Menu ✖

Mode Gelap
Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

BERITA DAERAH · 25 Okt 2026 19:00 WITA ·

Kualitas Udara Balikpapan Belum Sehat, PJJ Siswa Tetap Diberlakukan


 Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa tetap diberlakukan hingga kualitas udara kembali sehat demi melindungi kesehatan anak-anak dari paparan udara tidak sehat. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa tetap diberlakukan hingga kualitas udara kembali sehat demi melindungi kesehatan anak-anak dari paparan udara tidak sehat. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masih memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi siswa sekolah menyusul kualitas udara yang belum kembali ke kondisi sehat. Kebijakan ini dipertahankan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi kesehatan anak-anak dari paparan udara yang berpotensi mengganggu sistem pernapasan.

Wali Kota Balikpapan, Dr H Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan, kebijakan PJJ akan tetap berlaku hingga kualitas udara di Kota Balikpapan dinyatakan sehat. Pemerintah belum ingin mengambil risiko dengan mengembalikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di tengah kondisi udara yang masih mengkhawatirkan.

Menurut Rahmad, indeks kualitas udara di Balikpapan masih berada di atas angka 100. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk melanjutkan pembelajaran dari rumah demi mengurangi risiko paparan polusi terhadap para siswa.

“Indeks kita masih kurang sehat, di atas 100. Karena itu, PJJ untuk anak-anak sekolah masih berlaku,” kata Rahmad Mas’ud, Minggu (25/10/2026).

Ia menegaskan, pelaksanaan PJJ tidak akan dihentikan sebelum kondisi udara benar-benar membaik. Pemkot Balikpapan akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebagai dasar untuk menentukan waktu yang tepat bagi siswa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka.

“PJJ tetap kita berlakukan sampai kondisi udara Balikpapan benar-benar dinyatakan sehat,” tegasnya.

Rahmad menjelaskan, perlindungan terhadap anak-anak menjadi prioritas pemerintah karena mereka belum tentu memahami risiko kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Oleh sebab itu, diperlukan langkah antisipasi agar aktivitas sehari-hari tidak membuat anak-anak semakin terpapar udara yang tidak sehat.

“Kita harus menjaga anak-anak. Mereka mungkin tidak memahami bahayanya dan tetap bermain. Karena itu, kita yang harus peduli,” ujarnya.

Selain mempertahankan kebijakan PJJ, Pemkot Balikpapan mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan juga diminta menggunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel pencemar di udara.

Rahmad turut mengajak organisasi masyarakat, perusahaan, dan pihak lain yang memiliki kemampuan untuk berpartisipasi menyediakan masker bagi warga. Menurutnya, upaya melindungi masyarakat dari dampak penurunan kualitas udara membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Ia menyebutkan, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebelumnya telah membagikan masker kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu warga menghadapi kondisi udara yang belum membaik.

“Ibu PKK sudah membagikan masker kepada warga. Kami juga mengajak masyarakat dan perusahaan yang mampu untuk ikut membantu,” katanya.

Terkait penyebab memburuknya kualitas udara, Rahmad mengatakan kondisi tersebut tidak selalu berasal dari kebakaran yang terjadi di wilayah Balikpapan. Asap dari kebakaran di daerah lain berpotensi terbawa angin hingga memasuki wilayah kota dan memengaruhi kualitas udara yang dihirup masyarakat.

Ia mencontohkan adanya informasi mengenai kebakaran di kawasan Kota Bangun. Meski kebakaran tidak terjadi di Balikpapan, asap dari wilayah lain tetap berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi udara di kota tersebut.

“Di Balikpapan tidak ada kebakaran seperti yang dimaksud. Asap bisa saja berasal dari daerah lain,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkot Balikpapan tetap mengedepankan langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kesehatan masyarakat. Selain kebijakan PJJ dan imbauan penggunaan masker, pemerintah meminta warga segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan udara tidak sehat.

Rahmad menegaskan, masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah untuk membantu penanganan warga yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau ada yang terdampak, segera ke rumah sakit. Pemerintah akan membantu penanganan warga yang sakit, termasuk ISPA,” ujarnya.

Pemkot Balikpapan akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat sebelum mengambil keputusan lebih lanjut mengenai pembelajaran tatap muka. Evaluasi terhadap kondisi tersebut menjadi penting agar kebijakan pendidikan dapat berjalan seiring dengan upaya perlindungan kesehatan siswa.

Untuk sementara, kegiatan belajar siswa tetap dilaksanakan dari rumah hingga kualitas udara dinyatakan kembali sehat. Pemerintah pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, membatasi aktivitas luar ruangan yang tidak mendesak, serta mengikuti arahan resmi demi menjaga kesehatan bersama.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Rahmad Mas’ud Rotasi 17 Pejabat Pemkot Balikpapan, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

26 Oktober 2026 - 16:30 WITA

o98

Helmi Abdullah Dukung Pengembangan Olahraga Domino di Samarinda, ORADO Siapkan Eksibisi

26 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o95

Perkuat Sinergi dengan Pemda, PHSS Gelar Pertandingan Persahabatan di Samarinda

26 Oktober 2026 - 15:30 WITA

o96

Helmi Abdullah Dukung Sanggar Pilar Samarinda Tampil di Turnamen Seni dan Budaya Jakarta

26 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o94

Kasus ISPA di Balikpapan Turun Jadi 6.157, Dinkes Imbau Warga Tetap Gunakan Masker

26 Oktober 2026 - 14:30 WITA

o92

MGRM Kukar Targetkan SPBN Rampung Akhir 2026, Operasional Dimulai Januari 2027

26 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o91
Trending di BERITA DAERAH