Menu

Mode Gelap
IKN Gandeng Unhas, Perkuat SDM dan Riset untuk Bangun Kota Masa Depan Tokoh Pers Kaltim Berpulang, Bang Sukri Tinggalkan Jejak Kuat bagi Media Siber Duka Dunia Pers Kaltim, Ketua JMSI Mohammad Sukri Wafat DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas Konser HKBP Semarakkan IKN, Perkuat Kebersamaan

BERITA DAERAH · 6 Sep 2024 15:15 WITA ·

Serapan APBD PPU Tahun 2024 Masih Dibawah 50 Persen di Triwulan Ketiga


 Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Muhajir (foto:kumalanews.id) Perbesar

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Muhajir (foto:kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) tahun 2024 masih dibawah 50 persen di triwulan ketiga. Dimana Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) PPUU mencatat pada bulan September masih di Angka 39,7 Persen.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Muhajir, saat dijumpai pada Jumat (6/9/2024).

“Serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab PPU tahun 2024 masih dibawah 50 persen di triwulan ketiga,” ungkap Muhajir.

“Dimana pihak kami mencatat pada bulan September 2024 ini masih di angka 39,7 persen,” sambung Muhajir.

Lebih lanjut Muhajir menjelaskan bahwa, salah satu faktor terkait hal tersebut yaitu adanya penambahan alokasi anggaran perubahan yang baru disahkan pada Agustus 2024 lalu.

Menurutnya, hal itu berdampak pada persentase realisasi anggaran yang menurun dibanding sebelumnya.

“Serapan realisasi ini juga dipengaruhi oleh faktor penambahan alokasi di perubahan APBD,” sebut Muhajir.

“Kalau dibandingkan dengan realisasi APBD sebelumnya itu sebenarnya sudah cukup tinggi,” imbuh Muhajir.

Muhajir mengemukakan bahwa, pihak ketiga yang mengerjakan proyek fisik, seperti pembangunan gedung baru, masih belum menagihkan. Sehingga, pembayarannya belum dibayarkan itu salah satu faktor lain serapan anggaran yang masih rendah serta naiknya alokasi anggaran, yang semula hanya 2,6 kini menjadi 3,1 Triliun Rupiah.

“Kalau memang kita membandingkan antara realisasi fisik dan keuangan, itu realisasi fisiknya sudah cukup tinggi,” beber Muhajir.

“Cuman, kecenderungannya pihak ketiga ini banyak yang belum menagihkan, sehingga di basis data kami ketika SP2Dnya terbit berarti sudah jadi uang,” sambung Muhajir.

Muhajir juga menegaskan bahwa, BKAD PPU telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait pelaksanaan realisasi anggaran ini, agar digunakan dengan semestinya.

“Juga optimis target realisasi APBD tahun 2024 ini akan tercapai di angka 95 persen pada akhir tahun mendatang,” tutup Muhajir. (adv)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tokoh Pers Kaltim Berpulang, Bang Sukri Tinggalkan Jejak Kuat bagi Media Siber

17 April 2026 - 11:00 WITA

sukri001

Duka Dunia Pers Kaltim, Ketua JMSI Mohammad Sukri Wafat

17 April 2026 - 08:00 WITA

ucapan duka

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas

16 April 2026 - 13:00 WITA

ikn120098

DPRD Samarinda Apresiasi Kajari Lama, Dorong Kinerja Lebih Baik Di Era Baru

16 April 2026 - 11:00 WITA

ikn900008851

Sekda Samarinda Optimistis Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

smd999876

Pisah Sambut Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Ditegaskan

16 April 2026 - 09:00 WITA

smd8989898
Trending di BERITA DAERAH