KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengapresiasi kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat dalam memeriahkan Hari Jadi Kelurahan Bukuan ke-65 yang dirangkai dengan kegiatan Bersih Desa Tahun 2026 melalui pergelaran wayang kulit.
Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Sepak Bola SDN 004, Jalan Nahkoda RT 14, Kelurahan Bukuan, Selasa (27/10/2026) malam. Pergelaran ini menjadi salah satu upaya masyarakat untuk menjaga tradisi budaya sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Usai menghadiri kegiatan tersebut, Helmi menyampaikan ucapan selamat atas bertambahnya usia Kelurahan Bukuan. Ia menilai antusiasme masyarakat dalam menyukseskan acara tersebut mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan setempat.
“Selamat ulang tahun ke-65 untuk Kelurahan Bukuan. Saya melihat masyarakat sangat kompak, bergotong royong, dan saling membantu,” ujar Helmi kepada awak media Kumalanews.id.
Menurutnya, kekompakan warga merupakan modal penting dalam menciptakan lingkungan yang harmonis. Semangat tersebut perlu terus dipertahankan, tidak hanya dalam kegiatan peringatan hari jadi kelurahan, tetapi juga dalam berbagai upaya membangun kehidupan bermasyarakat.
Helmi berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Ia juga mendorong adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, agar kegiatan yang melibatkan partisipasi masyarakat dapat terus berkembang.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa digelar setiap tahun dan mendapat dukungan pemerintah ke depannya,” harapnya.
Selain memperkuat kebersamaan, Helmi menilai pergelaran wayang kulit memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya tradisional. Kesenian yang melibatkan dalang, sinden, serta berbagai unsur pendukung tersebut merupakan bagian dari warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia mengatakan, pertunjukan wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan bagi warga, tetapi juga menjadi sarana untuk mempertahankan tradisi di tengah perkembangan zaman. Karena itu, kegiatan kebudayaan seperti ini perlu mendapatkan ruang agar tetap hidup dan diminati oleh masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kita ikut menjaga agar wayang kulit dan kesenian sinden tetap lestari sekaligus menghibur masyarakat,” tuturnya.
Helmi berharap peringatan Hari Jadi Kelurahan Bukuan ke-65 dapat menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kepedulian sosial, serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap kebudayaan tradisional.
Dengan keterlibatan aktif warga dan dukungan berbagai pihak, kegiatan budaya diharapkan dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. Selain mempererat hubungan antarwarga, upaya tersebut juga menjadi bagian dari pelestarian warisan budaya agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















