Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 19 Feb 2026 10:30 WITA ·

Skandal IUP di Lahan Transmigrasi, Kejati Kaltim Tahan Dua Mantan Kadis Tambang Kukar


 Petugas dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menggiring dua tersangka usai pemeriksaan. Keduanya merupakan mantan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditetapkan dan ditahan terkait dugaan penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ilegal di lahan transmigrasi. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Petugas dari Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur menggiring dua tersangka usai pemeriksaan. Keduanya merupakan mantan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Kutai Kartanegara yang ditetapkan dan ditahan terkait dugaan penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ilegal di lahan transmigrasi. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur resmi menetapkan dan menahan dua mantan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Kutai Kartanegara dalam kasus dugaan korupsi penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) ilegal di kawasan lahan transmigrasi.

Penetapan tersangka dilakukan oleh tim Tindak Pidana Khusus (Pidsus) pada Rabu (18/2/2026) malam, di Samarinda. Kedua tersangka, berinisial BH dan ADR, diketahui pernah menduduki jabatan yang sama sebagai Kepala Dinas Pertambangan Kukar pada periode berbeda.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Toni Yuswanto, menjelaskan bahwa perkara ini berawal dari penerbitan izin pertambangan kepada sejumlah perusahaan, yakni PT JM, PT HPE, dan PT KRA. Izin tersebut memungkinkan perusahaan melakukan penambangan batu bara di atas lahan transmigrasi yang telah ditetapkan sejak tahun 1980-an.

Lahan yang menjadi objek perkara merupakan tanah berstatus Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Nomor 1 milik Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi, bahkan sebagian bidang telah memiliki sertifikat atas nama warga transmigrasi. Namun, izin pertambangan tetap diterbitkan meskipun persoalan kepemilikan dan hak atas tanah belum diselesaikan.

Akibatnya, aktivitas pertambangan tetap berjalan, mulai dari tahap eksplorasi hingga operasi produksi tanpa persetujuan pemilik lahan maupun pemegang HPL. Kegiatan tersebut bahkan disebut berlangsung hingga 2012, meski sebelumnya telah mendapat teguran pada 2011, sehingga menyebabkan cadangan batu bara di wilayah itu terus berkurang.

“Izin seharusnya tidak diterbitkan sebelum hak atas tanah selesai, namun tetap dikeluarkan sehingga penambangan berlangsung tanpa persetujuan pemilik lahan,” jelas Toni Yuswanto.

Kepala Seksi Penyidikan Pidsus Kejati Kaltim, Danang Prasetyo Dwiharjo, mengungkapkan bahwa kedua tersangka diduga mengetahui adanya persoalan hukum di atas lahan tersebut, namun tetap membiarkan aktivitas pertambangan berlangsung selama bertahun-tahun.

Dari hasil penyidikan sementara, kerugian negara diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, yang dihitung dari nilai batu bara yang telah ditambang dan diperjualbelikan dalam kurun waktu sekitar empat tahun.

“Akibat perbuatan itu, penambangan berlangsung selama beberapa tahun dengan kerugian negara mencapai ratusan miliar rupiah,” tegas Danang Prasetyo Dwiharjo.

Kejati Kaltim menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain, baik dari unsur swasta maupun pihak terkait lainnya. Penetapan tersangka sendiri telah melalui proses pembuktian awal yang dinilai cukup oleh penyidik.

Saat ini, kedua tersangka ditahan guna kepentingan penyidikan lebih lanjut dan dijerat dengan pasal-pasal tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 97 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH