetyo dan Ketua IDI Balikpapan dr. Andi Sri Juliarty menyerahkan piagam penghargaan kepada dokter berprestasi pada puncak peringatan HUT ke-76 IDI di BSCC Dome Balikpapan, Minggu (25/10/2026). Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengajak masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan membiasakan diri melakukan deteksi dini terhadap berbagai gejala penyakit. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat.

Ajakan itu disampaikan Rahmad Mas’ud seusai menghadiri puncak peringatan Hari Dokter Indonesia ke-76 tahun 2026 yang diselenggarakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Balikpapan, Minggu (25/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, IDI Balikpapan menggelar pelayanan kesehatan gratis yang diikuti sekitar 1.200 warga.

Rahmad mengapresiasi kegiatan sosial tersebut karena dinilai mampu mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, masih ada warga yang enggan memeriksakan diri karena merasa takut mengetahui kondisi kesehatannya atau khawatir terhadap biaya pengobatan.

“Warga terkadang takut memeriksakan kesehatan. Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap deteksi dini bisa semakin membudaya,” ujar Rahmad.

Ia menilai, pelayanan kesehatan gratis dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi tubuh dan memperoleh arahan medis apabila ditemukan gejala yang perlu ditindaklanjuti. Dengan pemeriksaan lebih awal, penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

“Kalau harus langsung ke rumah sakit, sebagian warga mungkin khawatir dengan biaya atau prosedur rujukan. Layanan seperti ini sangat membantu,” katanya.

Rahmad menegaskan, upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, tenaga medis, dan masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, edukasi kesehatan dan akses pemeriksaan diharapkan semakin luas, sehingga warga lebih mudah memperoleh informasi serta layanan yang dibutuhkan.

Ia juga menyoroti sejumlah persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian di Balikpapan, mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah kondisi kualitas udara dan kabut asap, kewaspadaan terhadap penyakit diare, hingga pentingnya penguatan imunisasi.

Karena itu, Rahmad meminta tenaga kesehatan terus memberikan edukasi mengenai pencegahan penyakit dan mendorong masyarakat segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengkhawatirkan. Ia juga mengingatkan warga agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala, meskipun belum merasakan keluhan berarti.

Selain pemeriksaan kesehatan, penerapan pola hidup sehat menjadi hal penting yang harus dilakukan setiap individu. Rahmad mengimbau masyarakat menjaga pola makan, memperhatikan keseimbangan asupan gizi, serta tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.

“Biasakan hidup sehat. Bukan berarti semua makanan harus dihindari, tetapi konsumsilah secara seimbang dan jangan berlebihan,” pesannya.

Ia menambahkan, kesadaran menjaga kesehatan perlu dibangun dari kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, pemerintah dan tenaga medis dapat menyediakan fasilitas serta pelayanan kesehatan, tetapi masyarakat juga harus berperan aktif dalam menjaga kondisi tubuh masing-masing.

“Yang menjaga kesehatan kita juga harus diri kita sendiri,” tegas Rahmad.

Pemkot Balikpapan Perkuat Ketersediaan Dokter Spesialis

Pada momentum peringatan Hari Dokter Indonesia tersebut, Rahmad turut menegaskan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui penguatan sumber daya manusia di bidang kedokteran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberikan dukungan terhadap pendidikan dokter spesialis. Mulai tahun akademik 2026, Pemkot Balikpapan mengalokasikan anggaran beasiswa pendidikan dokter spesialis anestesi melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan tenaga dokter spesialis sekaligus meningkatkan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan penanganan kepada masyarakat. Ketersediaan tenaga medis dengan kompetensi yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Rahmad juga menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian para dokter yang tidak hanya memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi turut terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu penanganan bencana di sejumlah daerah. Dalam hal ini, IDI Balikpapan dinilai telah menunjukkan kepedulian melalui aksi sosial dan kemanusiaan.

Puncak peringatan Hari Dokter Indonesia ke-76 tahun 2026 mengusung tema “IDI Berkemajuan, Berbakti untuk Bangsa”. Selain pelayanan kesehatan gratis, kegiatan tersebut diisi dengan senam bersama dan talkshow edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan.

Rahmad berharap, peringatan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat dalam membangun budaya hidup sehat.

Ia menilai, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis perlu terus didorong agar semakin banyak warga memperoleh akses layanan kesehatan sekaligus memahami pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.

“Terima kasih kepada IDI Balikpapan atas kegiatan sosial ini. Semoga semakin banyak masyarakat terbantu untuk mendeteksi penyakit lebih awal,” tutupnya.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rahmad Mas’ud Rotasi 17 Pejabat Pemkot Balikpapan, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

26 Oktober 2026 - 16:30 WITA

o98

Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi

26 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o95

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:30 WITA

o96

Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o94

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker

26 Oktober 2026 - 14:30 WITA

o92

MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o91
Trending di BERITA DAERAH