KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, terus mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027. Saat ini, proses persiapan telah memasuki tahap penyiapan lahan, termasuk pembersihan area atau land clearing, sementara dokumen administrasi program tersebut telah berada di Kementerian Sosial (Kemensos).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat terus berjalan, baik dari sisi administrasi maupun kondisi fisik lahan. Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan yang diperlukan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fasilitas pendidikan tersebut bisa dimulai sesuai rencana.
“Secara dokumen, saat ini sudah berada di Kementerian Sosial. Untuk kondisi fisik di lapangan, proses land clearing juga sudah berjalan,” ujar Sunggono, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat mengalami penambahan luas. Jika sebelumnya direncanakan sekitar lima hektare, kini luasnya bertambah menjadi lebih dari tujuh hektare.
Penambahan lahan tersebut diharapkan dapat menunjang kebutuhan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat agar mampu mendukung kegiatan pendidikan sesuai perencanaan. Meski demikian, realisasi pembangunan masih menunggu proses dan tahapan lanjutan dari pemerintah pusat serta instansi terkait.
Pemkab Kukar berharap pembangunan sekolah yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut dapat mulai terealisasi pada tahun depan.
“Kita berharap mudah-mudahan tahun depan Sekolah Rakyat sudah bisa terbangun,” katanya.
Selain mempersiapkan lahan dan dokumen administrasi, Pemkab Kukar juga telah melakukan pendataan terhadap calon peserta didik yang berpotensi mengikuti program tersebut. Pendataan ini dilakukan untuk memastikan sasaran penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah.
Sunggono menyebutkan, Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah, yakni desil satu hingga desil empat berdasarkan data kesejahteraan sosial yang digunakan sebagai acuan program.
“Calon siswanya berasal dari desil satu sampai empat. Jika memenuhi kriteria tersebut, mereka berpeluang mengikuti program Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Menurutnya, penentuan calon peserta didik berdasarkan kelompok kesejahteraan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Dengan sasaran yang tepat, Sekolah Rakyat diharapkan dapat memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi dalam mengakses layanan pendidikan.
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Kukar diharapkan mampu memperluas akses pendidikan yang lebih merata, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi generasi muda agar memperoleh pendidikan yang lebih baik.
Dengan luas lahan yang kini mencapai lebih dari tujuh hektare, serta proses administrasi dan pembersihan lahan yang terus berjalan, Pemkab Kukar optimistis persiapan pembangunan dapat berlanjut ke tahap berikutnya. Pemerintah daerah berharap koordinasi dengan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi proyek tersebut sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran program.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















