KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – DPRD Kota Samarinda menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan penerapan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang digagas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Samarinda melalui program Jemput Bola Aktivasi IKD. Kegiatan berlangsung di lingkungan DPRD Kota Samarinda, Rabu (22/7/2026), dengan melibatkan seluruh pegawai Sekretariat DPRD.
Dalam kegiatan tersebut, pegawai diwajibkan mengunduh aplikasi IKD, melakukan registrasi, kemudian menjalani pemindaian barcode oleh petugas Disdukcapil sebagai tahapan aktivasi identitas digital.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, penerapan IKD akan mempermudah layanan administrasi kependudukan sekaligus mendorong masyarakat untuk memiliki identitas kependudukan Kota Samarinda.
“Digitalisasi layanan akan membuat masyarakat lebih mudah mengurus administrasi kependudukan,” ujar Helmi usai Rapat Internal Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Samarinda.
Helmi menjelaskan, masih banyak warga yang tinggal di Samarinda tetapi identitas kependudukannya tercatat di daerah lain. Kondisi itu menyebabkan jumlah penduduk yang tercatat secara administrasi belum mencerminkan jumlah penduduk sebenarnya.
Saat ini, jumlah penduduk Samarinda yang tercatat secara administrasi sekitar 889 ribu jiwa, sedangkan jumlah riil diperkirakan telah melampaui satu juta jiwa. Menurutnya, akurasi data kependudukan sangat penting karena berpengaruh terhadap berbagai kebijakan, termasuk perencanaan pembangunan dan representasi politik.
“Kalau prosesnya semakin mudah dan bisa dilakukan secara digital, saya yakin semakin banyak warga yang bersedia mengurus identitas kependudukan Samarinda,” katanya.
Helmi menambahkan, DPRD akan terus mendukung Disdukcapil dalam memperluas sosialisasi IKD agar manfaat layanan administrasi kependudukan berbasis digital dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Program Jemput Bola Aktivasi IKD merupakan bagian dari upaya Disdukcapil Kota Samarinda mempercepat transformasi layanan administrasi kependudukan berbasis digital sebelum penerapannya diperluas kepada masyarakat secara menyeluruh.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















