Menu

Mode Gelap
Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan BBM Eceran, Larang Penjualan dengan Botol Plastik PDI Perjuangan Samarinda Refleksikan 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Bhayangkara Run 2026, Dinilai Perkuat Kebersamaan Pegadaian Gencarkan Literasi Emas di Samarinda, Dorong Masyarakat Mulai Berinvestasi Semarak Samarinda Bhayangkara Run 2026, Peserta Harap Jadi Agenda Tahunan

BERITA DAERAH · 13 Apr 2026 15:00 WITA ·

Penghentian Iuran BPJS Warga Miskin Disorot DPRD Samarinda, Dinilai Tak Tepat Waktu


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, memberikan keterangan terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menghentikan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi puluhan ribu warga miskin di Samarinda. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, memberikan keterangan terkait kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang menghentikan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi puluhan ribu warga miskin di Samarinda. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menghentikan bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi puluhan ribu warga miskin di Kota Samarinda menuai sorotan dari DPRD Kota Samarinda. Kebijakan tersebut dinilai memiliki tujuan baik, namun tidak tepat dari sisi waktu pelaksanaan.

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026), menjelaskan bahwa langkah pemerintah provinsi sejatinya bertujuan mengalihkan beban pembiayaan ke pemerintah pusat agar tidak membebani anggaran daerah. “Jadi sebenarnya maksud dari pemerintah provinsi itu baik, yakni mengembalikan anggaran ke pusat supaya daerah tidak terbebani biaya BPJS,” ujarnya.

Namun, menurutnya, kebijakan tersebut menjadi persoalan karena dilakukan setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) disahkan. Hal ini membuat pemerintah kota harus mencari sumber anggaran baru secara mendadak. “Kalau sekarang dicabut, sementara APBD sudah disahkan, ini jadi beban bagi daerah. Kita harus mencari anggaran baru untuk menutup itu,” jelasnya.

Samri menilai, jika kebijakan tersebut diterapkan mulai tahun anggaran berikutnya, maka pemerintah kota masih memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian. “Kalau untuk 2027 mungkin tidak masalah, karena bisa diantisipasi dari sekarang. Tapi kalau diterapkan saat ini, kita kesulitan,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, kebutuhan anggaran untuk menanggung iuran BPJS bagi sekitar 49 ribu warga mencapai kurang lebih Rp20 miliar. Jika dibebankan ke APBD Kota Samarinda, dikhawatirkan akan berdampak pada program pembangunan lainnya. “Kalau dipaksakan, tentu bisa saja, tapi kemungkinan akan ada program lain yang dikorbankan. Apalagi saat ini kita sudah melakukan efisiensi anggaran,” katanya.

Meski demikian, Samri menyebut pihaknya mendapat informasi bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim telah menyiapkan skema agar layanan BPJS tetap berjalan dan masyarakat tetap memperoleh akses layanan kesehatan. “Kita dengar dari provinsi, layanan tetap berjalan. Jadi yang berubah hanya mekanisme anggarannya saja,” pungkasnya.

DPRD Kota Samarinda berharap ke depan koordinasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dapat lebih matang, sehingga kebijakan serupa tidak menimbulkan kebingungan dalam pengelolaan anggaran daerah.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Perketat Pengawasan BBM Eceran, Larang Penjualan dengan Botol Plastik

27 Juli 2026 - 12:00 WITA

d68

PDI Perjuangan Samarinda Refleksikan 30 Tahun Kudatuli, Tegaskan Komitmen Jaga Demokrasi

27 Juli 2026 - 11:00 WITA

d67

Wakil Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Bhayangkara Run 2026, Dinilai Perkuat Kebersamaan

26 Juli 2026 - 18:00 WITA

d64

Pegadaian Gencarkan Literasi Emas di Samarinda, Dorong Masyarakat Mulai Berinvestasi

26 Juli 2026 - 17:00 WITA

d63

Semarak Samarinda Bhayangkara Run 2026, Peserta Harap Jadi Agenda Tahunan

26 Juli 2026 - 16:00 WITA

d62

FKUB Samarinda Dorong Regulasi RUU LGBTQ untuk Lindungi Generasi Muda

26 Juli 2026 - 15:00 WITA

d61
Trending di BERITA DAERAH