Menu ✖

Mode Gelap
Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bagus Susetyo Dorong Pemuda Balikpapan Berdaya Saing dan Peduli Lingkungan Andi Harun Ajak Warga Bukuan Lestarikan Budaya dan Perkuat Gotong Royong Edi Susilo: Pergelaran Wayang Kulit Bukuan Jadi Momentum Bangkitkan UMKM Jasno Apresiasi Bersih Desa Bukuan, Dorong Kerukunan dan Ekonomi UMKM Anhar Dorong Pelestarian Wayang Kulit dan Penguatan UMKM di Bukuan

BERITA DAERAH · 28 Okt 2026 08:00 WITA ·

Jasno Apresiasi Bersih Desa Bukuan, Dorong Kerukunan dan Ekonomi UMKM


 Anggota DPRD Kota Samarinda, Jasno, mengapresiasi pergelaran wayang kulit dalam rangka HUT ke-65 Kelurahan Bukuan dan Bersih Desa 2026 sebagai upaya melestarikan budaya, mempererat kerukunan warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Anggota DPRD Kota Samarinda, Jasno, mengapresiasi pergelaran wayang kulit dalam rangka HUT ke-65 Kelurahan Bukuan dan Bersih Desa 2026 sebagai upaya melestarikan budaya, mempererat kerukunan warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Jasno, mengapresiasi pelaksanaan pergelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi Kelurahan Bukuan ke-65 yang dirangkai dengan kegiatan Bersih Desa Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi upaya melestarikan budaya, tetapi juga momentum untuk mempererat kerukunan warga, menghidupkan semangat gotong royong, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Jasno usai menghadiri puncak kegiatan yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola SDN 004, Jalan Nahkoda RT 14, Kelurahan Bukuan, Selasa (27/10/2026) malam. Rangkaian perayaan tersebut digelar selama sepekan, mulai 21 hingga 27 Oktober 2026, dengan melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan.

Jasno menilai, pelaksanaan kegiatan tersebut menjadi pertanda positif bagi kehidupan masyarakat Bukuan. Selain menghidupkan kembali tradisi yang telah lama dikenal warga, perayaan itu juga membuka ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan memperkuat hubungan sosial.

“Ini momentum yang bagus. Bukuan mulai bangkit dan bergairah kembali melalui kegiatan seperti ini,” ujar Jasno kepada awak media Kumalanews.id.

Menurutnya, makna Bersih Desa tidak hanya berkaitan dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan secara fisik, tetapi juga memiliki nilai filosofis dalam kehidupan bermasyarakat. Tradisi tersebut menjadi pengingat agar setiap warga mampu menjaga sikap, membersihkan diri dari pikiran negatif, serta membangun hubungan yang harmonis dengan sesama.

Ia mengatakan, kegiatan yang melibatkan banyak warga dapat menjadi sarana memperkuat kerukunan dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang mungkin mulai berkurang akibat kesibukan masing-masing. Melalui rangkaian acara selama satu pekan, masyarakat memiliki kesempatan untuk saling mengenal, berinteraksi, dan membangun rasa persaudaraan.

Jasno juga mengingatkan pentingnya rasa syukur serta kepedulian terhadap lingkungan tempat masyarakat tinggal dan mencari nafkah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga agar kehidupan sosial di Kelurahan Bukuan semakin harmonis.

“Melalui kegiatan ini, masyarakat bisa berkumpul, semakin rukun, dan memperkuat rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tuturnya.

Selain memberikan manfaat sosial dan budaya, Jasno menyoroti dampak ekonomi yang muncul selama pelaksanaan kegiatan. Aktivitas perayaan pada siang hingga malam hari dinilai memberikan peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan.

Kehadiran warga dan pengunjung di sekitar lokasi kegiatan turut membuka kesempatan bagi pedagang untuk menawarkan berbagai produk dan kebutuhan. Dengan demikian, perayaan kebudayaan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga berpotensi menambah pendapatan warga yang berjualan.

“Selama sepekan, kegiatan berlangsung siang dan malam. Ini tentu membuka peluang rezeki bagi para pelaku UMKM,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jasno berharap kegiatan Bersih Desa yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Samarinda dapat menjadi inspirasi bagi kawasan lainnya. Ia menyebut kegiatan serupa di Rawa Makmur, Simpang Pasir, dan Bukuan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mempertahankan tradisi sekaligus memperkuat ikatan sosial.

Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan dengan melibatkan banyak orang membutuhkan persiapan yang matang, dukungan pendanaan, serta kemampuan panitia untuk merangkul berbagai elemen masyarakat. Karena itu, keberhasilan kegiatan tersebut patut diapresiasi sebagai hasil kerja sama dan kontribusi banyak pihak.

Secara khusus, Jasno memberikan apresiasi kepada Ketua Panitia, Edi, yang dinilainya telah berinisiatif menggerakkan masyarakat untuk kembali menyelenggarakan kegiatan tersebut setelah sempat vakum selama beberapa tahun.

Ia berharap inisiatif tersebut tidak berhenti pada perayaan tahun ini, tetapi dapat menjadi awal bagi penyelenggaraan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Dukungan dan partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Langkah Pak Edi merangkul masyarakat untuk menggelar kegiatan ini sangat baik. Mudah-mudahan bisa terus berlanjut dan warga tetap kompak,” ungkapnya.

Jasno menegaskan, semangat gotong royong dan kebersamaan harus terus dipelihara agar budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, keberhasilan peringatan Hari Jadi Kelurahan Bukuan ke-65 dan Bersih Desa Tahun 2026 tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Ia berharap kebersamaan yang terbangun selama kegiatan dapat terus dipertahankan dan menjadi modal sosial dalam mendukung kemajuan Kelurahan Bukuan. Dengan kolaborasi antara masyarakat, panitia, pemerintah, dan berbagai pihak terkait, pelestarian budaya diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan warga serta pembangunan Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bagus Susetyo Dorong Pemuda Balikpapan Berdaya Saing dan Peduli Lingkungan

28 Oktober 2026 - 09:30 WITA

p23

Andi Harun Ajak Warga Bukuan Lestarikan Budaya dan Perkuat Gotong Royong

28 Oktober 2026 - 09:00 WITA

p22

Edi Susilo: Pergelaran Wayang Kulit Bukuan Jadi Momentum Bangkitkan UMKM

28 Oktober 2026 - 08:30 WITA

p21

Anhar Dorong Pelestarian Wayang Kulit dan Penguatan UMKM di Bukuan

28 Oktober 2026 - 07:30 WITA

p19

Helmi Abdullah Apresiasi Gotong Royong Warga dalam HUT ke-65 Kelurahan Bukuan

28 Oktober 2026 - 07:00 WITA

p18

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13
Trending di BERITA DAERAH