Menu

Mode Gelap
Evakuasi Korban Kecelakaan di Samarinda Berujung Pemukulan Wakapolsek KUA-PPAS 2027 Disepakati, Samarinda Segera Masuk Tahap Pembahasan RAPBD DPRD Samarinda Dorong Penguatan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran 2027 Semarak HUT ke-81 RI di Nusantara, Otorita IKN Siapkan Karnaval hingga Merdeka Night Run APBD Samarinda 2027 Diproyeksi Rp3,3 Triliun, Andi Harun Tekankan Efisiensi dan Belanja Prioritas

BERITA DAERAH · 14 Agu 2026 16:00 WITA ·

Antrean BBM Bersubsidi di Balikpapan Jadi Sorotan, Pemkot Siapkan Titik Penyaluran Baru


 Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan antrean panjang BBM bersubsidi di sejumlah SPBU perlu segera diatasi agar distribusi lebih merata dan masyarakat mendapat pelayanan yang lebih mudah. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan antrean panjang BBM bersubsidi di sejumlah SPBU perlu segera diatasi agar distribusi lebih merata dan masyarakat mendapat pelayanan yang lebih mudah. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta PT Pertamina Patra Niaga mencari solusi untuk mengurai antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Balikpapan.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Auditorium Balai Kota Balikpapan, Jumat (14/8/2026). Pertemuan itu dihadiri Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Isfahani, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU perlu segera ditangani agar masyarakat dapat memperoleh BBM bersubsidi dengan lebih mudah dan pelayanan tidak terpusat di titik-titik tertentu.

Menurut Rahmad, persoalan antrean tidak semata-mata disebabkan oleh keterbatasan kuota BBM bersubsidi. Salah satu faktor yang turut memengaruhi adalah tidak semua SPBU di Balikpapan melayani penyaluran BBM jenis Pertalite.

“Kuotanya insyaallah terpenuhi,” kata Rahmad.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil koordinasi dengan BPH Migas, ketersediaan kuota BBM bersubsidi untuk Balikpapan masih akan dipantau sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan. Apabila dalam pelaksanaannya terjadi kekurangan, evaluasi dan penyesuaian kuota dapat dilakukan.

Untuk mengurangi kepadatan antrean, Pertamina juga menyiapkan penambahan titik penyaluran Pertalite di sejumlah lokasi. Dua titik di antaranya direncanakan berada di wilayah Balikpapan Timur dan dikhususkan bagi kendaraan roda dua.

Rahmad berharap penambahan layanan tersebut dapat memberikan alternatif bagi masyarakat, khususnya warga Balikpapan Timur, sehingga tidak lagi harus mendatangi SPBU tertentu yang selama ini menjadi titik penumpukan antrean.

“Ini untuk mengurai antrean,” ujarnya.

Menurut Rahmad, keberadaan titik penyaluran baru juga diharapkan membuat distribusi BBM bersubsidi lebih merata. Dengan demikian, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan lokasi untuk mendapatkan Pertalite tanpa harus mengantre terlalu lama.

Selain Balikpapan Timur, pemerintah daerah bersama Pertamina juga membahas kemungkinan penambahan titik penyaluran di sejumlah wilayah lainnya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki pola distribusi BBM bersubsidi sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat.

Rahmad mengatakan, secara teknis Pertamina telah siap melakukan eksekusi setelah seluruh persyaratan dan perizinan dari BPH Migas terpenuhi. Pemkot Balikpapan berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga layanan tambahan bisa dimanfaatkan masyarakat dalam waktu dekat.

“Pertamina tinggal mengeksekusi,” tegasnya.

Ia menambahkan, persoalan antrean BBM perlu ditangani melalui koordinasi lintas sektor. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri karena pengaturan kuota, distribusi, hingga penyaluran BBM bersubsidi melibatkan kewenangan pemerintah pusat dan badan usaha penyalur.

Pemkot Balikpapan pun akan terus berkoordinasi dengan BPH Migas dan Pertamina untuk memantau kondisi di lapangan, termasuk perkembangan antrean serta kebutuhan BBM masyarakat.

Rahmad berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi untuk mengurai antrean sekaligus memastikan penyaluran BBM bersubsidi berlangsung secara tepat, merata, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Yang penting masyarakat terlayani,” pungkasnya.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Evakuasi Korban Kecelakaan di Samarinda Berujung Pemukulan Wakapolsek

14 Agustus 2026 - 23:00 WITA

g6

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Samarinda Segera Masuk Tahap Pembahasan RAPBD

14 Agustus 2026 - 22:00 WITA

g5

DPRD Samarinda Dorong Penguatan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran 2027

14 Agustus 2026 - 21:00 WITA

g4

APBD Samarinda 2027 Diproyeksi Rp3,3 Triliun, Andi Harun Tekankan Efisiensi dan Belanja Prioritas

14 Agustus 2026 - 19:00 WITA

g1

DPRD dan Pemkot Samarinda Sepakati KUA-PPAS 2027, Penyusunan APBD Masuk Tahap Berikutnya

14 Agustus 2026 - 18:00 WITA

f99

Antrean BBM Bersubsidi di Balikpapan Memanjang Sore Hari, BPH Migas Siapkan Lima Titik Baru

14 Agustus 2026 - 17:00 WITA

f98
Trending di BERITA DAERAH