Menu ✖

Mode Gelap
Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak Reses Markaca di Sungai Kapih, Warga Harapkan Pembangunan Parit Berlanjut pada 2027

BERITA DAERAH · 21 Apr 2026 09:00 WITA ·

Samri: Makna Hari Kartini Perlu Dikembalikan Pada Esensi Perjuangan


 Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan pandangannya terkait makna peringatan Hari Kartini saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026). Perbesar

Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan pandangannya terkait makna peringatan Hari Kartini saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, menyampaikan pandangannya terkait makna peringatan Hari Kartini saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

Menurut Samri, pemaknaan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini saat ini kerap mengalami pergeseran. Ia menilai semangat emansipasi perempuan terkadang dipahami secara berlebihan hingga keluar dari konteks yang sebenarnya.

“Kadang-kadang ada yang memaknai Hari Kartini itu kebablasan. Misalnya perempuan yang menjadi sopir atau tulang punggung keluarga langsung disebut Kartini masa kini. Menurut saya, itu kurang tepat,” ujarnya.

Samri menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi masa depan, terutama dalam lingkup keluarga sebagai pendidik utama bagi anak-anak.

“Perempuan harus ditempatkan di posisi terbaik, sebagai pencetak dan yang melahirkan generasi muda. Peran ini sangat penting dalam menentukan kualitas masa depan,” katanya.

Ia juga menyoroti fenomena yang menurutnya terjadi di masyarakat, di mana peran dalam keluarga mulai bergeser. Dalam beberapa kasus, perempuan justru menjadi tulang punggung utama, sementara laki-laki tidak menjalankan perannya secara optimal.

“Memaknai Hari Kartini bukan berarti perempuan harus mengambil alih peran sebagai tulang punggung keluarga. Seharusnya sifatnya saling melengkapi. Tapi sekarang kadang terbalik, suami santai, perempuan yang bekerja,” ucapnya.

Pernyataan ini disampaikan sebagai refleksi dalam memperingati Hari Kartini, yang setiap tahunnya menjadi momentum mengenang perjuangan perempuan dalam meraih hak dan kesetaraan. Samri berharap, pemaknaan Hari Kartini dapat kembali pada esensi perjuangan yang seimbang dan sesuai dengan nilai-nilai yang berkembang di masyarakat.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara

9 Oktober 2026 - 11:00 WITA

m57

Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

m56

Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

m54

Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak

9 Oktober 2026 - 08:00 WITA

m53

Reses Markaca di Sungai Kapih, Warga Harapkan Pembangunan Parit Berlanjut pada 2027

9 Oktober 2026 - 07:00 WITA

markaca

Disnaker Balikpapan Ubah Pola Pelatihan Kerja, Kini Berbasis Kebutuhan Dunia Usaha

8 Oktober 2026 - 23:00 WITA

m51
Trending di BERITA DAERAH