Menu

Mode Gelap
HUT Ke-81 RI, DPRD Samarinda Siapkan Rangkaian Kegiatan untuk Masyarakat DPRD Samarinda Perjelas Aturan Serah Terima PSU Perumahan Bagi Hasil Pajak Samarinda Baru 35,69 Persen, DPRD Minta Pemprov Buka Data Raperda Pemakaman Umum Samarinda Masuk Pembahasan Kedua, Ditargetkan Segera Finalisasi Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan Truk, Pos Dishub Diaktifkan hingga Malam

SENI BUDAYA · 22 Sep 2025 11:15 WITA ·

Menparekraf Widiyanti Resmi Buka Festival Adat Erau 2025 di Tenggarong


 Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Ceremony Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025). (Foto: Dok. Margini) Perbesar

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Ceremony Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025). (Foto: Dok. Margini)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suasana khidmat menyelimuti Stadion Rondong Demang Tenggarong pada Minggu (21/9/2025) saat Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Widiyanti Putri Wardhana, secara resmi membuka Festival Adat Erau 2025.

Festival adat yang mengusung tema “Menjaga Marwah Peradaban Nusantara” itu dibuka dengan prosesi sakral berupa pembacaan titah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Adji Muhammad Arifin, yang kemudian menandai pembukaan secara simbolis dengan pemukulan gong. Prosesi dilanjutkan dengan penyalaan Brong atau obor sebagai lambang semangat dan cahaya kehidupan yang menyertai pelaksanaan Erau.

Acara pembukaan turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Kalimantan Timur HM. Rudi Mas’ud, Wakil Gubernur Seno Aji, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati H. Rendi Solihin, serta jajaran pejabat pemerintah daerah. Kehadiran para tokoh tersebut menegaskan kuatnya dukungan pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya yang telah berlangsung ratusan tahun ini.

Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti menegaskan bahwa Festival Erau kini memiliki makna yang lebih luas. Tidak hanya sebagai ritual adat dan sarana spiritualitas, Erau telah berkembang menjadi ruang perjumpaan budaya yang mempertemukan seniman dan pelaku seni, baik dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari mancanegara.

“Festival ini adalah perayaan kebersamaan dan keberagaman. Kukar sendiri merupakan salah satu pusat peradaban terkuat di Nusantara, dan nilai-nilai luhur Kesultanan Kutai masih hidup dalam keseharian anak bangsa,” ujar Widiyanti.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah melalui program Kharisma Event Nusantara (KEN) terus memberikan dukungan terhadap pengembangan event-event berbasis kekayaan lokal. Program ini menguatkan setidaknya 113 event budaya di seluruh Indonesia, termasuk Festival Erau, yang dinilai memiliki daya tarik besar di tingkat nasional maupun internasional.

“Komitmen kita adalah menghadirkan event-event yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu mengangkat nama Indonesia di mata dunia. Festival Erau adalah salah satu contoh nyata bagaimana budaya lokal bisa menjadi identitas bangsa sekaligus daya tarik wisata berkelas dunia,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Jepen Street Dance Hidupkan Warisan Budaya Kaltim di Tengah CFD Samarinda

9 Agustus 2026 - 13:00 WITA

f11

Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar

25 Juli 2026 - 17:00 WITA

d56

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126

Festival Budaya Dayak Kenyah Ditutup Meriah, Ketua Adat Pampang Bangga Antusiasme Masyarakat

29 Juni 2026 - 08:00 WITA

a125

Tari Kembar 4 Meriahkan Festival Budaya Pampang, Simbol Harmoni Dayak dan Jawa di Samarinda

25 Juni 2026 - 19:00 WITA

a99
Trending di BERITA DAERAH