Menu

Mode Gelap
Jelang Idulfitri, Polres Kukar Gelar Gerakan Pangan Murah di Tenggarong Pekerja Pencucian Mobil di Sebulu Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Dipicu Masalah Asmara Kontrakan Pink di Muara Jawa Digerebek, Polisi Temukan 8 Poket Sabu Rampas Perhiasan Nenek di Loa Janan, Dua Pelaku Curas Ditangkap Saat Berpesta Hasil Kejahatan Jelang Idulfitri, Otorita IKN Gelar Gerakan Pangan Murah di Empat Kecamatan

POLITIK · 14 Apr 2025 11:15 WITA ·

Resolusi Aulia-Rendi Atasi Tambang Ilegal, Kemiskinan, dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal di Kutai Kartanegara


 Resolusi Aulia-Rendi Atasi Tambang Ilegal, Kemiskinan, dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal di Kutai Kartanegara Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam diskusi politik yang berlangsung pada 13 April 2024, Aulia Rahman Basri calon Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), memberikan tanggapan terkait beberapa isu penting yang sedang dihadapi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk tambang ilegal, angka kemiskinan, serta penggunaan tenaga kerja dari luar daerah dalam proyek Pertamina.

Menanggapi masalah tambang ilegal yang masih marak di Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri menjelaskan bahwa penyebab utama fenomena itu adalah adanya kesenjangan regulasi serta kewenangan yang terbatas dari pemerintah daerah untuk menindak tambang ilegal.

Meskipun begitu, Aulia Rahman Basri menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami mengadvokasi untuk munculnya investasi baru dan terbarukan di daerah yang rawan tambang illegal,” ujarnya.

Lebih lanjut Aulia Rahman Basri mengemukakan bahwa, pendekatan yang diambil adalah dengan mengalihfungsikan bekas area tambang untuk pembangunan pusat-pusat pertanian, seperti kebun jagung dan peternakan sapi, yang dapat melibatkan masyarakat lokal.

Dimana program tersebut diharapkan dapat mengurangi potensi kegiatan tambang ilegal yang merugikan lingkungan.

Terkait angka kemiskinan, Aulia Rahman Basri mengakui bahwa meskipun angka kemiskinan ekstrem di Kutai Kartanegara telah mencapai angka 0%, namun masih terdapat kesenjangan antara kondisi masyarakat dan standar yang ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Aulia Rahman Basri juga menyebutkan bahwa, kriteria kemiskinan BPS, seperti ketersediaan jamban yang sesuai standar, sering kali tidak mencerminkan kenyataan sosial di lapangan.

“Gap-nya di situ. Kami sudah berupaya melakukan perbaikan, seperti membangun jamban komunal, namun perbedaan kriteria inilah yang menyebabkan kesulitan dalam penanggulangan kemiskinan,” jelasnya.

Aulia Rahman Basri juga memberikan tanggapan terkait proyek kilang Pertamina di Kutai Kartanegara yang memperkerjakan tenaga kerja dari luar daerah.

Untuk itu, ia menegaskan bahwa seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pembangunan kilang tersebut harus melibatkan tenaga kerja lokal.

“Saya sepakat bahwa jika kilang itu dibangun di Kutai Kartanegara, maka semua aktivitas, termasuk penggunaan tenaga kerja, harus dilakukan di Kutai Kartanegara,” tegas Aulia Rahman Basri.

Tak hanya itu, Aulia Rahman Basri juga berkomitmen untuk mengadvokasi pihak Pertamina dan SKK Migas agar tenaga kerja yang dibutuhkan dapat dipenuhi oleh warga lokal melalui program Kukar Siap Kerja.

“Pemerintah harus memastikan bahwa kompetensi yang dibutuhkan oleh pemberi kerja dapat dipenuhi oleh pemuda Kutai Kartanegara, melalui pelatihan dan sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan industry,” pungkasnya.

Pewarta : Fikri | Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 116 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Muscab VI PAN Samarinda Digelar, Suparno Tekankan Konsolidasi Kader

9 Maret 2026 - 11:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 87

Darlis Pattalongi Dorong Kader PAN Samarinda Solid, Target Enam Kursi DPRD

9 Maret 2026 - 10:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 86

PAN Samarinda Gelar Muscab VI, Pasang Target Enam Kursi di Pemilu Mendatang

9 Maret 2026 - 09:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 85

PDI-P Gelar MusanCab di Samarinda, Safaruddin Targetkan Konsolidasi hingga Akar Rumput

4 Maret 2026 - 22:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 72

Hasto Kristiyanto Konsolidasikan Kader PDI Perjuangan Kaltim, Tekankan Politik Moral dan Keberpihakan pada Rakyat

2 Februari 2026 - 17:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 11

HUT PDI Perjuangan Jadi Momentum Refleksi, Iswandi Tegaskan Partai Tetap Kokoh Pasca Pemilu 2024

11 Januari 2026 - 14:00 WITA

WhatsApp Image 2026 01 11 at 13.18.55
Trending di POLITIK