Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

SENI BUDAYA · 22 Sep 2025 11:15 WITA ·

Menparekraf Widiyanti Resmi Buka Festival Adat Erau 2025 di Tenggarong


 Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Ceremony Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025). (Foto: Dok. Margini) Perbesar

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Ceremony Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025). (Foto: Dok. Margini)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suasana khidmat menyelimuti Stadion Rondong Demang Tenggarong pada Minggu (21/9/2025) saat Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, secara resmi membuka Festival Adat Erau 2025.

Festival adat yang mengusung tema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara” itu dibuka dengan prosesi sakral berupa pembacaan titah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Adji Muhammad Arifin, yang kemudian menandai pembukaan secara simbolis dengan pemukulan gong. Prosesi dilanjutkan dengan penyalaan Brong atau obor sebagai lambang semangat dan cahaya kehidupan yang menyertai pelaksanaan Erau.

Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Kalimantan Timur HM. Rudi Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati H. Rendi Solihin, serta jajaran pejabat pemerintah daerah. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan kuatnya dukungan pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya yang telah berlangsung ratusan tahun ini.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan bahwa Festival Erau kini memiliki makna yang lebih luas. Tidak hanya sebagai ritual adat dan sarana spiritualitas, Erau telah berkembang menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan seniman dan pelaku seni, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari mancanegara.

“Festival ini adalah perayaan kebersamaan dan keberagaman. Kukar sendiri merupakan salah satu pusat peradaban terkuat di Nusantara, dan nilai-nilai luhur Kesultanan Kutai masih hidup dalam keseharian anak bangsa,” ujar Widiyanti.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN) terus memberikan dukungan terhadap pengembangan event-event berbasis kekayaan lokal. Program ini menguatkan setidaknya 113 event budaya di seluruh Indonesia, termasuk Festival Erau, yang dinilai memiliki daya tarik besar di tingkat nasional maupun internasional.

“Komitmen kita adalah menghadirkan event-event yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu mengangkat nama Indonesia di mata dunia. Festival Erau adalah salah satu contoh nyata bagaimana budaya lokal bisa menjadi identitas bangsa sekaligus daya tarik wisata berkelas dunia,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH