KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menerima kunjungan kerja anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan di Ruang Kerja Komisi III Lantai 1 DPRD Kota Samarinda, Senin (26/10/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melakukan monitoring dan evaluasi pengendalian pembangunan fasilitas publik sekaligus bertukar informasi mengenai strategi pembangunan daerah di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Pertemuan ini menjadi ruang diskusi bagi kedua lembaga legislatif untuk berbagi pengalaman terkait pengawasan pembangunan, pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), serta upaya menjaga keberlanjutan program pembangunan agar tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Usai pertemuan, Deni Hakim Anwar mengatakan kunjungan anggota Komisi III DPRD Kota Tarakan merupakan bagian dari upaya memperoleh informasi dan referensi mengenai pelaksanaan pembangunan serta pengawasan anggaran di Kota Samarinda.
“Alhamdulillah, kami menerima kunjungan rekan-rekan Komisi III DPRD Tarakan. Mereka berdiskusi mengenai anggaran 2026, mengingat APBD Tarakan relatif terbatas,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah kondisi fiskal Kota Tarakan yang memiliki APBD sekitar Rp900 miliar lebih. Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik.
Sebagai salah satu kota strategis di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tarakan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, jasa, serta mobilitas masyarakat di wilayah sekitarnya. Karena itu, pengelolaan anggaran yang efektif dinilai penting agar program pembangunan tetap berjalan meskipun menghadapi keterbatasan fiskal.
Deni menuturkan, kebijakan efisiensi anggaran juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Kedua pihak bertukar pandangan mengenai langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menyiasati keterbatasan anggaran tanpa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu menentukan skala prioritas secara cermat, terutama dalam memastikan program yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat tetap mendapatkan perhatian. Pengawasan DPRD juga diperlukan agar pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.
“Di tengah efisiensi anggaran, kita harus mencari langkah agar pembangunan tetap berjalan dan sektor prioritas tetap diperhatikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Deni juga menyampaikan bahwa Kota Samarinda terus berupaya menjaga kesinambungan pembangunan dengan memperhatikan berbagai sektor pelayanan publik, termasuk kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Pertukaran pengalaman antara DPRD Samarinda dan DPRD Tarakan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pendekatan yang dapat diterapkan masing-masing daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan. Meski memiliki karakteristik dan kemampuan fiskal yang berbeda, keduanya menghadapi kebutuhan untuk mengoptimalkan anggaran demi memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Selain persoalan anggaran dan pengendalian pembangunan, pertemuan tersebut turut membahas posisi strategis Kota Tarakan sebagai salah satu pintu masuk menuju Provinsi Kalimantan Utara. Meskipun ibu kota provinsi berada di Kabupaten Bulungan, Tarakan memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas, aktivitas ekonomi, dan pergerakan masyarakat di kawasan tersebut.
Dinamika perkembangan Kota Tarakan, mulai dari perubahan wilayah administratif hingga perkembangannya sebagai kota, juga menjadi bagian dari pertukaran informasi. Pembahasan ini memberikan perspektif mengenai tantangan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di daerah dengan karakteristik yang berbeda.
Tidak hanya itu, kedua pihak turut berdiskusi mengenai sejumlah aspek pemerintahan lainnya, termasuk penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan pemilihan legislatif (Pileg). Hal tersebut memperluas ruang pertukaran pengalaman, tidak hanya dalam pengawasan pembangunan, tetapi juga dalam pelaksanaan fungsi kelembagaan DPRD.
“Banyak hal yang kami diskusikan, mulai dari pembangunan, kondisi anggaran, hingga Pilkada dan Pileg. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman,” kata Deni.
Melalui kunjungan kerja tersebut, DPRD Kota Samarinda dan DPRD Kota Tarakan diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta kerja sama antarlembaga legislatif. Pertukaran informasi ini juga diharapkan menjadi referensi dalam meningkatkan fungsi pengawasan terhadap pembangunan fasilitas publik, mengoptimalkan penggunaan anggaran, dan memastikan program pemerintah daerah tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat di tengah tantangan efisiensi anggaran.
ADV DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















